Erin dan Nina sahabat dari kecil. Mama Erin orang Skotlandia, dan keturunan bangsawan yang punya kastil, namanya Kastil Ness. Nina selalu ingin mengunjungi Kastil Ness, dan sekarang impiannya kesampaian! Sampai di Kastil Ness, Mama Erin, Mary, menyambut Nina. “Selamat datang di Skotlandia, Nina!” katanya sambil memeluk Nina. “Terima kasih!” Nina tersenyum. “Yuk, kutunjukkan kamarmu,” ajak Erin. “Seperti kamar Tuan Puteri!” pekik Nina bahagia ketika melihat kamarnya. “Syukurlah kau suka! Nah, lebih baik kau istirahat dulu sebelum makan malam,” kata Erin.

Nina melihat pemandangan dari jendela kamarnya. Danau Ness tampak memantulkan cahaya bulan dan bukit-bukit di sekelilingnya hitam, sedikit menyeramkan. Tiba-tiba, Nina mendengar sesuatu. Suara yang asalnya dari balik tembok. “Seperti suara ketukan,” gumam Nina. Perlahan Nina mendekati asal suara itu, di dekat lemari pakaian. Dug-dug-dug…Dug-dug-dug! Makin lama Nina merasakan sesuatu yang mendesak, seakan-akan ketukan itu menyuruh Nina membobol tembok. Lalu, Nina merasakan hawa dingin yang sangat menusuk di tempat dia berdiri. “Nina!” suara Erin mengejutkan Nina. “Ada apa?” tanya Erin. “Dengar suara seperti ketukan dari balik tembok?” tanya Nina pada Erin. “Tidak,” jawab Erin.  “Kurasa aku cuma lelah,” gumam Nina. “Ayo, makan malam!” ajak Erin. Setelah makan malam, Erin dan Nina segera pergi tidur. Erin mengantarkan Nina ke kamarnya. Nina segera berganti pakaian tidur dan tak lama kemudian tertidur pulas.

Nina terbangun karena tiba-tiba napasnya sesak! Padahal dia sudah minum obat agar penyakit asthma-nya tidak kambuh. Nina berusaha bangun, tapi tidak bisa. Dia harus mengambil obat inhaler-nya! Dan kenapa kamar tidurnya tiba-tiba bertambah gelap? Dia harus menyalakan lampu! Suasana gelap membuat asthma-nya bertambah parah. Tolong aku! Batin Nina panik. Tiba-tiba, sinar temaram perlahan muncul. Nina yang tidak bisa bangun, merasa bahwa sinar itu datang dari tembok dimana suara ketukan berasal. Sinar itu tidak menerangi seluruh kamar tapi membentuk sebuah sosok. Perlahan sosok itu mendekati tempat tidur Nina. Aneh, Nina tidak merasa takut, melainkan tenang. Dia memejamkan matanya, dan tertidur lagi.

Ketika bangun, Nina menyadari bahwa asthma-nya sudah hilang. Nina segera mandi, berpakaian, dan turun ke bawah.  “Pagi, Nina! Aku baru saja mau membangunkanmu untuk sarapan! Mama pergi ke kota, jadi kita sarapan berdua saja,” kata Erin. Erin dan Nina duduk bersama. Tiba-tiba, terdengar suara keras dari atas mereka. “Itu dari kamarmu!” pekik Erin terkejut. Bersama pengurus kastil, Erin dan Nina mendatangi asal suara. Begitu membuka pintu kamar Nina, debu menyambut mereka. Nina mundur menjauh, tapi Erin dan pengurus kastil masuk ke dalam. “Kerangka manusia!” jerit Erin ketakutan. Rupanya, tembok tempat Nina mendengar suara ketukan, roboh dan di dalamnya terdapat kerangka manusia! Pengurus rumah segera menghubungi Mama Erin dan polisi.

Erin dan Mamanya minta maaf karena liburan Nina jadi berantakan. “Tidak apa-apa, justru seru!” kata Nina tersenyum lebar. “Aku baru ingat sekarang. Di kamarmu itu banyak pegunjung yang mengalami hal-hal menyeramkan. Rasa diawasi, suara ratapan, dan fenomena poltergeist (fenomena supernatural terkait gangguan fisikal seperti mendengar suara yang keras, hingga benda-benda yang bergerak sendiri). Tapi karena belum pernah mengalaminya, aku tidak percaya,” kata Erin. Nina menceritakan pengalamannya, membuat Erin dan Mamanya terkejut.

Ternyata, kerangka itu milik gadis seumuran Erin dan Nina, asalnya dari abad ke-17. “Dalam sejarah, ada wanita bangsawan kejam dari keluarga Ness. Dia punya putri yang berteman akrab dengan gadis desa. Si putri yang sering sakit, jadi sembuh jika bersama si gadis desa. Tapi, Ibunya yang kejam curiga bahwa si gadis desa ini penyihir. Dan suatu hari, si gadis desa lenyap begitu saja,” cerita Erin. Apakah kerangka itu milik si gadis desa? Erin ingat asthma-nya hilang ketika bayangan putih itu menghampirinya. “Siapa pun dia, sekarang sudah beristirahat dengan tenang,” kata Erin. “Benar,” angguk Nina.

 

 

Cerita: Seruni     Ilustrasi: Novi Chrisna

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *