Guw adalah awan yang ceria dan berani. Ia bisa menimbulkan hujan, petir, dan es sesuka hatinya, tidak seperti teman-teman awan yang lain. Oleh karena kemampuannya, Guw disukai manusia yang membutuhkan hujan untuk tanaman mereka.

Salah satu teman baik manusia Guw adalah Nona Hermin yang kaya raya. Ia memiliki ladang luas yang ditanami berbagai macam tanaman yang membutuhkan hujan. Pada suatu hari, Guw melihat Nona Hermin sedih. Ia pun memberanikan diri menyapa Nona Hermin, sesuatu yang tidak berani dilakukan oleh awan-awan lain.

Ternyata, Nona Hermin sedih karena kekeringan di ladangnya. Karena iba, kemudian Guw membuat hujan di ladang Nona Hermin. “Terima kasih, Guw. Kau awan yang baik dan hebat,” ucap Nona Hermin senang. Sejak saat itu, mereka bersahabat akrab.

Sayang sekali, meskipun pemberani, Guw juga punya sifat jahil. Ia sering mengganggu teman-temannya dengan petir dan es. Hal tersebut membuat mereka kesal pada Guw. Peri Elena sering menasihati Guw, memintanya menghilangkan sifat jahilnya.

“Berhentilah, Guw. Teman-temanmu tidak suka dengan kejahilanmu,” ujar Peri Elena. “Aku kan cuma bercanda. Tidak ada maksud buruk. Lagipula, teman-temanku harus belajar berani seperti aku. Karena keberanianlah, aku bisa berkenalan dengan Nona Hermin,” pamer Guw. “Tidak semua punya sifat sepertimu, Guw. Kau harus menyesuaikan dirimu. Aku takut kau kena masalah karena sifat jahilmu,” nasihat Peri Elena. “Baiklah, aku akan berhenti berbuat jahil,” jawab Guw dengan kesal.

Akan tetapi, Guw tak menepati janji pada Peri Elena dan tetap berbuat jahil. Suatu hari, dia bosan menjahili teman-teman awannya. Kemudian, Guw melihat sebuah pesawat terbang di langit. “Aha! Akan kujahili pesawat itu,” niat Guw dalam hati. Diam-diam, Guw mengikuti pesawat tersebut. Lalu, pada saat yang tepat, mengagetkannya dengan sambaran petir.

“Tolong!” jerit si pesawat ketakutan. Si pesawat lalu terjun dari ketinggian dengan cepat. Di tengah jerit ketakutan si pesawat, terdengar jerit ketakutan orang lain. Rupanya, si pesawat membawa seorang penumpang manusia. “A..a..aku mengenal suara itu. Itu suara Nona Hermin!” seru Guw panik.

“Siapa saja! Tolong pesawat yang terjatuh itu!” teriak Guw ketakutan. Tiba-tiba, muncul cahaya yang membuat si pesawat bisa terbang lagi. Nona Hermin pun selamat. Ternyata, Peri Elena menolong si pesawat dengan sihirnya. “Guw, lihat akibat perbuatan jahilmu! Kau sudah kuperingatkan!” seru Peri Elena marah. “Aku mengerti sekarang, Peri Elena. Aku menyesal,” ujar Guw menangis tersedu-sedu.

Guw pun meminta maaf pada semua yang pernah dijahili dan berjanji tidak akan berbuat jahil lagi. “Mulai sekarang, aku hanya akan menggunakan keberanianku untuk menolong yang kesusahan,” janji Guw. (Teks: Seruni/ Ilustrasi: Fika)

 

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *