Teman-teman dari SDIT Al Hikmah, Bekasi, ini patut dicontoh, Kids. Meski masih duduk di bangku Sekolah Dasar, namun mereka peduli pada permasalahan lingkungan sekitar dan berusaha untuk menemukan solusinya.

Ya, melihat banyaknya pepohonan hijau di sekolah sehingga mengharuskan pihak sekolah untuk selalu membersihkan sampah-sampah daun yang berserakan setiap harinya, menggerakkan hati ke-empat orang siswa yaitu Ibnu, Denivo, Faustin, dan Raka untuk mencari solusinya. Kebetulan mereka berempat sama-sama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler robotic di sekolah sejak kelas 4.

Awalnya, pihak sekolah secara manual membersihkan sampah-sampah daun itu dengan sapu lidi setiap hari menggunakan tenaga manusia. Namun, jumlah tenaga kebersihan yang terbatas dan sangat luasnya area yang harus dibersihkan, sangatlah tidak sebanding. Maka terbetiklah ide untuk membuat robot yang bisa membersihkan sampah-sampah daun tersebut!

Lima Kali Gagal

“Kita sudah melakukan percobaan sejak awal kelas 5. Kita rakit robot dengan menggunakan bahan lego,” ujar Denivo yang hobi merakit robot dan bercita-cita menjadi seorang ilmuwan. Bersama ketiga temannya yang lain yaitu Ibnu, Faustin, dan Raka, selama tiga bulan lamanya mereka berempat mulai melakukan berbagai percobaan.

Setelah lima kali mengalami kegagalan, akhirnya mereka pun menemukan formula yang pas. Ya, robot yang dapat memecahkan masalah kebersihan sekolah dengan mudah. Yeayy!

“Robot pembersih daun ini memiliki 5 penggerak berupa motor DC, 2 untuk menjalankan robot dengan desain robot tank supaya robot dapat tetap berjalan pada permukaan yang tidak rata. Robot dapat dikendalikan secara otomatis menggunakan sensor jarak. Jika robot mendeteksi objek di depannya, robot akan berputar balik hingga tidak terbentur dan dapat juga dikendalikan secara manual bila robot dihubungkan dengan HP Android. Robot akan dikendalikan melalui HP Android tersebut,” terang Ibnu, penghobi bola dan games yang bercita-cita menjadi seorang pilot.

“Motor DC 3,4 dan 5 akan digunakan untuk menghisap daun yang ada di lapangan atau tanah di sekolah,” tambah Faustin yang hobi menulis, makan, dan main game ini. “Robot tersebut tidak hanya bisa menghisap dedaunan, tapi juga plastik-plastik yang berserakan, dan lain-lainnya,” ungkap Raka yang ingin menjadi dokter sekaligus youtuber.

Lima Juta Rupiah

Tentang biayanya, diakui Denivo dan ketiga temannya, untuk membuat robot pembersih daun tersebut mereka mengeluarkan dana sekitar Rp. 5 juta. Oh iya, Kids, sebelumnya mereka berempat juga sudah pernah berhasil membuat mobil penghisap tikus, lho! Keren, ya?

Hebat kan, Kids, teman-teman kita ini. Mereka berhasil menciptakan karya yang luar biasa! Tak heran kalau hasil karya mereka kemudian mendapatkan penghargaan dalam ajang DANCOW Kreasi Anak Indonesia (DKAI) 2019. DKAI merupakan kompetisi antar sekolah nasional yang diselenggarakan oleh Nestle DANCOW FortiGro, merek susu bubuk dari Nestle, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Program edukatif tersebut ditujukan untuk pelajar kelas 3-5 SD. Mereka diajak untuk membuat ide kreasi dari empat pilihan bidang, yakni: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Nutrisi, Lingkungan, serta Seni & Kreativitas. Nah, Ibnu, Denivo, Faustin, dan Raka yang berhasil menemukan dan membuat robot pembersih daun di sekolah, berhasil menjadi juara 1 untuk kategori Lingkungan. Hebat!

Foto: Novi

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *