Kala Cemeti yang memiliki nama latin Amblypygi ini adalah serangga berbentuk seperti laba-laba berwarna hitam. Binatang ini tidak berbahaya walau bentuknya menyeramkan. Sebab bentuknya seperti monster kecil yang memiliki capit besar dengan gigi-gigi capit yang menyeramkan.

Bentuk tubuh yang pipih dengan capit disertai duri-duri panjang dan tajam, membuat binatang ini biasa hidup di sela-sela benda keras untuk melindungi diri. Kala Cemeti suka bersembunyi di balik batu-batuan, kayu-kayu yang telah lapuk, dan tempat-tempat tertutup lainnya.

 

Delapan Mata

Kala Cemeti memiliki empat pasang kaki dan satu pasang capit. Satu pasang kaki teratas berbentuk layaknya sungut panjang, tersusun oleh puluhan ruas yang berfungsi sebagai panca indera tambahan selain mata.

Keunikan yang membuat binatang ini memiliki penampilan seram karena ia mempunyai delapan buah mata. Akan tetapi, peranan matanya kurang berfungsi karena ia lebih banyak dibantu oleh kaki depannya yang berfungsi sebagai sungut. Ini dikarenakan Kala Cemeti lebih banyak hidup dalam lingkungan yang gelap.

Oleh karena itu pula, Kala Cemeti banyak beraktivitas pada malam hari untuk mencari mangsa dan kawin. Tetapi kalau di dalam gua, mereka tetap beraktivitas pada siang hari karena kondisi di dalam gua gelap.

 

Di Indonesia

Kala Cemeti banyak ditemui di daerah-daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia. Yang pernah ditemukan di Indonesia antara lain; jenis Saras javensis di pulau Jawa, jenis Charon hoeveni di pulau Jawa, Charon beccarii dan Charon subterraneus di Ambon, Stygophrynus moultoni di Kalimanatan Barat, Stygophrynus dammermani di Jawa Barat dan Jawa Tengah, Phrynus exsul di pulau Flores dan pulau Rinca.

 

Menggendong Anaknya

Kala Cemeti betina akan menggendong bayi-bayinya yang berwarna hijau muda hingga bayi-bayi itu bisa mencari makan sendiri dan berjalan. Kecerdikan binatang malam ini yang unik adalah dapat mengenali keluarga dan induknya secara cermat dengan bantuan kakinya yang berfungsi sebagai antena atau salah satu panca inderanya.

Kamu ingin mengenal lebih jauh Kala Cemeti? Coba kamu cari di balik batu-batuan, atau kayu-kayu tua yang mulai membusuk, maka jenis ini mudah didapati.

 

 

 

Teks: JFK    Foto: Istimewa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *