Rabu, 13 Januari 2021 lalu, Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia, Vincent Piket, berbagi informasi terkait kejadian dan perkembangan penting yang terjadi pada tahun 2020 untuk UE serta hubungan UE dan Indonesia.

Beberapa hal diantaranya adalah; terkait pemulihan ekonomi, agenda green recovery, serta perkembangan kerja sama multilateral UE dan Indonesia untuk vaksin Covid-19. Tak hanya itu, dibahas pula mengenai prioritas UE pada tahun 2021, termasuk perkembangan dalam negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-UE (I-EU CEPA), Brexit, dan masalah kelapa sawit.

Mereka mendorong agar Indonesia tidak mengabaikan perlindungan lingkungan hidup di tengah upaya memulihkan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19. “Meski anggaran negara akan banyak dialokasikan untuk kesehatan dan pemulihan ekonomi, pemerintah Indonesia tidak boleh melupakan ekonomi hijau,” ujar Piket. “Apapun yang kita lakukan, harus dengan sasaran pertumbuhan berkelanjutan. Kami pun siap membantu,” tandasnya.

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, Indonesia dan UE telah membuat kesepakatan dalam mengatasi krisis kesehatan kali ini. “Tentunya kerja sama UE dan Indonesia akan mendukung pertumbuhan ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dan lingkungan,” ungkapnya. “Pembangunan berkelanjutan juga merupakan prioritas pembangunan yang menjadi target semua sektor,” tambahnya.

Uni Eropa (UE) sendiri merupakan persatuan ekonomi dan politik dari 27 negara anggota. Ke 27 negara anggota tersebut antara lain Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Irlandia, Italia, Latvia, Lituania, Luksemburg, Malta, Belanda, Polandia, Portugal, Romania, Slowakia, Slovenia, Spanyol, dan Swedia.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *