Trakindo Mendukung Kemajuan Perempuan Indonesia

Kamu pasti pernah melihat ekskavator atau mesin pengeruk. Alat berat ini banyak digunakan dalam industri pertambangan, konstruksi, kehutanan dan perkebunan, kelautan, minyak dan gas bumi, serta kelistrikan. Kalau melihat orang di balik kemudi adalah laki-laki, rasanya sudah biasa, ya? Tapi kalau perempuan yang menjadi operator alat berat, baru luar biasa, hehe…

Ya, industri alat berat umumnya didominasi kaum adam. Namun, bukan berarti kaum hawa tak bisa terjun di dalamnya. Seperti yang dilakukan oleh Kak Ade Ayu Marlita, Operator Trainer dari PT. Trakindo Utama (Trakindo) cabang Palembang. Usianya tergolong sangat muda, 23 tahun. Meski begitu, lulusan Politeknik TEDC Bandung, Jawa Barat jurusan Otomotif Alat Berat ini sangat piawai mengoperasikan alat berat semacam ekskavator. Tak hanya itu, ia juga bertugas melatih calon operator lain yang rata-rata adalah pria, loh. Bahkan sebagian besar usia mereka lebih tua daripada dia.

Modal Percaya Diri

Untuk itu, memiliki percaya diri tinggi, kata Kak Ade,  adalah bekal penting yang harus dimiliki. “Bekerja di industri yang didominasi pekerja laki-laki memiliki tantangan tersendiri bagi perempuan, termasuk saya. Namun, kita memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi diri. Karenanya, penting untuk memiliki semangat belajar yang kuat dan pantang menyerah dalam memajukan diri, sembari tetap menjaga jati diri sebagai perempuan,” ujarnya pada acara Bincang PERSpektif Trakindo dengan tema “Kartini di Industri Alat Berat”, Selasa (30/4), di Training Center Trakindo, Cileungsi.

PT. Trakindo Utama (Trakindo) kembali menggelar acara Bincang PERSpektif yang kali ini hadir dalam momentum Hari Kartini dengan mengangkat tema “Kartini di Industri Alat Berat” di Training Center Trakindo, Cileungsi (30/4). (Ki-Ka) Bapak Ferry Butarbutar selaku Human Capital Division Head Trakindo, Ibu Fama Flora selaku BRAVE Team Leader Trakindo, Ibu Ira Dhamayanti Kamal selaku Learning & Talent Development Manager Trakindo, Kak Ade Ayu selaku Operator Trainer dari cabang Trakindo Palembang, serta Ibu Fourina Yudhasari selaku Standard & Resources Management Manager Trakindo. 

Memanfaatkan momentum peringatan Hari Kartini, Bincang PERSpektif Trakindo kali ini ingin mengajak perempuan indonesia saling menginspirasi dan memberi semangat untuk terus berkarya, bagi diri, keluarga, dan negeri. Ya, sebagai perusahaan penyedia solusi alat berat Caterpillar, Trakindo, mendukung dan percaya bahwa partisipasi perempuan dalam perusahaan dapat memberikan pengaruh besar bagi peningkatan nilai tambah, daya saing, serta kemajuan bersama.

Hal ini ditegaskan oleh Bapak Ferry Butarbutar, Human Capital Division Head Trakindo. “Gender tidak membatasi karier seseorang dalam dunia kerja, termasuk di industri alat berat yang identik dengan pekerja laki-laki. Bahkan, terbukti pekerja perempuan mampu menempati berbagai posisi strategis di Trakindo,” katanya.

Naluri Ibu Terbawa ke Kantor

Nah, beberapa Kartini yang dimaksud oleh Bapak Ferry, turut hadir dan menceritakan sedikit pengalamannya bekerja di industri alat berat selama bertahun-tahun. “Selain bekerja, saya juga seorang ibu. Kadang, naluri itu kebawa di kantor. Ibu-ibu kan biasanya perhatian, ya, jadinya lebih detil terhadap sesuatu hal. Saya juga senang kalau anggota tim mau mengembangkan diri, rasanya bangga gitu. Dan, hal ini ternyata berbuah baik. Karyawan lebih kompak dan hasil pekerjaan pun lebih optimal,” ungkap Ibu Fama Flora, BRAVE Team Leader Trakindo.

Suasana Acara Bincang PERSpektif Trakindo yang membahas “Kartini di Industri Alat Berat” dan menunjukkan bahwa Trakindo mendukung kemajuan perempuan Indonesia

Lingkungan kerja yang aman dan nyaman di Trakindo, diungkapkan Ibu Fourina Yudhasari, Standard & Resources Management Manager Trakindo, adalah faktor penting yang membuatnya betah bekerja. “Baik itu kondisi yang disediakan perusahaan, maupun gestur dari rekan kerja yang selalu mendukung pekerjaan yang saya lakukan tanpa membeda-bedakan. Sejak pertama bergabung hingga saat ini saya dipercaya membawahi ribuan teknisi yang mayoritas laki-laki, pemikiran yang saya suarakan dan keputusan yang saya ambil selalu dihormati,” katanya.

Ibu Ira Dhamayanti Kamal, Learning & Talent Development Manager Trakindo, juga membagikan pengalamannya mengoptimalkan sudut pandang perempuan dalam meningkatkan daya saing perusahaan. “Saya melihat pentingnya menjalin hubungan baik dengan pelanggan Trakindo, selain tentunya unggul di sisi teknis. Hal ini kami wujudkan dengan menambahkan fokus pada kurikulum soft skill seperti cara berkomunikasi dengan efektif, melakukan presentasi, dan memberikan layanan konsultatif kepada pelanggan,“ tuturnya.

Bangkitkan Potensi Perempuan Indonesia

“Kami berharap acara ini mampu membangkitkan potensi dan rasa percaya diri perempuan Indonesia dan Kartini-kartini di industri lainnya untuk terus semangat berkarya tak kenal putus asa, mengembangkan diri di bidang pekerjaan yang mereka tekuni,” tutup Bapak Ferry.

Ade Ayu, salah satu Operator Trainer perempuan dari Trakindo cabang Palembang turut hadir dan menunjukkan kelihaiannya dalam mengoperasikan unit alat berat Hydraulic Excavator Cat 320 Next Generation pada acara Bincang PERSpektif Trakindo yang dilaksanakan di Training Center Trakindo, Cileungsi (30/4)

Selain berbagi inspirasi, peserta Bincang PERSpektif Trakindo yang didominasi oleh perempuan, termasuk Just For Kids, diajak melihat alat berat lebih dekat. Pada kesempatan itu, Kak Ade Ayu Marlita juga sempat mempertontonkan kepiawaiannya mengoperasikan alat berat hydraulic excavator kelas 20 ton jenis terbaru yaitu Cat 320 Next Generation.

Sesuai namanya, produk ini telah dilengkapi dengan beragam teknologi masa depan dengan performa terbaik di kelasnya, yakni mampu memberikan kemudahan pengoperasian bagi penggunanya dengan hasil yang lebih maksimal dan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.

Wah, Kak Ade lihai sekali mengoperasikan alat berat tersebut, loh! Apa nggak pernah merasa takut? “Gak ada, hehe… Biasa saja karena dari kecil sudah sering melihat Bapak mengoperasikan alat berat di pertambangan Tanjung Enim, Sumatera Selatan,” kata Kak Ade yang pada 31 Oktober 2018 lalu telah menerima sertifikat kompetensi kerja dari Presiden Joko Widodo bersama 10.000 pekerja konstruksi lainnya, yang tentu saja mayoritas adalah pria. Keren, ya! (Foto: Efa, Istimewa)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *