JAKARTA, majalahjustforkids.com –  Ibu mana yang tak sedih melihat penglihatan anaknya, terbatas. Hal ini pula yang sempat dirasakan oleh Asri Welas, selebriti sekaligus komedian. Jarang disorot publik, ternyata wanita ini memiliki anak dengan katarak kongenital. Putra keduanya, Rayyan Gibran Ridha Rahardja atau Ibran (5 tahun) didiagnosis memiliki kelainan mata tersebut pada usia bayi.

Ia pun masih mengingat jelas betapa panik dan bingungnya ketika menghadapi kondisi tersebut. “Saat itu Ibran masih berusia lima bulan, dan kami menemukan Ibran tidak merespons gerakan yang ada di depan matanya,” kenang Asri dalam acara temu media bersama Optik Tunggal di Jakarta, Kamis (13/10/22).

Yang membuat ia makin sedih, informasi mengenai katarak kongenital saat itu, masih sangat minim. “Beruntung Tuhan mempertemukan saya dengan Bapak Alex dari Optik Tunggal, yang tanpa banyak persyaratan lalu mengupayakan sepasang kacamata untuk Ibran. Saya sangat bersyukur dan semakin bersyukur karena dari pertemuan kami pad a2019 lalu, Optik Tunggal menyediakan 90 pasang kacamata untuk anak-anak lain seperti Ibran,” imbuh Asri.

Kacamata untuk Anak Hingga Usia 10 Tahun

Kini di tahun 2022, Optik Tunggal yang merupakan perusahaan yang memberikan layanan optik terbaik di Indonesia, mengumumkan donasinya berupa 2025 pasang kacamata khusus bagi anak-anak penderita katarak kongenital yang berasal dari keluarga pra-sejahtera.

Kacamata ini dibuat menggunakan lensa khusus yang dibuat di Jerman oleh perusahaan lensa ternama dunia ZEISS.

Ke-2025 kacamata khusus ini diberikan secara gratis kepada anak-anak berusia hingga 10 tahun yang mengalami katarak kongenital sejak lahir. Pemberian 2025 kacamata khusus bagi anak-anak penderita katarak kongenital ini merupakan kelanjutan dari pemberian 90 pasang kacamata yang sama pada tahun 2019 lalu.

“Penglihatan adalah indra tubuh yang sangat penting bagi manusia. Bagian tubuh manusia pertama yang mencerna informasi dari sekitar kita adalah mata. Sebuah survei tentang kebutaan 1 mengatakan 85% manusia menyatakan bahwa ketakutan terbesar mereka adalah kehilangan indra penglihatan,” sambut CEO Optik Tunggal, Bapak Alexander Kurniawan.

Ia melanjutkan, “Pada tahun 2019, kami menemukan masalah penglihatan yang sangat penting bagi masa depan bangsa, yakni katarak kongenital pada anak-anak. Saat mengetahui betapa sulitnya mendapatkan kacamata khusus untuk anak-anak yang menderita katarak kongenital ini, kami memutuskan untuk memberikan bantuan khususnya bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera. Kami langsung menghubungi mitra kami salah satu pembuat lensa terbaik di dunia, ZEISS di Jerman, untuk membuatkan lensa khusus bagi anak-anak penderita katarak kongenital,” kata Bapak Alex mengenang kejadian di tahun 2019.

Penyebab Katarak Kongenital

Anak-anak penderita katarak kongenital umumnya lahir dari kehamilan bermasalah (sang ibu terinfeksi rubela) yang sering kali tidak disadari orangtuanya. Saat lahir, bayi-bayi dengan katarak kongenital ini memiliki mata yang diselimuti lapisan putih yang membuatnya tidak bisa melihat dan merespons gerakan di sekitarnya.

Penyebab katarak kongenital antara lain infeksi intra uterin dari ibu hamil ke janin yang merupakan genetik yang diturunkan dari orangtua, penyakit metabolik pada janin, dan atau kelainan mata lainnya. Penyembuhan yang disarankan adalah operasi sedini mungkin begitu anak didapati mengalami katarak kongenital.

Penanganan Medis

Teknik operasi katarak kongenital sangat berbeda dengan teknik operasi katarak pada orang dewasa dan jika teknik operasi ini salah dilakukan (melakukan teknik operasi katarak dewasa pada katarak kongenital pada anak) maka hampir bisa dipastikan 100% anak akan kembali buta karena katarak akan muncul kembali.

Untuk itu, operasi katarak pada anak harus dilakukan segera, jangan terlambat. Setelah operasi bedah, rehabilitasi visual harus dilakukan secepatnya.

Nah, kacamata khusus harus segera diberikan agar anak dapat melihat lebih jelas dan mencegah amblyopia atau mata malas.

“Rehabilitasi visual pada anak yang telah dioperasi katarak sangat penting karena akan memengaruhi tumbuh kembang anak. Itu sebabnya Optik Tunggal menyediakan kacamata dengan lensa khusus yang didesain sesuai anak-anak hingga 10 tahun,” jelas Bapak Alex.

Lensa yang disiapkan oleh ZEISS di Jerman tidak main-main karena memiliki ketebalan ukuran kacamata plus yang sangat tinggi. Selain ukuran ketebalan, ukuran lensa juga harus mengikuti ukuran khusus setiap anak karena ada parameter optikal yang menjadi pertimbangan.

“Optik Tunggal sangat ingin membantu anak-anak yang menderita katarak kongenital untuk bisa melihat sekitarnya, memandang orangtua yang mencintai mereka, melihat sekitarnya untuk belajar dan berkembang. Kami ingin melihat lebih banyak anak-anak yang bisa tersenyum melihat dunia, punya kesempatan belajar dan berkembang seperti anak-anak lainnya,” tambah Bapak Alex.

Jika tidak ditangani dengan benar, masalah katarak kongenital pada anak ini akan memengaruhi tumbuh kembang anak yang berlangsung di 1000 hari pertamanya.  “83% dari kemampuan manusia mengolah informasi berasal dari indra penglihatan. Siklus kehidupan manusia sejak lahir sampai lansia memerlukan penglihatan sebagai jendela dunia. Itu sebabnya kita harus menjaga dan memastikan kesehatan indra penglihatan dan mengambil langkah-langkah yang benar untuk mengatasi masalah penglihatan termasuk pada anak-anak,” imbuh Menteri Kesehatan Republik Indonesia 2014-2019 Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, Sp.M (K) yang jug aturut hadir pada acara tersebut.

Dana 10 -12 Juta Per Kacamata

Optik Tunggal mengalokasikan dana sebesar 10-12 juta rupiah untuk pembuatan setiap pasang kacamata khusus ini. Sebanyak 2025 pasang kacamata katarak kongenital akan diberikan kepada anak-anak dari keluarga pra-sejahtera yang membutuhkan.

“Optik Tunggal mempersilakan keluarga pra-sejahtera yang memiliki anak dengan katarak kongenital untuk menghubungi kami. Tim Optik Tunggal akan menerima data yang masuk dan membuat prioritas penerima kacamata khusus ini. Tidak hanya itu kami juga akan proaktif mengunjungi keluarga-keluarga tersebut di rumah mereka apabila tidak memungkinkan bagi mereka untuk mendatangi Optik Tunggal karena berbagai keterbatasan,” tutup Bapak Alex.

Yuk, Moms sebarkan kabar baik ini! Untuk mendaftarkan diri sebagai calon penerima kacamata khusus, masyarakat dapat menghubungi Optik Tunggal via Whatsapp di nomor 08118755192 (chat only) dan email optiktunggalpeduli@optiktunggal.com. Ikuti perkembangan program donasi 2025 kacamata khusus katarak kongenital di akun Instagram @optiktunggal #BersamaOptikTunggal #AyoLihatDunia.

Foto: Efa, Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *