Kuku panjang dan kotor,  adalah sarang kuman. Secara berkala harus dipotong. Eits, jangan pinjam punya orang lain, termasuk Mama, Papa, Kakak atau Adik. Kamu, sebaiknya punya gunting kuku sendiri.

Gunting kuku, menurut dr. Reisa Broto Asmoro dari acara kesehatan Dr. Oz Indonesia, sebaiknya tak boleh di-sharing (dibagi) dengan siapapun. Apalagi kalau kamu punya adik bayi, wah, gunting kuku-nya benar-benar khusus, Kids.

Tak seperti kamu yang memotong kuku seminggu sekali, kuku adik bayi masih tipis banget dan cepat sekali tumbuh sehingga bisa saja dipotong setiap hari. Alatnya berbeda dengan punya kamu atau Mama dan Papa.

“Gunting kuku bayi sebenarnya tidak terlalu tajam sehingga meminimalkan terjadinya salah potong. Selain itu, gunting kuku bayi dirancang untuk disterilisasi sebelum digunakan sehingga kalaupun terjadi luka, tidak sampai menimbulkan infeksi,” ujar dr. Reisa pada acara Talkshow Parenting “101 Perawatan Bayi” sekaligus peluncuran buku “Mommy. 101: 101 Perawatan Bayi” yang ditulis oleh Riescha Puri Gayatri di JCC, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Tak hanya dengan adik bayi, kamu juga sebaiknya punya gunting kuku sendiri. Jangan pinjam punya Mama, Papa, Kakak atau teman. Hal ini untuk mencegah terjadinya penularan penyakit kulit seperti jamur. Disarankan, setiap anggota keluarga punya alat pemotong kuku sendiri-sendiri.

Selain gunting kuku, sisir pun tak boleh dipinjamkan pada orang lain. Kondisi kulit kepala kamu, Mama – Papa, Kakak atau adik bayi, berbeda-beda.

dr. Reisa Broto Asmoro dan Riescha Puri Gayatri dalam acara Talkshow Parenting 101 Perawatan Bayi di Smart Parenting Baby Expo 2018, JCC, Jakarta [Foto: Efa/JFK]  Sabtu 26/7/18

“Apalagi dewasa dan anak ya, jelas beda. Orang dewasa kan lebih banyak aktivitasnya di luar ruangan, banyak keringat, dan terpapar debu. Kondisi kulit kepala pun berbeda, ada yang banyak kulit matinya, ada yang berminyak. Jadi kalau dipakai bareng-bareng sama anak, takutnya anak bisa  ketombean,” ujar dr. Reisa yang juga menjadi Konsultan Ahli dalam Buku Mommy.101: 101 Perawatan Bayi yang diluncurkan oleh Penerbit Esensi (imprint Penerbit Erlangga).

Mungkin terlihat sepele, tapi kalau memakai sisir secara bergantian, bisa menularkan penyakit rambut, Kids, seperti kutuan. Misalnya, kamu meminjam sisir teman kamu yang kebetulan memiliki rambut berkutu. Kamu, juga bisa ikutan ketularan kutu, lho! Itu sebabnya, kita sebaiknya punya sisir masing-masing.

Begitu juga dengan adik bayi, harus menggunakan sisir khusus untuk bayi. Kulit kepala adik bayi masih rentan (tipis) dan belum setebal kulit kepala kalian atau Mama Papa. Kalau adik bayi pakai sisir kamu  atau sisir orang dewasa, nanti rambut adik bayi bisa rontok atau patah-patah.

Nah, sekarang sudah paham kan kenapa kita tak boleh sharing gunting kuku dan sisir? (Efa, Foto: Istimewa)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *