“Kamu jadi anak bawang aja, Lang,” kata Rio. Daripada tidak ikut bermain, Gilang menurut saja ketika teman-teman menyuruhnya menjadi anak bawang. Gilang memang bertubuh mungil dibanding teman-teman lainnya. Mungkin, inilah yang membuat teman-teman kurang mempercayainya ketika bermain.

Suatu hari, saat pelajaran olahraga, Pak Dewa menyuruh anak laki-laki bermain bola. Rio dan Arga yang ditunjuk menjadi kapten masing-masing tim, memilih temannya untuk bergabung dalam timnya. Rio memilih teman-teman yang dianggap jago dalam bermain bola, Arga pun demikian. Namun, ketika Rio telah selesai memilih anggota timnya, tinggal Gilang yang belum dipilih oleh kedua tim. Otomatis Gilang masuk ke tim Arga yang masih kurang satu anggota.

Tim Arga pun berkumpul dan membuat strategi untuk mengalahkan tim Rio. Namun, kejadian yang jarang terjadi, dilakukan oleh Arga. “Lang, kamu jadi penyerang, ya,” ujar Arga membagi tugas. “Hah, kamu yakin kalau aku jadi penyerang, Ga?” tanya Gilang tak percaya diri. Tapi, Arga tetap yakin dengan keputusannya. Walau beberapa orang tidak setuju, tapi mereka harus menghormati keputusan Arga sebagai kapten.

“Ayo, kita berdoa dulu sebelum bertanding,” ajak Arga. Permainan pun dimulai setelah Pak Dewa meniup peluit. 10 menit pertama, tim Rio berhasil unggul 1 angka dari tim Arga. Gilang masih kurang percaya diri dengan kemampuannya, tapi Arga terus menyemangatinya.

Babak pertama pun usai. Gilang merasa bersalah karena tak mampu mencetak gol untuk timnya. “Lang, nanti kamu siap-siap di gawang lawan, ya. Kalau aku oper bolanya ke kamu, langsung aja tendang ke gawang,” arah Arga.

, , , ,
You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *