Ikan dari keluarga Gobiidae ini memililiki banyak nama, lho. Ada ikan Gelodok, Belodok, Belodog atau Blodog, Tembakul, Tempakul, Timpakul atau Belacak (bahasa Melayu), Gabus laut, Lunjat, dan Mudskipper (bahasa Inggris).

Mudskipper jika dilihat dari bentuk fisiknya, merupakan ikan sangat unik. Cara hidup dan daya tahan hidupnya, semakin memperlengkap keunikannya. Bentuk fisik ikan ini bulat panjang seperti torpedo, dengan mata yang menonjol di atas kepalanya seperti kodok. Pangkal sirip dadanya yang kuat akan tertekuk sehingga dapat digunakan untuk berjalan di daratan lunak seperti lumpur dan akar pohon bakau.

Dengan menggunakan ototnya, ikan Glodok ini bisa melontarkan diri mereka hingga 2 kaki atau sekitar 60 cm. Panjang tubuh ikan ini sangat bervariasi mulai dari beberapa centimeter hingga bisa mencapai 30 centimeter.

Ikan Gabus Laut

Hingga saat ini, ikan yang juga disebut sebagai Gabus laut itu telah teridentifikasi sebanyak 35 species. Banyak dijumpai di pantai-pantai beriklim tropis, subtropik, dan beriklim daerah. Hutan mangrove merupakan ekosistem yang sangat disukai oleh ikan Glodok ini.

Kekuatan ikan Glodok bertahan di daratan dengan pernapasan melalui insang, dikarenakan ia bernapas melalui kulit tubuhnya dan lapisan selaput lendir di mulutnya serta kerongkongan. Cara bernapas seperti itu dapat dilakukan kalau semuanya dalam kondisi lembap. Itulah yang membuat ikan glodok akan mencelupkan dirinya ke dalam air atau lumpur sehingga tubuhnya tetap basah.

Tahan 7-8 Menit

Ikan ini juga bisa bertahan di darat selama 7-8 menit.  Habitat yang paling disukai adalah wilayah pasang surut. Sebagai ikan ampibi, ia bisa berinteraksi sangat aktif di daratan dengan berinteraksi satu sama lainnya, bahkan bisa menyerang dan mengusir ikan Glodok lainnya untuk mempertahankan wilayahnya.

Seekor ikan Glodok betina dapat bertelur hingga 70.000 butir dalam sekali masa reproduksi. Ikan Glodok memangsa aneka hewan di darat ataupun di perairan, yaitu: ketam binatu, udang ikan, kerang, cumi-cumi, semut, dan lalat, namun bisa juga memakan sedikit tumbuhan.

Foto: Istimewa

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *