Pasti di dinding rumahmu ada kalender, kan, Kids? Nah, ternyata kalender yang biasa kita gunakan itu berasal dari penanggalan Romawi abad ke-7 Sebelum Masehi (SM). Butuh ratusan tahun untuk penyempurnaan menjadi kalender yang kita pakai sekarang.

Penanggalan Romawi ini awalnya hanya memiliki 10 bulan, yakni Martius (Maret), Aprilis (April), Maius (Mei), Junius (Juni), Quintilis (Juli), Sextilis (Agustus), September (September), October (Oktober), November (November), dan December (Desember).

Tahun 47 SM, Julius Caesar, penguasa Romawi, mengganti penanggalan tersebut. Dibantu Sosigenes, ahli astronomi dari Iskandariyah (salah satu kota di Mesir), Caesar membuat penanggalan baru dengan dasar perputaran Matahari.

1 Tahun = 365 Hari 6 Jam

Dalam penanggalan baru itu, satu tahun memiliki 365 hari 6 jam. Caesar menambahkan bulan Januari dan Februari dalam kalendernya. Nama Januari diambil dari nama dewa yang memiliki dua muka, Janus. Sedangkan, Februari berasal dari bahasa latin, Fabrua yang artinya pesta penyucian bangsa Romawi. Jadilah kalender bikinan Caesar memiliki 12 bulan.

Kalender Caesar ternyata dianggap kurang akurat. Karena, penentuan hari raya Paskah menjadi kacau. Dr. Aloysius Lilius dari Napoli, Italia, lalu mengusulkan agar kalender ini diperbaiki. Paus Gregorius XIII, pimpinan gereja Vatikan, menyetujui perbaikan itu pada tanggal 24 Februari 1582. Penanggalan yang dikenal dengan nama kalender Gregorius atau kalender Masehi inilah yang kita gunakan hingga sekarang. Jadi, kalau kamu lupa tanggal, lihat kalender saja, Kids!

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *