Hadirkan Program “Bango Pangan Lestari”, Unilever Indonesia Ajak Masyarakat Lindungi Kesejahteraan Petani

Saat ini, kehidupan dan penghidupan petani sebagai pihak yang berada di garda terdepan untuk menjaga ketahanan pangan nasional menjadi sebuah hal yang sangat penting untuk diperhatikan, terutama di tengah pandemi Covid-19.

Meskipun sektor pertanian menjadi salah satu faktor yang tidak terlalu terkontraksi pada masa pandemi di kuartal II 2020 (meski tidak sebesar pertumbuhan pada kuartal yang sama tahun lalu), namun secara umum kesejahteraan petani kian tergerus. Fakta ini diungkapkan oleh Rusli Abdulah selaku Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).

Ini terbukti dari indeks Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan – yaitu perbandingan antara indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani – kian menurun. “Di awal tahun NTP berada pada level 104,16; sementara di bulan Juli 2020 indeksnya tercatat turun menjadi 100,09. Kondisi ini tentunya membutuhkan perhatian kita semua,”ujarnya.

 

Melihat kondisi kehidupan dan penghidupan petani yang penuh tantangan, Bango produksi PT Unilever Indonesia, Tbk. meluncurkan program “Bango Pangan Lestari” pada hari Rabu (26/08) secara virtual. Ini merupakan upaya mereka untuk mendukung upaya-upaya pertanian yang berkelanjutan, dimana salah satu hal yang menjadi prioritas adalah mengedepankan kesejahteraan petani.

Menjalin menjalin kolaborasi dengan platform e-commerce Sayurbox dan TaniHub Group, program “Bango Pangan Lestari” mengajak masyarakat bersama-sama melindungi kesejahteraan petani dengan membeli bahan pangan langsung dari para petani.

Hernie Raharja selaku Director of Foods and Beverages PT Unilever Indonesia, Tbk. menuturkan, “Banyak negara di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, masih menghadapi berbagai tantangan yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan. Melihat fakta ini, hingga tahun 2050 Unilever secara global berkomitmen untuk mentransformasi cara kita menanam, memproduksi, dan mengonsumsi makanan untuk mampu memenuhi kebutuhan pangan yang terus bertambah. Guna mewujudkan komitmen ini, Unilever ingin berkontribusi terhadap sistem pangan yang lebih baik melalui dua hal penting, yaitu diversifikasi konsumsi pangan dan diversifikasi produksi pangan. Spesifik dalam hal diversifikasi produksi pangan, Unilever berkomitmen untuk membangun fondasi yang kuat bagi Praktek Pertanian Berkelanjutan, sehingga dapat mempersembahkan makanan yang sehat dari planet yang sehat pula ke seluruh masyarakat di berbagai belahan dunia,” ujarnya.

Ia menuturkan, secara garis besar, program “Bango Pangan Lestari” membawahi tiga pilar penting, yaitu: Pengembangan sistem pertanian yang berkelanjutan; Perlindungan kesejahteraan petani dan keluarganya; dan Penggalakkan regenerasi petani.

Melalui www.bango.co.id/bangopanganlestari, Bango mengajak masyarakat untuk membeli bahan pangan langsung dari petani, salah satunya melalui platform digital Sayurbox dan TaniHub Group. Situs ini akan menjadi penghubung bagi masyarakat yang ingin menunjukkan dukungan mereka terhadap jerih payah petani dan berkontribusi nyata untuk membantu meningkatkan kesejahteraan mereka. Kolaborasi ini diharapkan dapat lebih memudahkan masyarakat untuk mengakses hasil tani sekaligus meningkatkan permintaan hasil tani.

“Pemasaran secara online seperti yang digalakkan dalam kolaborasi Bango, Sayurbox dan TaniHub Group ini diharapkan akan mampu membuka akses jual beli yang lebih luas, terbuka, dan cepat – untuk keuntungan petani maupun masyarakat, di tengah masa pandemi ini,” ujar Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng selaku Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI.

Oshin Hernis selaku Head of Communications Sayurbox menanggapi, “Senang sekali bahwa pihak industri seperti Unilever, dalam hal ini Bango, ikut memiliki komitmen untuk memperbaiki kesejahteraan petani. Berangkat dari persamaan visi dan misi kami, diharapkan kerjasama ini dapat lebih menyebarluaskan pentingnya membeli hasil pangan langsung dari petani, sehingga memberikan dampak yang semakin besar terhadap kesejahteraan mereka.”

Antusiasme yang sama juga datang dari Aria Alifie Nurfikry, Vice President of Marketing TaniHub Group. Melalui kolaborasi ini, ia berharap bisa memperluas jaringan mitra petani yang melakukan transaksi dengan TaniHub maupun yang dibantu pendanaannya oleh TaniFund, sehingga lebih banyak petani di Indonesia yang terbantu kesejahteraannya.

Bersama Bango, taniHub Group juga akan menggelar berbagai pelatihan kepada lebih dari 500 petani, mulai dari cara pembuatan pupuk organik cair hingga pelatihan analisis usaha tani guna meningkatkan kapasitas petani Indonesia dalam menerapkan sistem pertanian yang lebih baik dan berkelanjutan.

Foto: Istimewa

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *