Reba dan Hota bersahabat sejak kecil. Di negeri Elana, mereka dielu-elukan sebagai tukang kebun yang handal.

Penduduk negeri Elana mengagumi taman-taman yang mereka buat, pohon yang mereka tanam dan rawat, serta semak yang mereka bentuk dengan indah.

Kedua orangtua Reba adalah tukang kebun, jadi wajar saja kalau keterampilan mereka menurun pada gadis itu. Kedua orangtua Hota bukan tukang kebun.

“Pekerjaan orangtuaku pedagang, tapi aku sangat suka berkebun,” kata Hota pada Reba.

“Kalau kau suka berkebun, aku bisa mengajarimu,” kata Reba.

Hota sangat giat mempelajari seni berkebun, sampai menyaingi kehebatan Reba.

“Siapa yang menyangka kalau Hota sangat berbakat?” kata teman-teman Reba.

Diam-diam Reba menyimpan kekecewaan terhadap Hota.

“Aku adalah puteri tukang kebun, dan akulah yang mengajari Hota berkebun! Mengapa sekarang Hota bisa menyaingiku?” pikir Reba.

Pada suatu kesempatan, Reba dan Hota bertanding merancang kebun untuk kejuaraan negara.

Reba merancang kebun sebaik mungkin, menggunakan semua kepandaiannya. Teman-temannya Reba sangat kagum. “Kau akan menang!” kata mereka.

Dalam hatinya, Reba terus berharap agar Hota kalah. Dia membuat kebun yang indah tetapi hatinya penuh dengan kebencian terhadap Hota!

Hota merancang kebunnya tanpa perasaan benci dan takut kalah pada Reba.

“Aku sangat bersyukur bisa berkebun, menang atau kalah tidak penting,” ujar Hota.

Tapi jika menang aku ingin hadiahku diberikan pada Reba, sebagai tanda terimakasih karena dia telah mengajariku berkebun!” pikir Hota.

Tibalah hari penilaian lomba.“Pemenangnya adalah Reba!” ucap juri.

Reba sangat gembira. “Aku lebih hebat dari Hota!” seru Reba.

Ketika Reba memperlihatkan kebunnya yang menjadi pemenang kepada orang banyak, sesuatu yang sangat mengejutkan terjadi…semua tanaman di kebun layu!

“Kenapa semua tanamanku layu?!” tangis Reba.

Kedua orangtua Reba menasehati puteri mereka. “Apa yang ada dalam hatimu ketika menanam tumbuh-tumbuhan ini?” tanya orangtua Reba.

Reba menyadari kesalahannya.”Mengapa aku bisa begitu jahat pada sahabatku sendiri? Tanaman-tanaman ini mencerminkan hatiku yang buruk! Kebencian dan rasa iri!” sesal Reba.

Reba meminta maaf pada Hota, dan mereka berdua bekerja sama membangun taman-taman terindah di dunia!

 

 

Cerita: Seruni     Ilustrasi: JFK

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *