Kurangi sampah plastik mulai sekarang, ya! Tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, namun juga untuk diri kita sendiri. Tahukah kalian, sampah plastik yang kita buang secara sembarangan, bisa jadi akan kembali ke piring kita, lho? Duh…

Ya, sampah-sampah plastik yang kita gunakan seperti kantong kresek ataupun bungkus snack dan minuman yang kita buang secara sembarangan, akan mencemari laut karena baru bisa terurai 200-400 tahun lamanya . Sampah-sampah plastik tersebut akan menjadi mikro plastik yang berukuran sangat kecil sehingga bisa termakan oleh ikan-ikan. Dapat dibayangkan, kan, jika ikan tersebut ada di piring kita?

Tak heran kalau kampanye pembersihan pantai saat ini sedang berlangsung di Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas laut melalui tindakan nyata bagi perlindungan laut kita. Kampanye #EUBeachCleanup yang mencapai puncaknya pada Sabtu, 18 September 2021 lalu, diselenggarakan oleh Delegasi Uni Eropa – bertepatan dengan Hari Pembersihan Sedunia – melalui sesi bincang bertema “Together to Protect Marine Life”.

Setiap tahun, jutaan ton sampah berakhir di lautan, yang sangat berdampak dan mengancam satwa liar termasuk burung laut, paus, ikan, hewan-hewan invertebrata lainnya, serta karang. “Kami menyadari situasi yang mengkhawatirkan ini – dan harus bertindak bersama untuk mengatasi masalah tersebut. Untuk itu, sejak Juli 2021 lalu, kami telah bermitra dengan lebih dari 40 komunitas lokal di Indonesia, dari Aceh hingga Papua, dan Sulawesi hingga Sumba, dalam mengumpulkan berton-ton sampah dari semua bagian pantai untuk melindungi biota laut,” ungkap Mr. Vincent Piket, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia.

Sesi bincang tersebut menampilkan para pegiat lingkungan dan para ahli, yang berbagi pandangan serta tindakan mereka untuk mengatasi sampah plastik dan sampah laut. Pembicara antara lain adalah Henriette Faergemann dari Delegasi Uni Eropa, Wijaya Surya, Beach Clean Up Jakarta; Tiza Mafira, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP); Prof. Jamaluddin Jompa, Universitas Hasanuddin; Ranitya Nurlita, Rumah Millenials; Devrisal Djabumir, Dream School Aru Island; Hari Kushandarto, RARE Indonesia; Nur Almira Rahadyan, Greenation Foundation Indonesia; dan Rifat Muharam, Misool Foundation. Acara ini diakhiri dengan pengumuman pemenang kompetisi media sosial, yang menampilkan upaya peserta dalam mengurangi sampah plastik.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan & Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Nani Hendriati menyampaikan bahwa kampanye #EUBeachCleanup mendukung penetapan target nasional penanganan sampah di laut sebesar 70% hingga tahun 2025. Target tersebut dapat dicapai melalui lima strategi utama yaitu gerakan nasional peningkatan kesadaran para pemangku kepentingan; pengelolaan sampah yang bersumber dari darat; penanggulangan sampah di pesisir dan laut; mekanisme pendanaan, penguatan kelembagaan, pengawasan dan penegakan hukum; serta penelitian dan pengembangan. “Berdasarkan baseline data tahun 2018-2020 dari Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut, selama dua tahun terakhir ini, melalui berbagai program yang dilaksanakan, kita telah berhasil mengurangi sekitar 15,3% sampah laut,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada Jumat tanggal 17 September 2021, Delegasi Uni Eropa bersama perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kedutaan Besar Negara Anggota Uni Eropa dan kelompok masyarakat sipil melakukan kegiatan pembersihan pantai di Pulau Damar, Kepulauan Seribu, Jakarta. Kegiatan bersih-bersih pantai di seluruh Indonesia ini telah diselenggarakan sejak Juli 2021 dan akan berlanjut hingga akhir Oktober 2021.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *