Jakarta, majalahjustforkids.com – Di Indonesia, kesadaran akan risiko osteoporosis masih cukup rendah, padahal studi menunjukkan bahwa prevalensi osteoporosis dan osteopenia global mencapai 19,7 persen. Data yang sama juga menyebutkan bahwa angkanya lebih tinggi di negara berkembang dibandingkan negara maju. Sebagai bagian dari refleksi pada Peringatan Hari Osteoporosis Nasional (HON) 2022 yang digelar Entrasol dan Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) bulan lalu, masyarakat Indonesia diingatkan kembali bahwa osteoporosis adalah silent disease, dan mereka mendapat edukasi mengenai pentingnya sinergi kesehatan antara otot, tulang, dan jantung dengan melakukan gerakan 30 Minutes Everyday serta pemeriksaan kepadatan tulang dan massa otot guna mendeteksi dini risiko osteoporosis.

Di perhelatan HON 2022 tahun ini, Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat, agar tulang tidak keropos saat memasuki masa lansia dan mengalami osteoporosis. “Lansia harus mengonsumsi nutrisi yang mengandung kalsium tinggi. Ketika indikator merah, maka lansia harus segera mendapatkan treatment khusus untuk meningkatkan kalsium. Ayo, mari kita rajin berolahraga dan beraktivitas di luar ruangan, terutama di bawah pukul sembilan pagi agar mendapat sinar matahari,” saran Pak Menkes.

Hal ini dikuatkan juga oleh Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Ahli Ilmu Faal Olahraga Klinis, dr. Putri Sakti, M.Gizi, SpGK, AIFO-K yang menjelaskan beberapa cara mencegah osteoporosis, dimulai dengan mengelola pola makan yang tepat. “Penyakit osteoporosis bisa kita cegah dengan mengonsumsi jumlah kalsium sesuai takaran asupan harian yang tepat. Selanjutnya, cukupi asupan vitamin D dari berbagai sumber misalnya dari makanan atau minuman, paparan sinar matahari, bisa juga dilengkapi dengan suplemen pendukung. Kesehatan tulang pun perlu didukung dengan kekuatan otot dan kesehatan jantung yang dibantu dari konsumsi nutrisi yang diperkaya oleh ekstrak buah zaitun. Selain itu, untuk meningkatkan kepadatan mineral tulang, penting untuk menjaga asupan kalsium harian kita. Kombinasi dari asupan nutrisi tersebut nantinya akan mencegah osteoporosis sekaligus menjaga kesehatan jantung dan menangkal radikal bebas,” papar dr. Putri Sakti.

Takaran Asupan Nutrisi yang Sesuai Membantu Mencegah Osteoporosis
Osteoporosis dapat dihambat dengan mengonsumsi asupan nutrisi harian yang tepat sesuai dengan anjuran. Jumlah kalsium harian yang direkomendasikan untuk laki-laki dan perempuan usia 19-50 tahun adalah 1.000 mg. Laki-laki yang berusia 51-70 tahun tetap dianjurkan untuk mengonsumsi 1.000 mg kalsium harian, sementara untuk perempuan usia 51-70 tahun disarankan untuk mengonsumsi kalsium harian sebesar 1.200 mg. Tidak hanya kalsium, vitamin D dan protein pun berperan penting dalam membantu mencegah osteoporosis. Vitamin D disarankan dikonsumsi target harian 600 unit internasional (IU) vitamin D perhari untuk usia 19 hingga 70 tahun dan 800 IU jika berusia 70 tahun ke atas. Adapun konsumsi harian asupan protein untuk usia dewasa umumnya disarankan sebesar 0,75 gr protein untuk setiap 1 kg berat badannya.

Lebih lanjut, untuk menjaga kesehatan tulang secara optimal juga bisa memilih asupan nutrisi yang mengandung ekstrak buah zaitun. Hal ini dikarenakan buah zaitun memengaruhi kadar osteocalcin dalam darah menjadi tinggi sehingga bemanfaat untuk membentuk tulang yang sehat. Tidak hanya itu, ekstrak buah zaitun pun diperkaya dengan zat besi, vitamin E, dan kalsium, yang juga mengandung sifat antioksidan dan antiinflamasi alami. Dengan kandungan nutrisi yang sangat baik, ekstrak buah zaitun terbukti dapat menjaga kesehatan tulang, kepadatan mineral tulang, kesehatan kardiovaskular, serta menangkal radikal bebas.

Selain menjaga pola makan sesuai, kesehatan tulang dapat terjaga melalui rutin beraktivitas fisik. Seperti yang diungkapkan dr. Antonius Andi Kurniawan, SpKO, selaku Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, “Salah satu aktivitas fisik yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang sekaligus menjaga kebugaran itu dengan berolahraga. Berolahraga dapat dilakukan setidaknya 3 atau 4 hari seminggu. Jenis olahraga yang tepat untuk memperkuat tulang misalnya lewat latihan menahan beban dan latihan resistensi, misal berlari, menari, aerobik, mendaki, atau tenis. Entrasol sendiri merekomendasikan masyarakat untuk menyisihkan 30 menit dalam sehari untuk berolahraga ringan demi membantu mencegah osteoporosis,” ungkap dr. Andi.

Christofer Samuel Lesmana, Head of Group Business Adult Nutrition KALBE Nutritionals, mengajak masyarakat Indonesia agar meningkatkan kepedulian terhadap osteoporosis di Indonesia. “Pencegahan dan edukasi merupakan kedua hal yang penting dilakukan berbagai kalangan. Dengan tujuan bersama-sama menyehatkan bangsa, kami berharap masyarakat Indonesia bisa lebih sehat, aktif, dan produktif melalui aktivitas fisik dan nutrisi tepat setiap hari bersama Entrasol guna mencegah terjadinya osteoporosis sejak dini,” jelas Christofer.

Untuk mengoptimalisasi pencegahan risiko osteoporosis, Christofer menyampaikan bahwa Entrasol hadir membantu melengkapi nutrisi yang diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan tulang melalui inovasi produk berupa Entrasol Gold nutrisi tinggi kalsium dengan ekstrak buah zaitun dan Pro-Fit Formula. Entrasol Gold juga kaya vitamin D untuk mendorong pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang, serta dilengkapi kandungan tinggi serat, ekstrak buah zaitun, omega 3 dan 6, tanpa penambahan gula. “Pencegahan osteoporosis harus dimulai sejak dini dengan melakukan kombinasi pola hidup sehat, pola makan dengan nutrisi tepat setiap hari dan juga dengan aktif bergerak. Jaga kesehatan otot, tulang, dan jantung agar kita tetap aktif dan produktif,” tutup Christofer.

(Foto : Ist)

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *