Penyebaran COVID-19 kini semakin marak, ditambah lagi dengan varian baru yang begitu mudah sekali menular. Tak heran jika kini banyak anak-anak Indonesia yang turut menjadi korban, bahkan jumlah penderitanya paling tinggi di dunia. Dan banyak di antara mereka yang tertular dari orangtuanya sendiri. Duh!

Pemerintah pun semakin menggalakkan masyarakat secara umum untuk melakukan vaksinasi. Hampir sebagian masyarakat indonesia telah mengambil bagian dalam program vaksinasi tersebut. Selain melalui vaksin, para peneliti dari instansi akademik, lembaga penelitian, maupun industri telah mencoba menggali potensi bahan alam untuk membantu mengatasi pandemi COVID-19 dikarenakan Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam berlimpah. Besarnya potensi bahan alam tersebut menjadi landasan besarnya potensi herbal (tumbuh-tumbuhan) dan jamu untuk membantu penanganan pandemi COVID-19.

Kamu pasti pernah mendengar bahwa minyak kayu putih bisa menangkal COVID-19. Jintan hitam juga sempat dikatakan mampu menyembuhkan pasien COVID-19.

Bapak Irwan Hidayat, Direktur PT. Sido Muncul, yang terkenal dengan obat herbal jamu tolak anginnya mengatakan, bahwa ia telah menelitinya sejak 20 tahun yang lalu. “Masuk angin merupakan gejala awal menurunnya daya tahan tubuh. Kita lakukan uji toksisitas, lalu di standarisasi. Dari mulai cara menanamnya dan lain sebagainya, dan ternyata hasilnya bisa meningkatkan daya tahan tubuh,” ucapnya.

Menurut Bapak Irwan, ternyata jamu tolak angin yang ia racik dengan menggunakan bahan-bahan herbal/tumbuhan tersebut bisa bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan (imunitas) tubuh, tapi tidak spesifikasi untuk menyembuhkan COVID-19. “COVID-19 ini memang jadi masalah bersama dan saya senang semua orang ikut berusaha untuk mengatasinya. Saran saya, lakukan semuanya dengan teliti. Sangat penting untuk mencari ide. Mari kita pelihara kesehatan dan tingkatkan imunitas dengan makanan bergizi dan olahraga. Pola hidup bagus dan lain sebagainya. Untuk mengurangi gejala penyakit, bisa pakai herbal,” urainya.

Ibu Inggrid Tania, Ketum PDPOTJI yang beranggotakan para peneliti jamu herbal dan praktisi jamu herbal, mengungkapkan bahwa PDPOTJI dibentuk dalam rangka untuk mengembangkan jamu tradisional agar bisa dipakai di seluruh masyarakat dan melakukan advokasi agar obat tradisional bisa juga digunakan di pelayanan kesehatan oleh dokter. “Mengenai obat herbal atau jamu, aman dan bahkan bermanfaat serta memberikan banyak kelebihan. Di antaranya adalah untuk menjaga kebugaran dan kesehatan sehingga terhindar dari penyakit. Dari sisi imunitas, bahan alam sangat baik untuk bisa menstabilkan semua sistem di dalam tubuh dan efektif untuk mengatasi gangguan dari penyakit ringan. Dokter memang belum memiliki legalitas untuk menentukan resep obat tradisional. Akan tetapi, dokter memiliki kapasitas untuk memberikan saran kepada pasien dalam menggunakan obat tradisional,” ungkapnya.

“Para tenaga medis pun dituntut untuk tahu bagaimana caranya menggunakan obat yang terbaik dan tidak perlu mengontroversikan antara obat medis dan tradisional. Saya berharap bisa terjalin kerja sama yang baik,” tutup Bapak Kholis Abdurachim Audah, Ph.D., Director of Academic Research and Community Service SGU (Swiss German University).

Foto: Novi

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *