Sudah beberapa bulan ini, Ibu Neneng yang tinggal di Desa Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, merasa resah. Ibu lima anak itu harus putar otak bagaimana caranya agar bisa memenuhi kebutuhan beras di rumahnya, sementara sawah tempatnya bekerja, telah mengalami kekeringan 7 bulan lamanya. Sedih pastinya… Ibu Neneng, keluarga sederhana yang juga harus merawat sang Ibu di rumahnya, hanya bisa berusaha dan berdoa agar semua kesulitannya bisa teratasi.

Rupanya, doa Ibu Neneng terjawab. Ya, pada hari itu, Kamis, 21 November 2019, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT)-sebuah badan kemanusiaan-mengerahkan armadanya untuk mengantarkan kedermawanan dalam bentuk beras sebagai bahan pangan pokok penyambung hidup saudara sebangsa prasejahtera. Humanity Rice Truck (HRT) ACT yang telah beroperasi untuk pertama kalinya pada Oktober lalu, kini semakin melebarkan jangkauan ke berbagai daerah melalui peluncuran “Jelajah Humanity Rice Truck”. Dalam acara peluncuran ini, sebanyak 10 ton beras didistribusikan ke 1.000 warga prasejahtera di Kampung Gunung Sanggar, Desa Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Rice Truck ini Mendistribusikan 10 Ton Beras Perharinya

Bapak Ahyudin, Ketua Dewan Pembina ACT, merasa tersentuh dengan kondisi masyarakat Desa Sindangkerta yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. “Sawah mereka kekeringan hingga mengalami gagal panen. Saya merasakan betul bagaimana gundahnya perasaan seorang Ibu saat menjelang sore, tidak punya beras buat dimasak untuk makan keluarganya esok hari. Ini beras untuk Ibu Indonesia karena dimana-mana saat kita bagi-bagi beras, yang datang adalah Ibu-Ibu. Saya dedikasikan “ATM” beras ini untuk seluruh Ibu-Ibu Indonesia,” tutur Bapak Ahyudin penuh semangat.

Pembuatan Humanity Rice Truck (HRT) dilatarbelakangi dari kiprah ACT yang kerap menunjang kebutuhan pangan masyarakat, terutama beras sebagai makanan pokok masyarakat. Pendistribusian beras yang biasanya dilakukan dengan sederhana, kini dilakukan dengan cara yang lebih inovatif dengan adanya Humanity Rice Truck.

Ahyudin (Tengah), Ketua Dewan Pembina ACT

“Sebelumnya, caranya itu secara manual, mendistribusikan beras melalui karung-karung dari truk. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan satu model layanan pangan berupa beras yang lebih canggih, lebih mobile, lebih masif, dan lebih cepat. Maka lahirlah Humanity Rice Truck. Saat ini, kami pun terus meluaskan jangkauan pendistribusian, salah satunya melalui program Jelajah Humanity Rice Truck ini,” ungkap Bapak Ahyudin. “Kita tidak hanya bawa beras, tapi ada juga food truck makanan bergizi, water truck, dan juga ambulan untuk layanan kesehatan gratis. Rencana ini akan berkeliling se-Jawa Barat. Dari sini ke Garut, Tasikmalaya, Cirebon, dan berakhir di Depok. Beroperasi 25 hari dengan membawa 10 ton beras perharinya. Setiap Kepala Keluarga (KK) menerima 5kg beras, dengan demikian 1 truk bisa untuk 20.000 KK,” tambah Bapak Wahyu Novian, Direktur Program ACT.

Hanya dengan Menempelkan Kartu, 5 Kg Beras akan Keluar dari Dispenser Rice Truck
“Kartu ATM” Beras

Bapak Insan Nurrohman, Vice President ACT menambahkan, truk layanan beras gratis ini memiliki banyak keunggulan bila dibandingkan program pendistribusian beras lainnya. “Dengan kapasitas 10 ton beras, HRT dilengkapi dengan 8 dispenser beras yang masing-masing dapat mengeluarkan 5 liter beras dalam satu kali penarikan. Selain itu, HRT menggunakan teknologi digital berbasis elektronik card (RFID Card) guna memberikan pelayanan filantropi secara profesional dan tersistem. Sehingga, beras sebanyak 5 liter bisa otomatis keluar dari truk tersebut,” ungkapnya.

Terdapat 8 Dispenser Beras di Sisi Kiri dan Kanan Rice Truck

Bapak Insan berharap hadirnya Humanity Rice Truck dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dan para pemangku kepentingan. Sehingga, persoalan kemiskinan yang melanda masyarakat bisa diselesaikan bersama. “Ayo, buktikan bahwa kita cinta bangsa ini, bahwa persoalan kemiskinan bukan hanya kita narasikan semata, tapi juga kita wujudkan penyelesaiannya. Mari wujudkan kepedulian dan kedermawanan kita melalui www.indonesiadermawan.id,” ajaknya.

Foto: Novi

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *