Devin Agastya, seorang remaja berusia 15 tahun ini adalah sosok yang sangat berbakat di bidang sains dan teknologi. Bakatnya itu terbukti dengan inovasi-inovasi yang ia ciptakan di usianya yang masih belia. Bakatnya itu juga banyak membawanya menjadi juara di perlombaan sains. Yuk, simak kisah unik dan inspiratif dari Devin sang inovator muda!

Suka Mengotak-atik Barang Sejak Kecil
Devin memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Bahkan sejak kecil, ia senang sekali mengoprek mainan-mainan yang ia punya, karena ingin tahu bagaimana sebuah benda bisa bekerja. Karena kebiasaannya itu, Devin menjadi senang membuat benda-benda robotik yang inovatif. Dalam membuat inovasi tersebut, Devin terinspirasi dari masalah sehari-hari yang dihadapi, lalu ia pikirkan bagaimana membuat solusi dari masalah itu. Menurutnya, robot dapat dirancang untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada di keseharian kita.

Sampai saat ini, Devin sudah membuat robotic hand, alat yang dapat mengambil suatu benda di tempat berbahaya. Terpikirkan dari pandemi yang sekarang terjadi, ia juga berhasil membuat Smart Face Shield, yaitu face shield yang bisa langsung mengukur suhu tubuh pemakainya.

Sering Menjuarai Lomba Sains Nasional Bahkan Internasional
Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, Devin sudah banyak menuai prestasi dari perlombaan sains. Ia pernah menjuarai lomba robotik tingkat nasional. Lomba terakhir yang ia menangkan adalah lomba sains internasional yang diikuti oleh 1300 peserta dari 20 negara, dan ia mendapat Silver Award.

Ingin Membuat Pesawat Seperti Bapak B.J. Habibie
Selain kesukaannya mengotak-atik benda dan membuat benda robotik, Devin juga memiliki hobi unik, plane spotting, yaitu kegiatan memotret pesawat untuk dikoleksi atau dibagikan di media sosial. Ia bergabung dengan komunitas plane spotting dan sering mengunjungi bandara-bandara untuk mendapatkan koleksi fotonya. Hobinya tersebut didasari oleh ketertarikannya terhadap pesawat sejak kecil. Maka dari itu, ia sangat mengidolakan mendiang Bapak B.J. Habibie sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil membuat pesawat. Saat kuliah nanti, ia ingin mendalami bidang Aeronautika dan bercita-cita bisa membuat pesawat sendiri.

Dukungan dari Orangtua untuk Terus Berinovasi
Kecintaan Devin pada sains dan teknologi juga didukung penuh oleh kedua orangtuanya. Menurut orangtuanya, yang terpenting apa pun yang diciptakan oleh Devin bisa bermanfaat dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Selain karena dukungan orangtua, prestasi yang Devin miliki juga didukung oleh kemampuannya dalam mengatur waktu antara belajar di sekolah, membuat project-project sainsnya, maupun untuk melakukan hobi plane spotting-nya.

Sebagai seorang inovator yang terus melakukan percobaan, Devin pastinya pernah mengalami kegagalan dalam prosesnya sampai penemuannya berhasil digunakan. Namun karena ia tidak takut gagal dan terus mencoba, ia berhasil menciptakan sebuah benda yang dapat digunakan. Maka dari itu, Devin berpesan bahwa jika kita menghadapi kegagalan, jangan putus asa dan bangkit untuk menemukan jalan keluarnya. Kegagalan yang terjadi harus dijadikan sebagai pelajaran untuk tidak diulangi di kemudian hari. Jangan pernah berhenti mencoba untuk menemukan cara lain menuju keberhasilan. Teruslah mengeksplor diri dan berinovasi. Let your dreams take flight.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *