Tanya: Memangnya, kalau kita cacingan, ada dampaknya?

Wah, banyak sekali kerugiannya. Cacingan antara lain bisa menurunkan kualitas gizi, menurunkan tingkat konsentrasi yang berpengaruh pada tingkat kecerdasan, dan juga menurunkan produktivitas penderitanya. Selain itu berdampak pula pada kesehatan, seperti menyebabkan anemia (kurang darah), bahkan bisa terjadi sumbatan pada usus.

Tanya: Oh, begitu. Kalau anak-anak seperti aku menderita cacingan, bisa ketahuan tidak, Dokter? Adakah gejalanya?

Sayangnya, penyakit cacingan ini memiliki gejala yang sangat umum seperti penyakit lain. Sehingga, kadang-kadang tidak terdiagnosis. Bisa saja anak yang tampak sehat dan masih bisa ke sekolah, sebenarnya sudah menderita penyakit cacingan. Namun, untuk memudahkan dalam mewaspadai cacingan, ada cara mudah mendeteksinya, yakni WASPADA GEJALA 5L, yaitu: Lemah, Letih, Lalai, Lemas, dan Loyo. Selain itu, ada beberapa gejala umum yang juga bisa diwaspadai, antara lain:

  • Nafsu makan kurang
  • Pada anak-anak: kurang bergairah, mudah lelah, mudah sakit, menderita kurang gizi, kurang darah (anemia), kemampuan belajar menurun.
  • Terkadang disertai gejala gangguan saluran pencernaan (diare, mual/muntah, perut begah, terasa tak nyaman, darah pada tinja). Ini biasanya disebabkan oleh infeksi cacing cambuk
  • Gatal di daerah dubur terutama saat malam hari dan sulit tidur. Ini biasanya disebabkan oleh infeksi cacing kremi.

Tanya: Lantas, seberapa penting minum obat cacing? Berapa kali minumnya? Adik aku umurnya 3 tahun, apa dia boleh minum obat cacing juga?

Kalian pasti kenal dengan prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? Nah, tindakan pencegahan salah satunya adalah dengan minum obat cacing secara teratur. Pemerintah Indonesia menganjurkan agar anak-anak Indonesia minum obat cacing secara rutin setiap 6 bulan sekali, atau minimal 1 tahun sekali, terutama jika anak sudah menginjak usia 2 tahun. Jadi, adik kamu, sudah boleh minum obat cacing. Bahkan, sebaiknya seluruh anggota keluarga baik Mama, Papa, Kakak, atau “Mbak” di rumah,  minum obat cacing sebagai tindakan pencegahan.  

Tanya: Memangnya, ada apa di dalam obat cacing, Dokter?

Di dalamnya terkandung zat aktif seperti pirantel pamoat, yang bekerja dengan menyerang dan menghancurkan cacing yang terdapat pada saluran pencernaan. Kemudian, cacing yang sudah diserang tersebut akan terbawa keluar bersamaan dengan kotoran saat buang air besar.

Tanya: Kalau aku makan atau ngemil tidak cuci tangan dulu, bisa kena cacingan, ya, Dokter?

Tangan merupakan anggota tubuh yang sering menyentuh benda-benda di sekitar kita. Jika kalian tidak mencuci tangan sebelum makan, tentu tangan kalian akan kotor. Nah, misalnya kalian baru saja selesai main tanah, memegang uang, lalu kalian langsung mencomot makanan dan memakannya. Tentu  tangan menjadi perantara masuknya kuman ke dalam tubuh, termasuk telur atau larva cacing yang bisa saja menempel di benda yang kalian sentuh sebelum makan. Akhirnya, cacing bisa masuk, deh, ke dalam tubuh dan berkembang biak. Di situlah kalian sudah menderita penyakit cacingan.

Tanya: Sebenarnya, kapan waktu tepat mencuci tangan, Dok?

Nah, anak-anak usia sekolah seperti kalian, harus punya kesadaran diri untuk selalu mencuci tangan, ya? Pastikan cuci tangan memakai sabun dan air bersih yang mengalir. Kapan? Sebelum makan, setelah buang air besar/buang air kecil, setelah memegang binatang, dan setelah beraktivitas (berkebun, bermain, berolahraga, dan sebagainya).

Tanya: Wah, kalau begitu, aku harus rajin bersih-bersih ya, Dokter, dan minum obat cacing agar tak terkena cacingan. Soalnya, aku kan anak-anak zaman now, masa cacingan?

Hehe… Betul sekali.Kamu harus rajin bersih-bersih. Cacing-cacing tidak suka sama anak dan lingkungan yang bersih. Jadi, kalian bisa terbebas, deh, dari penyakit cacingan. Jangan lupa, minum obat cacing secara teratur 6 bulan sekali, ya?

 

(Teks: Efa Trapulina, Ilustrasi: Fika Nadja)

 

 

 

 

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *