JAPFA for Kids Awards 2019, Dukung Siswa dan Sekolah Jadi Agen Perubahan Lingkungan

Tak menyangka, itulah perasaan Ghani Raka Pradana dan Rezkivanes Yusuf saat namanya termasuk di antara para pemenang JAPFA for Kids Awards 2019. Jauh-jauh datang ke Jakarta, kedua bocah daerah tersebut akhirnya tersenyum semringah ketika mendapatkan piala, piagam dan hadiah berupa uang tunai.

JAPFA for Kids adalah salah satu kegiatan unggulan dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA), perusahaan agribisnis terkemuka di Indonesia. Ada 4 (empat) pilar kegiatan investasi sosial JAPFA yang berfokus pada lingkungan, kesehatan, pengembangan komunitas, serta pendidikan. Keempat pilar ini terangkum dalam suatu program yang diberi nama JAPFA for Kids. Nah, kompetisi JAPFA for Kids Awards digelar untuk mengukur dampak dan tindak lanjut dari program tersebut dan sebagai wujud apresiasi bagi sekolah dampingan.

Salah satu pemenang kategori lomba

“Tujuan kami menggelar JAPFA for Kids Awards adalah untuk memaksimalkan potensi anak Indonesia dan menjadikan mereka agen perubahan bagi lingkungan sekitarnya dalam hal kebersihan dan kesehatan. Kegiatan ini juga menyentuh para guru dan sekolah dengan Lomba 5S, untuk manajemen tata kelola sekolah yang lebih baik. Selama 10 tahun dari tahun 2008 sampai 2018, JAPFA for Kids telah berkontribusi bagi lebih dari 142.000 siswa, 9.000 guru dari 830 sekolah di 82 kabupaten dan 22 provinsi di Indonesia,” ujar Bapak Rachmat Indrajaya, Corporate Affairs Director PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk pada malam puncak pengumuman pemenang JAPFA for Kids Awards 2019 di Jakarta, Senin (01/07/19).

Tahun ini, ada sekitar 9.232 siswa dan 62 Sekolah Dasar di 3 wilayah Indonesia yang berpartisipasi, yakni wilayah Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Terbagi dalam 2 tahap, kompetisi tingkat wilayah dan nasional, dengan kategori perlombaan: Lomba Menggambar, Lomba Mengarang, Lomba Duta Makanan Sehat, Lomba Duta Anak Sehat, Lomba Duta Lingkungan Sehat, juga Lomba 5S (Sistem Manajemen Sekolah) bagi sekolah.

Gizi Seimbang

Ghani Raka Pradana (Raka), bocah kelas 4 SDN Wonorejo, Pekalongan, berhasil meraih Juara 1 untuk kategori Lomba Menggambar. Karyanya yang berjudul ‘Gizi Seimbang’ berhasil menyisihkan para pesaingnya.  Di situ, ia menggambar nasi, buah-buahan dan sayuran. “Aku suka gambar sejak TK, pakai kertas dan krayon,” ujarnya dengan logat Jawa medok.

Ghani Raka Pradana (Raka) berhasil meraih Juara 1 Lomba Menggambar

Kebetulan, Raka juga menjadi MC (Master of Ceremony) di acara tersebut. Tak ayal, ketika harus mengumumkan namanya sendiri, ia tampak kaget dan tak menyangka. Penonton pun tak bisa menahan tawa. Yups, sepanjang acara, Raka berhasil menyita perhatian penonton. Selain aksen Jawa-nya yang kental, ia membacakan acara dengan wajah tanpa ekspresi dan intonasi suara yang datar. Tapi uniknya, hal itu justru menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton. Tanpa ia sengaja dan sadari, tingkahnya mengundang tawa dan memberi hiburan tersendiri. “Senengggg banget pas tahu jadi juara,” katanya bangga sambil tersenyum.

Binte Biluhuta

Pemenang lain yang tak kalah bahagia adalah Rezkivanes Yusuf (Rezki), siswa kelas 5 SDN 1 Dungaliyo, Gorontalo. Ia meraih Juara 1 untuk kategori lomba mengarang. Karyanya berjudul Binte Biluhuta.  “Binte Biluhuta adalah makanan khas Gorontalo, terbuat dari jagung muda pilihan yang dipipil lalu direbus hingga lunak dan matang. Sering dikenal juga dengan sup jagung,” katanya.

Lewat karya berjudul “Binte Biluhuta”, Rezkivanes Yusuf (Rezki) dinobatkan sebagai Juara 1 Lomba Mengarang

Selain merupakan makanan favoritnya, ia memilih tema tersebut karena tahu bahwa tanaman jagung adalah salah satu makanan sehat. “Mengandung karbohidrat, serat, nutrisi yang sehat termasuk zat besi dan vitamin. Selain jagung, ada lagi bahan pelengkap Binte Biluhuta, yakni potongan terong rebus, daun kemangi, campuran parutan kelapa setengah tua, dan bawang merah,” ujarnya lancar.

Agen Perubahan Lingkungan

Selain bangga, senang dan tak menyangka bisa terpilih sebagai juara 1, Rezki sangat merasakan manfaat mengikuti kompetisi JAPFA for Kids Awards 2019. “Saya jadi lebih memahami makanan sehat itu seperti apa. Ke depannya, saya akan mencoba untuk terus berlaku hidup bersih dan sehat lainnya,” urai bocah yang baru pertama kali datang ke Jakarta ini sembari tersenyum.

Selain Raka dan Rezki, pemenang untuk kategori individu lainnya adalah Taufik Defasya Eda dari SDN 3 Dungaliyo, Gorontalo (Juara 1 Lomba Catur).  Sementara untuk kelompok, pemenangnya adalah: Sekolah MIN Konawe, Sulawesi Utara (Juara 1 Duta Lingkungan Sehat), SDN 2 Nusa Sari, Jembrana, Bali (Juara 1 Duta Anak Sehat), SDN 02 Tuwed, Jembrana, Bali (Juara 1 Duta Makanan Sehat), dan SDN 101803, Namo Pinang, Sumatera Utara (Juara 1 Lomba 5S).

“Menang maupun kalah bukanlah tujuan utama diselenggarakan JAPFA for Kids Awards. Yang terpenting ialah bagaimana kegiatan ini menginspirasi anak Indonesia untuk terus berusaha menorehkan prestasi setinggi mungkin,” tutup Ibu R.Artsanti Alif, Head of Social Investment JAPFA.

Foto: Efa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *