Di desa Hombo, tinggal pemuda dan pemudi pemberani yang bisa melompat tinggi. Mereka menggunakan batu besar yang tinggi sebagai penghalang dan melompati batu itu. Lula adalah gadis pemberani yang bisa melompati batu paling tinggi dan menjadi juara.

Namun, pada suatu hari, Lula terjatuh dan kakinya terluka, sehingga tidak bisa melompat tinggi  lagi. Lula yang sedih dan kecewa, menjauh dari teman-temannya yang bisa melompat tinggi. Dia iri karena mereka masih punya kemampuan melompat yang hebat. Ketika perlombaan melompati batu berlangsung, Lula hanya bisa melihat dari jauh sambil menangis sedih.

Akhirnya, Lula memutuskan pergi dari desa Hombo. Teman-teman Lula mencoba menghentikannya. Tapi, Lula yang terlalu memikirkan perasaannya sendiri, tak mempedulikan mereka.

Hari sudah malam ketika Lula sampai di sebuah desa yang aneh. “Rumah-rumah di sini kecil sekali. Aku tak pernah melihat desa seperti ini,” ucap Lula. Oleh karena lelah berjalan jauh, Lula tertidur di bawah pohon besar yang berada dekat dengan desa itu.

Keesokan harinya ketika matahari bersinar cerah, Lula terbangun. “Selamat pagi! Kau Lula, kan?” terdengar suara yang entah dari mana asalnya, membuat Lula terkejut. “Aku di sini! Aku seekor belalang. Kau berada di desa belalang saat ini,” seru suara itu lagi.

Lula melihat seekor belalang hinggap di rumput. “Dari mana kau tahu namaku?” tanya Lula. “Aku pernah melihatmu jadi juara lompat tinggi. Hebat sekali! Sejak saat itu, aku mencari tahu namamu dan menjadi penggemarmu,” jawab si belalang.

“Aku sudah tak bisa menjadi juara lompat tinggi lagi. Semua itu karena kakiku terluka dan aku tidak bisa melompat tinggi,” tutur Lula sedih. “Kau tidak langsung jadi juara lompat tinggi begitu saja, kan? Kau pasti mulai dengan belajar melompati batu kecil. Lalu setelah itu batu yang lebih besar,” tandas si belalang.

Lula kaget mendengar perkataan bijak si belalang. “Kau benar! Aku berlatih dari kecil untuk jadi juara melompat tinggi. Selama ini aku ingin kehebatanku kembali. Tapi, aku lupa hal itu kudapatkan dari latihan yang terus menerus,” ujar Lula bahagia. Si belalang mengangguk. “Aku juga berlatih terus menerus sampai aku bisa melompat jauh,” kata belalang.

Setelah itu, Lula memutuskan untuk kembali ke desa Hombo. “Teman-teman, maafkan aku yang sempat merasa iri pada kalian. Mulai sekarang aku akan berlatih melompat tinggi dari dasar lagi. Maukah kalian membantuku?” tanya Lula kepada teman-temannya. “Tentu saja, Lula. Kami senang sekali kau memutuskan untuk kembali,” seru teman-teman Lula seraya memeluknya.

Lula pun berlatih dengan giat dan akhirnya perlombaan lompat tinggi dimulai lagi. 1…2…3…Lula berlari dan Hop! Dia melompat tinggi sekali. Lula kembali menjadi juara lompat tinggi tahun itu. Semua orang di desa bersorak gembira untuk Lula. Tapi, kali ini Lula tidak bangga karena gelar juara, dia bangga karena ada teman-temannya yang baik dan si belalang yang telah mengajarkannya menjadi lebih bijak dan pantang menyerah.

 

Cerita: JFK    Ilustrasi: JFK

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *