Yayasan Kanker Indonesia Pusat menyelenggarakan sebuah Webinar Nasional menjelang Hari Kanker Sedunia, 4 Februari 2021 dengan mengangkat tema “Cegah Kanker Sejak Dini” atas dasar kejadian kanker yang terus meningkat secara signifikan di seluruh dunia.

Menurut data GLOBOCAN 2020, sepanjang tahun 2020 jumlah kejadian kanker di dunia meningkat menjadi 19,1 juta kasus dengan 10 juta kematian akibat kanker.

Di Indonesia, tiga jenis kanker dengan kejadian tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara, disusul dengan kanker serviks, dan kanker kolorektal (usus).  Sementara tiga jenis kanker peringkat tertinggi pada laki-laki adalah kanker paru, kanker kolorektal, dan kanker prostat.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Pusat, Prof. DR. dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, mengatakan, “Kejadian kanker maupun kematian akibat kanker di seluruh dunia termasuk di Indonesia kian meningkat, dan ini merupakan peringatan bagi kita semua untuk mawas diri dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini kanker sebagai kunci menekan kejadian kanker.”

“Pandemi Covid-19 diharapkan segera berlalu, namun kanker tidak boleh dilupakan, sebab keberadaannya terus mengintai kita semua.  Sehingga setiap anggota masyarakat perlu mengambil peran dalam pencegahan kanker, tanpa terasa, pola hidup kita saat ini akan berpengaruh pada kesehatan kita sepuluh hingga 20 tahun kedepan,” jelas Prof. Aru Sudoyo.

Dalam Webinar Nasional tersebut, Menteri Kesehatan, Bapak Budi Gunawan Sadikin menyampaikan, “Sekitar 30-50% kanker sebenarnya dapat dicegah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta deteksi dini atau skrining secara berkala.  Dengan demikian, sekitar 3,7 juta jiwa dapat diselamatkan setiap tahun.”

“Kejadian pandemi Covid 19 setahun belakangan telah memberikan dampak pada berbagai sektor termasuk terhadap layanan kesehatan. Kanker sebagai salah satu komorbid (penyakit penyerta) yang menyumbang 1,8% kematian pada penderita Covid 19, oleh karena itu pelayanan kesehatan esensial untuk penyandang kanker dan skrining sebagai bagian pencegahan, tetap harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga setelah pandemi, prevalensi kanker tidak akan menjadi bom waktu,” tambah Menkes Budi Gunawan Sadikin.

Sementara itu, CEO The Union for International Cancer Control (UICC), Mr. Cary Adams, mengajak setiap individu untuk berkontribusi pada Hari Kanker Sedunia tanggal 4 Februari dengan komitmen apa yang akan dilakukan melalui kampanye “I am, I will” untuk membuat perubahan terhadap lingkungan masing-masing melalui sosial media ataupun kanal lainnya, sebab ditengah-tengah Covid-19, kanker terus mengintai.

Foto: Novi, Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *