Tahukah, Kids? Ternyata, dengan berlari, bisa mencegah kita dari serangan berbagai risiko penyakit tidak menular seperti stroke, diabetes melitus, hipertensi, dan juga serangan jantung. Tak heran kalau dalam tiga tahun terakhir ini, ajang lari di Indonesia menjadi tren dengan jumlah peserta yang terus meningkat.

Untuk itulah, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) menggelar KedokteRAN2019. “Digelarnya ajang lari ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap upaya pencegahan penyakit di masyarakat Indonesia,” kata Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH., Dekan FKUI. Tak hanya itu, ajang lari untuk keluarga besar FKUI ini pun sekaligus sebagai sarana untuk memberikan edukasi dalam meluruskan hoaks kesehatan terkait olahraga lari di Indonesia.

Salah satu contoh hoaks kesehatan misalnya informasi terkait dilarangnya minum selama berlari agar tidak muntah. “Faktanya, aktivitas lari membuat tubuh berkeringat sebagai tanda otot yang sedang bekerja, sehingga tubuh harus terhidrasi agar terhindar dari potensi sengatan tinggi (heat stroke),” ujar dr. Jack Pradono Handojo, MHA, Ketua Pelaksana KedokteRAN2019.

Lebih lanjut, Ketua I ILUNI FKUI, dr. Ratna Rosita Hendardji, MPHM menambahkan, kegiatan KedokteRAN 2019 merupakan implementasi visi dan misi serta bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tercermin dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. “ILUNI FKUI selalu berusaha memberikan manfaat dan kontribusi untuk masyarakat dalam setiap kegiatan yang kami lakukan, seperti tahun sebelumnya saat kami menyelenggarakan khitanan massal untuk anak yatim dan dhuafa se-Jabodetabek,” ucap dr. Ratna.

“Ajang lari ini diawali dengan rangkaian pre-event bertajuk “Road to KedokteRAN2019pada bulan Agustus-Oktober 2019. Ada tiga topik edukasi kesehatan yang dibahas yaitu tentang running injury dan sudden death prevention pada bulan Agustus, Pelatihan Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada bulan September, dan hidrasi sehat saat berolahraga pada bulan Oktober,” tambah dr. Jack.

Dalam kesempatan ini, ILUNI FKUI juga menggandeng “Jakarta Berlari” yaitu komunitas lari Jakarta yang sudah memiliki 300 orang anggota. Mereka diajak untuk juga ikut serta mensosialisasikan edukasi kesehatan dalam berlari. “KedokteRAN2019 ini patut diapresiasi dengan baik, karena bukan ajang lari biasa tapi edukasi tentang bagaimana kita bisa mengenali kondisi tubuh kita dan menangani risiko kesehatan saat berlari. Acara ini beda dan unik,” ungkap Sekjen Jakarta Berlari, Kak Muhammad Nur Kamaluddin. “Beda dan unik, karena ajang lari ini tidak mementingkan kompetisi, tetapi lebih kepada rekreasi dan kenyamanan dalam berlari,” tegas dr. Jack.

Beda dan Unik! Kalian pasti penasaran ingin ikut, kan? Yuk, catat tanggalnya. KedokteRAN 2019 yang digelar untuk pertama kalinya ini akan diselenggarakan pada hari Minggu, 17 November 2019 bertempat di kampus UI, Depok, Jawa Barat.

Foto: Istimewa

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *