Indonesian Hemophilia Society (IHS) menggandeng Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menyerahkan donasi senilai Rp 400 juta untuk penyintas bencana gempa Sulawesi Barat. Bantuan obat khusus Hemofilia berupa Faktor VIII dan Faktor IX yang merupakan konsentrat Faktor Pembeku Darah bagi anak-anak penyandang Hemofilia. Mereka saat ini sedang mengalami perdarahan di pengungsian mulai dari Tasiu, Mamuju hingga ke Gunung Lambe-Lambe, Bukit Samang dan Marasaile, Kayu Angin, Majene.

Ketua ILUNI UI sekaligus Koordinator ILUNI UI Peduli, Ibu Endang Mariani mengatakan, misi kemanusiaan kali ini menjadi berbeda karena dijalankan di masa pandemi Covid-19.  “Donasi obat khusus hemofilia dari Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI/IHS) ini tidak sama dengan obat-obatan biasa. Dalam kondisi normal saja, obat-obatan ini relatif tidak mudah diperoleh, apalagi dalam situasi bencana, hampir dapat dipastikan tidak ada,” tegas Ibu Endang.

Konsentrat Faktor VIII dan Faktor IX ini berasal dari World Federation of Hemophilia (WFH) yang dikelola penggunaannya oleh HMHI bersama RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Tim Pelayanan Terpadu Hemofilia. Harga yang sangat mahal juga menjadi salah satu penyebab kelangkaan obat ini di Posko Kesehatan Kebencanaan. “Padahal risiko perdarahan bagi penyandang Hemofilia sangat besar pada situasi bencana,” kata Ibu Endang.

Belum lagi sampai saat ini belum ditemukan cara yang lebih efektif untuk mencegah dan menghentikan perdarahan, baik terbuka maupun tertutup bagi penyandang hemofila, selain dengan menambah konsentrat faktor pembeku darah dari luar melalui injeksi intravena. Untuk itu, Tim ILUNI UI juga melakukan koordinasi dengan Tim Medis dari Posko Klaster Kesehatan BNPB/KEMENKES. “Alhamdulillah, tindakan medis sudah dapat langsung diberikan, segera setelah obat diterima,” paparnya.

Mewakili HMHI/IHS, Dr. dr. Novie Amalia Chozie, Sp.A(K), Wakil Ketua Bidang Medis mengucapkan terima kasih atas kesediaan ILUNI UI menyerahkan donasi obat khusus untuk penyandang Hemofilia hingga ke pengungsian di wilayah yang relatif sulit terjangkau. Ibu Novie mengatakan, konsentrat Faktor VIII untuk Hemofilia A dan Faktor IX untuk Hemofiia B senilai lebih kurang 400 juta rupiah ini sangat dibutuhkan untuk mencegah dan mengatasi perdarahan pada anak-anak terdampak bencana, yang lahir dengan ketidakmampuan memproduksi faktor pembekuan darah. “Kami kesulitan untuk mencapai kesana, jadi salut atas dedikasi tim ILUNI UI,” ucap Ibu Novie yang merupakan dokter spesialis konsultan Hematologi anak lulusan FKUI.

Selain donasi obat-obatan, ILUNI UI Wilayah Sulawesi Tengah bersama Community Disaster Response Team (Co-DRT) yang dipimpin oleh Ketua Alumni Peduli Center ILUNI UI Ibu Missi Arsita Lawalata juga menyerahkan berbagai bantuan berupa bahan makanan untuk dapur umum di titik-titik pengungsian, kebutuhan sanitasi diri, serta APD bagi tenaga kesehatan. Tim tanggap darurat ILUNI UI ini juga memberikan dukungan psikososial dan asesmen untuk mempersiapkan program selanjutnya. “Karena program kebencanaan ILUNI UI merupakan program berkelanjutan. Biasanya kami juga mendampingi para penyintas hingga tahap rekonstruksi dan rehabilitasi, bahkan sampai tahap pemulihan,” tandas Ibu Missi.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *