Tahukah, Kids, menurut Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, satu dari lima anak Indonesia mengalami berat badan kurang, lho! Nah, jika hal tersebut tidak segera diatasi, maka akan menimbulkan berbagai dampak. Sebut saja diantaranya; terancam menjadi wasting (gizi kurang), hingga tubuh pendek (stunting). Dan ternyata, untuk masalah stunting ini, Indonesia menduduki peringkat ke-5, lho, di dunia. Duuh…

Menurut DR. Dr. Conny Tanjung, Sp.A(K), berat badan kurang diakibatkan karena asupan gizi kurang, penyakit kronis, masalah kesulitan makan, praktik pemberian atau pola makan yang salah. “Berat badan kurang bisa menimbulkan dampak negatif, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Seperti penurunan sistem kekebalan tubuh sehingga kalian jadi gampang sakit, tinggi badan cenderung pendek, gangguan perkembangan otak dan fisik; misal daya pikir dan interaksi sosialnya terganggu, dan juga berbagai penyakit degeneratif lain seperti jantung, diabetes, dan hipertensi (darah tinggi),” jelas Ibu Conny.

Wah, ternyata, berat badan kurang, dampaknya sangat luar biasa, ya, Kids? Kalian tentu tidak mau, kan, mengalaminya?

Jangan khawatir, masih bisa diatasi, kok, Kids. Langkah pertama yang bisa kalian lakukan adalah dengan cara mengecek tinggi dan berat badan kalian. Apakah sudah ideal atau belum? Agar lebih pasti, kalian bisa berkonsultasi pada ahli kesehatan. Jika ternyata berat badan dan tinggi kalian belum ideal (berada di bawah kurva) pertumbuhan yang seharusnya, kalian akan diberikan saran asupan makanan yang diperlukan. Selain itu juga ada beberapa aktivitas olahraga yang bisa kalian lakukan untuk menambah tinggi badan, misal lompat tali, basket, bersepeda, berenang ataupun sepakbola.

Danone Indonesia

Peduli akan masalah berat badan anak dan dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 Januari, Danone Indonesia-perusahaan multinternasional yang memproduksi berbagai jenis makanan dan minuman, turut mendukung pemerintah dalam mengkampanyekan peran keluarga sebagai tonggak utama dalam kesadaran gizi. Termasuk juga pentingnya pemantauan status gizi secara rutin.

Untuk itulah Danone Indonesia menyediakan platform website www.cekberatanak.co.id. “Website ini diharapkan dapat memudahkan orang tua dalam memantau berat badan ideal si Kecil dari mana saja dan kapan saja. Dengan rutin mengecek kurva pertumbuhan anak melalui website ini, semoga orang tua dapat lebih siap dan waspada bila terjadi gejala berat badan kurang sehingga segera mencari solusi dengan berkonsultasi kepada ahli kesehatan terdekat,” jelas Bapak Arif Mujahidin, Communications Director Danone Indonesia. “Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen mendukung perbaikan gizi, tidak hanya menyediakan produk nutrisi dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau, kami juga secara berkesinambungan memberikan edukasi mengenai gizi. Hal ini kami lakukan untuk memastikan bahwa kehadiran kami dapat memberikan dampak kesehatan ke sebanyak mungkin masyarakat dunia dan khususnya untuk Indonesia,” tambahnya.

“Upaya perbaikan gizi memang memerlukan peran aktif keluarga, terutama orang tua dan dukungan penuh dari lingkungan sekitar. Selain memperhatikan pola makan dengan aktif mencari informasi dan mengkreasikan menu untuk membuat anak tertarik mengkonsumsi makanan bergizi, dalam perspektif pola asuh, orang tua juga perlu turut andil memberikan contoh kebiasaan pola makan yang baik di rumah dan menyediakan waktu makan bersama yang berkualitas dengan anak. Di usia balita dimana anak menyerap apapun dengan cepat, orang tua juga perlu menyampaikan kalimat dengan positif agar tertanam afirmasi yang baik di benak mereka tentang makanan,” saran Ibu Ajeng Raviando, Psikolog.

Seperti apa yang dilakukan oleh aktris Kaditha Ayu, seorang ibu satu anak yang melakukan berbagai cara agar sang anak mau makan. “Cara yang ampuh biasanya saya dan suami juga ikutan makan apa yang anak saya makan,” ujarnya.

Foto: Novi

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *