Semua mahluk diciptakan dengan keistimewaannya masing-masing. Banyak binatang tercipta buta tetapi mereka memiliki indra lainnya yang lebih peka untuk bisa bertahan hidup. Seperti indra penciuman, indra sensor berupa antena dan kulit.

Ikan juga ada yang tercipta buta sejak mereka lahir dan species ini banyak ditemukan di perairan  dalam gua yang hidup tanpa cahaya sama sekali. Ikan-ikan ini merupakan ikan endemik daerah karst tertentu yang dahulunya tidak buta. Ikan akan beradaptasi dengan lingkungannya sehingga berevolusi dimana tubuh ikan menjadi transparan, bola mata mengecil bahkan buta tetapi organ sensorik mereka tumbuh dengan pesat.

Ikan Gua Bostrychus sp sejenis ikan wader dari Gua Sapira di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan yang ditemukan oleh Tim Peneliti LIPI. Spesies yang ditemukan ini memiliki karakter  khas  trogloibit, karakter khas bagi hewan yang telah beradaptasi terhadap lingkungan dalam goa yang gelap gulita dengan tingkat kelembapan yang tinggi dan suhu yang relative konstan.

Tubuh Kecil

Ikan wader dari Gua Sapira Maros ini memiliki tubuh kecil dengan kulit yang transparan dan berwarna putih susu. Kalau kamu mencari-cari matanya kamu tidak akan menemukannya karena ikan ini terlahir dalam kondisi buta dari orangtua yang buta pula. Untuk bertahan hidup, ikan ini memiliki organ sensor yang berkembang, seperti sirip-siripnya yang berkembang melebihi ikan lain. Organ sensor inilah yang bisa mengetahui keberadaan makanannya, predatornya, dan lainnya.

Selain ikan buta di gua karst Maros juga terdapat fauna air tawar yang terlahir buta yaitu Isopoda air tawar dari jenis Cirolana marosiana. Udang-udangan kecil yang terlahir buta ini memiliki tubuh yang transparan dan berwarna putih. Cirolana Marosiana  juga di temukan di Pegunungan Sewu.

Masih Terbatas

Keelokan dari fauna-fauna gua yang terlahir buta ini sayangnya masih terbatas untuk kita lihat karena lokasi endemik yang sulit dijangkau. Perlu kamu ketahui kalau kawasan Karst Maros dan Pegunungan Sewu merupakan lokasi karst yang paling terkenal sejak dulu dan memiliki banyak flora dan fauna. Maka jangan heran kalau kedua tempat ini sangat terkenal. (JFK/Nov)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *