“Lihat, muka Alma Tomato merah seperti tomat!“ seru anak-anak di kelasnya. “Awas kalian!” seru Alma marah. Tiba-tiba, wajah anak-anak itu pucat, dan gigi taring mereka bertambah panjang. “Tidak!” Alma menjerit ketakutan. BRUK! “Aduh!” seru Alma kesakitan karena jatuh dari tempat tidur. “Ternyata mimpi,” ucap Alma lega.

Nama keluarga Alma adalah Tomato, yang berarti Tomat. Nenek moyang Alma adalah pemilik perkebunan tomat, berlanjut sampai ayah dan ibu Alma. Kini, Alma harus meneruskan usaha keluarga. Tapi, Alma benci tomat.

Liburan sekolah kali ini, Alma tinggal di perkebunan tomat bersama bibinya. Biasanya, tinggal di perkebunan tomat membosankan, tapi kali ini ada hal yang menarik. Pertama, Alma mendapat teman baru bernama Rosa. Kedua, terjadi peristiwa misterius. Di peternakan tak jauh dari kebun tomat Alma, beberapa hewan ternak mati dengan keadaan darahnya habis dan ada luka bekas gigitan di tubuhnya. Semua orang percaya itu adalah perbuatan vampir. “Pasti kelelawar vampir, bukan vampir,“ tutur Alma pada Rosa. “Alma, kelelawar vampir tidak menghisap darah,” jelas Rosa.

Siang harinya, Alma bermaksud menceritakan mimpi buruknya pada Rosa. Akan tetapi, kata bibi Alma, Rosa sedang sakit. Alma yang kecewa memutuskan berbuat sesuatu. “Aku akan mengunjungi peternakan yang katanya diserang vampir!” serunya.

Di peternakan, Alma kaget karena dia melihat Rosa. “Bukankah dia sakit?” gumam Alma. Diam-diam, ia mengikuti Rosa. PRAK! Alma menginjak ranting kering. “Siapa itu?!” seru Rosa sambil menoleh. ”Aaa!” jerit Alma ketakutan. Rosa punya taring! Dia vampir! Alma lari ketakutan. “Tunggu!” seru Rosa. Alma terjatuh tersandung batu. Seseorang membantunya berdiri. “Kau tidak apa-apa?” tanya seorang pria berwajah ramah. “Kau pasti Alma. Aku ayah Rosa,” sapa pria yang juga punya taring seperti Rosa itu. “Vampir!” jerit Alma ketakutan. “Tenang, Alma, jangan takut. Kami akan menjelaskan semuanya,” kata bibi Alma yang juga ada di sana menenangkan.

Bibi Alma memberikan sebuah bungkusan permen pada Alma dan Rosa. “Makanlah,” katanya. “Enak!” seru mereka berdua. “Ini permen tomat buatan keluarga Tomato,” jelasnya sambil tersenyum. “Alma, aku dan keluargaku memang vampir. Begitu juga semua yang bekerja di kebun tomatmu. Tapi, kami tidak melukai manusia. Kami bisa bertahan hidup dengan makan tomat,” jelas Rosa. “Tomat!?” ucap Alma terkejut. “Tapi, kami dengar kau benci tomat, jadi kami terpaksa minum darah binatang,” sambung ayah Rosa.“Jadi, selama ini usaha kebun tomat keluargaku juga memberi manfaat pada kalian?” ujar Alma mulai mengerti. “Benar, Alma,” jawab Bibi. “Kalau begitu, aku akan meneruskan usaha keluarga agar bisa melindungi Rosa dan semuanya,” janji Alma.

Ketika liburan usai, Alma kembali ke sekolah. Ia membagikan permen tomat pada anak-anak yang biasa mengejeknya. “Maaf, kami selalu mengejekmu. Ternyata tomat rasanya enak,” ujar seorang teman Alma. “Tidak apa. Kalau besar nanti, aku akan membuat berbagai macam makanan dari tomat yang enak!” seru Alma tersenyum bangga. (Teks: Seruni/ Ilustrasi: Fika)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *