Putri Karin dari Kerajaan Adan, suka membuat penemuan hebat. Rakyat Kerajaan Adan, sangat bangga padanya. Putri Karin bahagia bisa menggunakan kecerdasannya untuk mengabdi pada rakyat dan kerajaannya. ( Princess Karin from the Kingdom of Adan likes to make great inventions. The people of Adan is very proud of her. Princess Karin is happy to be able to use her intelligence to serve the people and her kingdom.)

Akan tetapi, kesedihan melanda Kerajaan Adan. Hujan tidak pernah turun lagi. Rakyat mulai terkena penyakit karena udara terlalu panas. “Menurut nenek moyang, yang bisa mendatangkan hujan adalah nyanyian katak,” jelas penasihat Putri Karin. “Kalau begitu, aku akan membuat alat musik yang bisa menirukan suara katak,” ujar Putri Karin. (But then, grief strikes the Kingdom of Adan. The rain has not fallen for a long time. The people are getting ill from the heat. “The ancestors say that the rain can be summoned by the frogs singing,” tells Princess Karin’s adviser. “Well then, I shall make a musical instrument that mimics the sound of frogs,” says Princess Karin.)

 Alat musik buatan Putri Karin berbentuk kecapi, namanya Kecapi Katak. Ketika senarnya dibunyikan, terdengar suara yang mirip suara katak. Tapi sia-sia, Kecapi Katak tidak bisa mengundang hujan. “Ternyata, hanya nyanyian katak sungguhan yang bisa mengundang hujan. Aku akan mencari seekor katak,” tandas Putri Karin. Namun, pencariannya tak membuahkan hasil. (Princess Karin’s musical instrument takes the shape of a harp, and is called the Frog Harp. When the string is struck, it produces the frog’s sound. But it is futile; the Frog Harp couldn’t bring down the rain. “Apparently, only the real frog’s singing can bring down the rain. I shall find a frog,” says Princess Karin. But, her search came to no result.)

Tak lama, Putri Karin bertemu dengan Gobo si katak. Gobo menyanyi dan hujan pun turun di Kerajaan Adan. Rakyat bersyukur dan bergembira. (Not long after, Princess Karin meets Gobo the frog. Gobo sings and rain falls in the Kingdom of Adan. The people are grateful in rejoice.)

“Putri, katakan saja bahwa kau yang membuat hujan turun,” saran petinggi kerajaan. “Tidak. Itu perbuatan tercela,” sergah Putri Karin. “Tapi, bagaimana kalau kau mendapat malu? Selama ini, kau selalu dipuji rakyat,” tutur penasihat kerajaan. “Aku hanya manusia biasa yang punya kekurangan. Aku harus jujur pada rakyatku,” ucap Putri Karin bersikeras. (“Princess, just say that you have made the rain fall,” advises the royal officer. “No. It is something disgraceful,” replies Princess Karin. “But, how could you ever bear disgrace? All this time, you have been adored by the people,” says the royal adviser. “I am a mere mortal with flaws. I must be honest to my people,” insists Princess Karin.)

“Rakyatku yang baik, terima kasih karena kepercayaan kalian padaku. Tapi, kali ini kerajaan kita ditolong oleh Gobo. Kuharap kalian mau memberikan penghargaan tertinggi untuknya,” ujar Putri Karin. Gobo tersentuh dengan kejujuran Putri Karin dan mereka pun menjadi teman baik. Rakyat Adan pun tidak kecewa dengan Putri Karin dan makin mengaguminya. (“My good people… thank you for your trust in me. But, this time our kingdom is helped by Gobo. I hope you can all give him the highest appreciation,” says Princess Karin. Gobo is touched by the honesty of Princess Karin and they become good friends. The people of Adan is not disappointed by Princess Karin, instead they adore her more.)

(Cerita: Seruni/ Ilustrasi: Just For Kids/ Translator: Yos)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *