Pagi itu, awalnya Chika hanya berniat menemani Mama mampir membeli bunga untuk dibawa ke rumah Nenek. Akan tetapi, karena letak toko bunga berada di deretan toko yang menjual hewan-hewan peliharaan, maka tanpa sengaja Chika melihat hamster yang dipajang di toko itu. Chika pun terpesona melihat hamster-hamster yang lucu. Mata Chika seperti tak mau lepas dari hamster lucu yang berada di dalam kandang. Namun karena niat awalnya membeli bunga, Chika harus melupakan keinginannya membeli hamster, dan kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan ke rumah Nenek.

Sesampainya di rumah Nenek, ia bercerita pada Nenek. “Nek, tadi aku lihat hamster lucu sekali,” ucap Chika. “Wah, Chika lihat di mana?” tanya Nenek. “Lihat di toko hewan, dekat toko bunga yang Ibu beli untuk Nenek. Aku jadi ingin memelihara hamster, deh, Nek,” tutur Chika. Ibu yang datang dari arah dapur pun mendengar percakapan mereka dan menimpali. “Chika, memelihara hewan itu harus telaten. Kamu harus sabar dan rajin mengurusnya. Tidak boleh hanya mau senangnya saja, kan kasihan kalau nanti hamsternya sakit,” kata Ibu memberi pengertian pada Chika.

Minggu berikutnya, seperti biasa Chika menemani Mama membeli bunga kesukaan Nenek di toko bunga langganan. Tapi kali ini diam-diam Chika kembali ke toko hewan untuk melihat hamster yang dipajang oleh sang pemilik toko. “Adek, mau beli hamster?” tanya si penjual. Tanpa berkata Chika pun mengangguk, dan kembali memandangi sepasang hamster yang sibuk bermain roda putar di kandangnya.

Mama yang menyadari Chika sudah tidak ada di sampingnya pun panik, sampai lupa membawa bunga yang telah dibelinya. Mama segera menelepon Papa yang menunggu di mobil untuk mencari Chika bersama-sama. Papa ikut menyusuri jalan, mencari Chika bersama Mama.

Tiba-tiba, Mama teringat percakapan Chika dan Nenek minggu lalu dan menyadari ke mana Chika pergi. “Sepertinya Mama tahu di mana Chika berada, Pa,” kata Mama kepada Papa sambil berjalan ke arah toko hewan yang biasa dilewati. Papa mengikuti dari belakang.

Begitu mendekati toko hewan, Mama pun melihat anak kecil dengan rambut dikuncir dua dan menghampirinya. “Ya ampun, Chika. Kenapa pergi nggak bilang sama Mama?” tanya Mama sambil membelai rambut Chika. “Chika mau lihat hamsternya main, Ma,” jawab Chika pelan. “Lain kali jangan begitu, ya. Kasihan Mama dari tadi cari kamu sampai kebingungan,” ujar Papa menambahkan.

“Pa, boleh nggak Chika pelihara hamster di rumah?” tanya Chika setengah memohon. Papa dan Mama saling berpandangan, dan Mama pun mengangguk tanda setuju. “Boleh, tapi ingat, ya, hamster itu kan makhluk ciptaan Tuhan yang bernyawa juga, jadi Chika tidak boleh sembarangan mengurusnya. Harus rajin kasih makan dan membersihkan kandangnya supaya tidak sakit,” kata Papa, yang disambut tawa riang Chika. “Hore! Terima kasih, ya, Ma, Pa! Kalau begitu boleh kan Chika pelihara dua ekor? Nanti hamsternya aku beri nama Bonnie dan Dora!” seru Chika bahagia.

Setelah membeli sepasang hamster untuk Chika, Mama kembali ke toko bunga untuk mengambil bunga yang lupa dibawanya. Kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan ke rumah Nenek. Nampaknya minggu itu, tak hanya bunga yang dibawa ke rumah Nenek, tapi juga sepasang teman baru Chika, Bonnie dan Dora.

 

Cerita: JFK     Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *