Siapa pun yang pulang dari Tanah Suci Mekkah akan bercerita pengalamannya selama di sana. Salah satunya mungkin ketika mengunjungi Jabal Magnet. Ada apa, ya, dengan Jabal Magnet?

Meskipun fenomena Jabal Magnet tidak seterkenal Jabal Uhud maupun Jabal Rahmah, tapi belakangan ini menjadi semakin banyak dibicarakan. Jabal atau gunung magnet yang dinamakan Magnetic Hill ini disebut oleh warga setempat sebagai Manthiqa Baidha, yang artinya perkampungan putih.

Bukit Batu dan Pasir

Lokasi Jabal Magnet ini berada di antara kota Madinah dan Tabuk. Sekitar 40 kilometer menuju arah kota Tabuk. Tampilannya seperti gunung-gunung kebanyakan di Arab Saudi, yaitu berupa bukit berbatu dan pasir yang gersang. Namun, kekhasan bukit Jabal Magnet ini adalah bebatuan pada bukitnya didominasi merah bata dan beberapa berwarna hitam.

Dirasakan oleh Kendaraan

Fenomena Jabal Magnet ini bisa dirasakan ketika berada di dalam kendaraan atau saat mengendarai kendaraan seperti mobil atau bus. Jika mobil ke arah Madinah, maka kecepatan mobil akan tinggi menjauhi Jabal Magnet. Namun, jika mobil melewati Jabal Magnet ke arah kota Tabuk, maka pengemudi akan merasakan kesulitan ketika mengendarainya. Mobil akan terasa berat dan hanya mampu melaju dengan kecepatan 15-20 km/jam, meskipun jalanan yang dilalui tidak menanjak.

Endapan Batuan Gunung

Secara geologis, fenomena Jabal Magnet dapat dijelaskan secara logika. Kota Madinah dan sekitarnya berada di atas Arabian Shield tua yang sudah berumur 700-an juta tahun. Selain itu, kawasan itu juga berupa endapan batuan gunung yang rendah sodium (theolitic basalt) seluas 180.000 km persegi yang berusia muda.

 

 

 

Teks: JFK      Foto: Istimewa

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *