Listerine Pecahkan Rekor Muri Ajak 1300 Pelajar SMP Berkumur Secara Serentak

Tak ada yang mau sakit gigi. Salah satu cara merawat gigi adalah dengan rajin menyikat gigi. Tapi, apakah menyikat gigi saja sudah cukup?

Tahukah kamu, ternyata penelitian membuktikan bahwa sikat gigi hanya mampu membersihkan plak pada permukaan gigi berkisar 30 hingga 53% saja. Tapi, dengan menambahkan rutinitas berkumur, maka akan membantu melenyapkan sisa-sisa bakteri dan dapat melindung area mulut selama 12 jam, lho!

Tak Cukup dengan Sikat Gigi Saja

“Sikat gigi selama 2 kali sehari sudah benar, tapi sikat gigi hanya mampu menjangkau permukaan gigi saja. Untuk menjangkau area-area yang tidak tersentuh oleh sikat gigi, seperti celah-celah gigi, kita harus pakai alat bantu sehingga pembersihannya lebih optimal,” urai Drg. Yudha Rismanto, Sp.Perio, Praktisi Kesehatan Gigi di depan ratusan pelajar SMP Negeri 3 Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan (27/03/19).

Perawatan gigi dan mulut yang lengkap, katanya, adalah mencakup menyikat gigi, flossing (pemakaian benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi) dan rinsing (berkumur). Namun, pada umumnya masyarakat hanya menyikat gigi dan masih sangat sedikit yang menyadari akan pentingnya berkumur menggunakan mouthwash (obat kumur) setelah menyikat gigi.

Pentingnya Berkumur Setelah Sikat Gigi

“Kenapa harus berkumur? Kalau hanya menyikat gigi, kuman tidak akan tersikat dengan baik karena akan menumpuk di leher gigi, yakni di batas gigi dengan gusi, dan akan membentuk plak. Supaya plak yang terbentuk tidak berkoloni menjadi banyak, kita perlu berkumur. Biasanya, kita berkumur dengan air biasa. Nah, kita butuh berkumur dengan antiseptik, tujuannya untuk mengeliminasi kuman-kuman yang belum dibersihkan oleh sikat gigi sehingga kebersihan gigi menjadi jauh lebih baik,” ungkapnya.

(kiri-kanan) Para pembiacara dalam jumpa media edukasi kesehatan gigi dan mulut melibatkan pelajar sekolah menengah pertama di Jakarta, yaitu: Rikka Anggitha, Brand Amplification Lead LISTERINE, Dr. drg. RM Sri Hananto Seno, Sp. BM,MM selaku Ketua Pengurus PDGI dan Drg. Yudha Rismanto, Sp.Perio, Praktisi Kesehatan Gigi di SMPN 3 Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan

Untuk kamu ketahui, mouthwash adalah cairan kumur atau antiseptik yang digunakan untuk membersihkan area rongga mulut seperti sela-sela gigi, permukaan lidah dan gusi, serta mulut bagian belakang atau kerongkongan.

Ia lantas memaparkan hasil penelitian. Cukup mengejutkan, ternyata pada orang yang rutin menggunakan mouthwash setelah menyikat gigi, area gingival yang sehat 2 kali lebih banyak. Tak hanya itu saja, mereka juga mendapatkan area bebas plak 5 kali lebih banyak dibandingkan orang yang tidak menggunakan mouthwash. Wah!

Pecahkan Rekor MURI

Mengingat pentingnya kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, PT Johnson & Johnson Indonesia, melalui produk obat kumur (mouthwash) LISTERINE, kembali mengadakan kegiatan promosi dan edukasi pada 12 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jakarta dengan menggandeng PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia).

 

Listerine menggiatkan penggunaan mouthwash kepada pelajar sekolah menengah pertama dan memecahkan Rekor MURI terbaru dalam rangka memperingati World Oral Health Day

Kegiatan ini digalakkan berdasarkan fakta bahwa penyakit gigi dan mulut termasuk dalam 10 besar penyakit yang banyak menjadi keluhan masyarakat Indonesia. Rangkaian awal dari promosi dan edukasi kesehatan gigi dan mulut ini diadakan terlebih dahulu secara bersamaan di 4 SMP di Jakarta pada yaitu SMPN 3 Manggarai, Jakarta Selatan; SMPN 243 Cipinang, Jakarta Timur; SMP Muhammadiyah 4, Dewi Sartika, Jakarta Timur; dan SMPN 277 Koja, Jakarta Utara.

Lebih dari 1.300 pelajar dari empat sekolah tersebut berkumpul untuk mengikuti rangkaian program yang diadakan LISTERINE, antara lain edukasi kesehatan mulut dan gigi oleh pakar, pengecekan gigi gratis dan berkumur bersama. Kegiatan tersebut sekaligus untuk memperingati World Oral Health Day atau Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia yang jatuh tanggal 20 Maret lalu.

Lebih dari 1.300 pelajar di empat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jakarta membuat sejarah dengan memecahkan Rekor MURI terbaru untuk jumlah pelajar terbanyak menggunakan mouthwash secara serentak

Uniknya, selain menerima edukasi bagaimana merawat gigi dan mulut yang baik dan benar, LISTERINE mengajak lebih dari 1.300 pelajar  SMP di Jakarta tersebut untuk berkumur menggunakan mouthwash secara serentak.  Kegiatan yang digalang oleh LISTERINE ini berhasil memecahkan rekor terbaru MURI untuk kategori jumlah pelajar terbanyak. Sebelumnya, LISTERINE telah memegang rekor MURI dengan jumlah peserta sebanyak 1.038 orang pada tahun 2008 di Semarang, Jawa Tengah.

Cara Berkumur yang Benar

“Mulut adalah pintu gerbang kehidupan kita. Untuk makan, untuk bernapas. Kalau kondisi di dalam rongga mulut jelek, itu pertanda ada penyakit. Karena itu, harus kita jaga kesehatan gigi dan mulut kita. Sikatlah gigi sehari 2 kali, pagi setelah sarapan diakhiri dengan kumur-kumur menggunakan mouthwash, lalu malam sebelum tidur juga diakhiri dengan kumur-kumur sehingga kuman-kuman dan bakteri yang ada di dalam mulut mati semua,” tegas Dr. drg. RM Sri Hananto Seno, Sp. BM,MM selaku Ketua Pengurus PDGI disambut anggukan setuju oleh para siswa-siswi.

Sebelum melakukan kumur-kumur massal, tak lupa Drg. Yudha menyampaikan cara berkumur-kumur yang tepat menggunakan mouthwash. “Ambil obat kumur sekitar 15-20 cc. Berkumurlah minimal 30 detik. 10 detik pertama untuk membasahi rongga mulut. 5 detik selanjutnya berkumur di sebelah kanan, 5 detik lagi di sebelah kiri. 10 detik berikutnya kocok atau kumur-kumur di seluruh rongga mulut. Jangan ditelan, ya?” jelasnya disambut tawa para pelajar.

Pemecahan Rekor MURI terbaru untuk lebih dari 1.300 pelajar di empat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jakarta berkumur menggunakan mouthwash secara serentak

Ali (12 tahun), siswa kelas 7 SMPN 3 Manggarai, mengaku jarang sekali menggunakan obat kumur setelah selesai menyikat gigi. “Aku sikat gigi malah 3 kali, pagi, sepulang sekolah dan sebelum tidur malam. Sudah dibiasakan sejak kecil sama orangtua. Untung banget, sampai sekarang belum pernah merasakan sakit gigi. Walau begitu sekarang aku jadi semakin paham, ternyata nggak cukup hanya menyikat gigi, tapi sebaiknya pakai obat kumur setelahnya. Jujur, habis sikat gigi, aku berkumur pakai air biasa dan cuma sebentar alias asal aja, nggak sampai 3o detik seperti anjuran dokter tadi, hehe. Ternyata berkumur juga ada aturannya. Tadi waktu berkumur pakai obat kumur, rasanya mulut jadi segar. Kayaknya aku mau bilang, deh, sama orangtua aku agar nyiapin obat kumur di rumah,” pungkas anak ketiga dari empat bersaudara ini.

Mulai Usia 6 Tahun

Produk Listerine Mouthwash

Drg. Yudha mengatakan bahwa obat kumur sudah bisa digunakan oleh anak usia 6 tahun, atau yang sudah bisa meludah atau berkumur dengan baik dan benar. Menurut Rikka Anggitha, Brand Amplification Lead LISTERINE, produk-produk mereka aman digunakan oleh anak usia 6 tahun ke atas. “Misalnya produk terbaru kami yang baru launching Januari 2019 lalu, yaitu varian Siwak, aman dipakai oleh anak usia 6 tahun. Begitu pula dengan varian zero karena bercita rasa ringan. Namun, ada beberapa yang sebaiknya baru dianjurkan untuk digunakan mulai usia 12 tahun ke atas, yang umumnya bercita rasa kuat, seperti mint,”  katanya.

Pihaknya sangat bangga dapat kembali memecahkan rekor MURI. “Tapi, yang terpenting adalah kami fokus pada edukasi dini kepada para pelajar perihal kesehatan gigi dan mulut. Pencapaian kali ini tentunya akan terus memotivasi kami untuk terus berinovasi menyediakan yang terbaik untuk perawatan mulut dan gigi bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya.

Nah, selain membuat napas menjadi segar, ternyata penggunaan obat kumur banyak manfaatnya, ya, teman-teman. Yuk, biasakan berkumur menggunakan obat kumur 2 kali sehari setelah menyikat gigi. (Foto: Efa, Istimewa)

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *