Suasana di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (22/12/19) tampak ramai dari biasanya. Banyak sekali pengunjung yang datang hari itu. Mulai dari anak-anak bersama orangtuanya, remaja, dewasa hingga orang lanjut usia.

Di koridor gedung, tampak puluhan booth berjajar. Rata-rata menyajikan informasi maupun layanan skrining terkait kanker. Semua itu bisa dinikmati secara gratis oleh pengunjung. Banyak ibu-ibu maupun bapak-bapak yang mengantre dengan tertib menunggu giliran. Sementara itu, di halaman gedung, puluhan anak-anak bermain trampolin dengan riang. Raut wajah mereka menandakan kebahagiaan murni, yang sarat tanpa penderitaan.

Anak-anak bermain trampolin

Choose Hope”: Tribute to Cancer Survivors

Rupanya, hari itu adalah puncak kegiatan “Choose Hope: Tribute to Cancer Survivors” yang telah berlangsung selama 2 hari, yakni 21-22 Desember 2019.  Kegiatan  yang digelar oleh Tim Pengelola Pengembangan Pelayanan Kanker Terpadu (PkaT) dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo ini merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan HUT RSCM 100 Tahun.

Selama 2 hari, banyak agenda digelar, mulai dari informasi edukasi kanker, dialog interaktif dengan para ahli, stan-stan (booth) klinik kanker dari multidisiplin ilmu, skrining kanker serviks, kanker kulit, retinoblastoma pada anak, kanker payudara, kuis berhadiah, game, serta public cancer awareness campaign. Yang terakhir tersebut, adalah suatu kegiatan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat umum akan kanker.

Penampilan marching band dari SDN Utan Kayu Selatan 13 Pagi turut memeriahkan perhelatan “Choose Hope: Tribute to Cancer Survivors”

Ya, kanker! Mendengar namanya, banyak orang bergidik ngeri. Kanker merupakan penyebab kematian kedua terbesar di dunia. Penyakit ini tak mengenal usia, bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia. Tahukah kamu, lebih dari 18 juta orang terdiagnosa kanker dan 9,6 juta orang di dunia meninggal akibat kanker setiap tahunnya. Dengan kata lain, setiap 2 detik ada 1 orang baru yang terdiagnosis kanker, dan setiap 3 detik ada 1 orang yang meninggal di dunia. Duh!

Di Indonesia sendiri, menurut Data WHO (Globocan 2018), terdapat sekitar 348.809 kasus kanker baru, dengan angka kematian akibat kanker mencapai 207.210. Hal ini disebabkan karena sebagian besar (sekitar 65%) pasien datang saat stadium sudah lanjut sehingga penanganannya menjadi lebih sulit.

Melambangkan Harapan

Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSCM menerima banyak sekali pasien dengan berbagai penyakit, termasuk kanker. “RSCM adalah rumah sakit besar. Pasiennya banyak sekali. Salah satu yang terbanyak adalah pasien kanker. Kita memilih tema “Choose Hope” di usia RSCM yang ke-100 ini untuk melambangkan harapan bagi pasien kanker yang datang berobat ke sini,” ujar dr. Angela Giselvania, Sp.Onk.Rad, Dokter Spesialis Onkologi Radiasi RSCM yang ditemui di sela-sela acara “Choose Hope”: Tribute to Cancer Survivors.”

Selebriti penggiat kanker, Shahnaz Haque turut membagikan pengalamannya kepada pengunjung yang hadir

Acara tersebut diisi dengan kegiatan yang menarik dan menghibur. Mulai dari penampilan marching band dari siswa-siswi SDN Utan Kayu Selatan 13, Jakarta, Fashion Show oleh para survivor kanker maupun artis-artis yang sukarela berpartisipasi, penampilan vokal grup lagu tema “Mengukir Karya, Meraih Prestasi”,  talk show “Life After Cancer”, flash mob dan pembentangan replika logo kanker yang dibuat dari cetakan tangan para survivor kanker, pasien kanker maupun penggiat kanker untuk menggambarkan semangat dan harapan dalam melawan kanker. Jumlahnya sekitar 1337 cap tangan. Replika logo kanker dari RSCM ini pun lantas mendapat penghargaan dari MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) sebagai replika dengan cap tangan terbanyak.

Melibatkan Selebriti Penggiat Kanker

Dua selebriti yang turut berpartisipasi dalam kampanye kesadaran kanker tersebut adalah Shahnaz Haque. Artis cantik tersebut adalah seorang survivor kanker ovarium. “Tahun 1998 saya didiagnosis kanker. Jujur, waktu itu ada perasaan takut, yaitu takut meninggal. Tapi, saya memilih tak menyerah, melainkan proaktif.  Saya banyak membaca, jadi tahu apa yang harus dilakukan seorang pasien kanker, mulai dari pengobatan hingga terapi.  Dengan semangat, saya merasa yakin bisa sembuh. Kesembuhan itu ada di dalam hati, doa dan rasa bahagia,” ujarnya memberi motivasi kepada pasien kanker maupun survivor kanker yang hadir.

Aktor Aiman Rizky, penggiat kanker yang turut memeriahkan rangkaian peringatan RSCM 100 Tahun

Selebriti penggiat kanker lainnya adalah Kak Aiman Ricky. Aktor FTV, host maupun travel blogger tersebut sangat senang dilibatkan oleh RSCM dalam kegiatan “Choose Hope: Tribute to Cancer Survivors.”  Almarhum ibunya, meninggal akibat kanker mulut rahim. Sementara keponakannya, meninggal pada usia 11 tahun akibat kanker otak.

Kehilangan orang-orang tercinta akibat penyakit kanker, membuat ia tergerak untuk lebih rajin lagi menjalankan pola hidup sehat dan mengajak orang-orang di sekitarnya untuk menjalankan perilaku serupa. “Beberapa dokter bilang bahwa kanker juga bisa disebabkan oleh faktor genetik. Dari situ aku jadi lebih peduli menjalankan pola hidup sehat, mulai dari berolahraga, istirahat cukup, banyak minum air putih, banyak makan buah dan sayur, menghindari makanan yang mengandung pengawet atau pewarna. Aku juga senang banget dilibatin dengan acara seperti ini. Pengin memberikan semangat juga untuk teman-teman yang terkena kanker dalam menjalani setiap pengobatan dan terapi, juga agar tetap menerapkan pola hidup sehat. Dan mudah-mudahan tidak berakhir seperti Ibu dan keponakanku,” ujarnya.

Rajin Kontrol ke Dokter

Ya, seorang yang sembuh dari penyakit kanker disebut seorang survivor atau penyintas kanker. Bukan berarti sel kanker yang sudah mati tak bisa aktif kembali. Itulah mengapa, seorang survivor harus tetap kontrol dan menjalankan pola hidup sehat. “Walau sel kanker sudah mati, tetap harus waspada. Kita nggak pernah tahu kapan ia muncul lagi. Setiap 2 tahun sekali, harus kontrol ke dokter. Atau setelah lebih dari 2-5 tahun, kontrol setiap 6 bulan sekali. Sehingga kalau muncul gejala  yang aneh-aneh, lebih cepat ketahuan,” anjur dr. Endang Nuryadi, Sp.Onk.Rad, Dokter Spesialis Onkologi Radiasi yang akrab disapa dr. Bobby.

(kiri – kanan) dr. Endang Nuryadi, Sp.Onk.Rad (selaku Ketua Panitia) ;  dr. Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS, FIHA (Direktur Utama RSCM); dan dr. Angela Giselvania, Sp.Onk.Rad, Dokter Spesialis Onkologi Radiasi RSCM pada acara “Choose Hope: Tribute to Cancer Survivors” di Istora Senayan, Jakarta (22/12/19)

Terkait usia RSCM yang sudah mencapai satu abad, Direktur Utama RSCM yakni dr. Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS, FIHA, menyampaikan harapannya. “Semoga lewat kegiatan ini, semakin banyak orang peduli akan penyakit kanker dan tergerak untuk menjalankan pola hidup sehat. Harapannya, di usia ke-100 ini, RSCM bisa melayani masyarakat sesuai kebutuhannya, terus memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi dan menjadi ujung tombak di Indonesia, jangan sampai kita kalah dari rumah sakit negara lain,” tutupnya.

Foto: Efa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *