Kids, sudah tahu kan kalau golongan darah manusia ada 4 jenis? Ya, ada O, A, B, dan AB. Hmmm… siapa, ya, yang pertama kali menemukan golongan darah ini?

Penemunya adalah Karl Landsteiner yang lahir pada 14 Juni 1868 di Baden bei Wien, Austria. Ia mempelajari ilmu kedokteran di Universitas Wina dan lulus pada tahun 1891. Ketika masih kuliah, Karl menulis tentang pengaruh diet pada komposisi darah.

Awal Penemuan

Pada tahun 1900, dari hasil penelitiannya, Karl menemukan ada penggumpalan pada percampuran darah dua orang manusia. Selanjutnya di tahun 1901, ia menemukan bahwa darah tersebut bisa menggumpal karena kontak darah dengan serum darah. Dari sinilah, Karl berhasil mengidentifikasi tiga golongan darah manusia, yaitu A, B, dan O (yang saat itu dia sebut dengan C).

Transfusi Darah Pertama

Dari penemuannya tersebut, Karl menyimpulkan bahwa transfusi darah antara orang-orang dengan golongan darah yang sama, tidak akan menyebabkan kerusakan sel-sel darah. Setelah mengelompokkan golongan darah, Karl mengembangkan penemuannya dengan melakukan transfusi darah pertama kali bersama Alexander S. Wiener pada tahun 1937.

Walau sudah memberikan penemuan yang sangat besar, Karl tidak mudah puas. Pada tahun 1909, bersama Constantin Levaditi dan Erwin Popper, Karl menemukan virus polio. Melihat prestasinya tersebut, wajar saja kalau Karl menerima penghargaan Nobel di bidang fisiologi pada tahun 1930 dan Lasker Award tahun 1946. (JFK/Nov)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *