Ruru rubah dan Kiki kelinci adalah 2 sahabat yang dibesarkan bersama oleh seorang pemilik peternakan.  Mereka hidup bahagia sampai suatu hari petaka menimpa.

Peternakan yang mereka tinggali terbakar habis. Si peternak dan semua hewan-hewan selamat tapi mereka kehilangan rumah mereka yang besar dan megah. “Jangan sedih, ayo kita cari tempat baru,” kata si peternak. Maka Ruru dan Kiki mengikuti si peternak dan pergi mencari tempat baru bersama hewan-hewan lain.

Setelah lama mencari, akhirnya mereka semua mendapatkan rumah baru. “Tempat ini kecil dan berbeda dari rumah kita sebelumnya, tapi aku yakin kita bisa hidup dengan tenang,” kata si peternak.

Kiki menyukai rumah barunya tapi Ruru tidak. “Ruru, ayo kita pergi mencari makan di hutan,” ajak Kiki pada Ruru di suatu pagi yang cerah. “Aku tidak mau. Mengapa kita harus bersusah payah mencari makan sekarang? Dulu sewaktu di rumah yang lama, makanan selalu tersedia untuk kita tanpa perlu mencari,” kata Ruru.

“Apa boleh buat, di sini jauh dari kota. Tapi aku yakin nanti kemudahan akan datang pada kita. Kita harus bekerja keras dulu sekarang,” kata Kiki bersemangat.

Tapi, semangat Ruru tidak datang juga meskipun semua hewan di sekitarnya mau bekerja keras. Si peternak menasihati Ruru. “Ruru, nenek moyangmu adalah rubah yang hidup di alam dengan bebas. Aku yakin kau pasti bisa mencari makan seperti mereka,” kata si peternak dengan sabar, yang tidak pernah lupa memberikan makanan untuk Ruru yang malas.

Akhirnya, Ruru mau juga pergi mencari makan bersama Kiki. Tapi ternyata sulit sekali! Baru sebentar saja, dia sudah kelelahan. Mengapa Kiki bisa bersemangat? Ruru meneruskan mencari makan sambil menggerutu.

Akibatnya, dia tidak berkonsentrasi dan tersesat! “Apanya yang mudah? Lihat apa yang terjadi padaku! Aku ingin kembali ke rumah dan kehidupanku yang dulu!” teriak Ruru marah.

DUK! Tiba-tiba, sebuah suara keras mengejutkan Ruru. “Maaf..aku menjatuhkan guciku…,” kata seorang wanita tua yang muncul entah dari mana. “Siapa Anda?” tanya Ruru bingung. “Aku sudah lama tinggal di hutan ini, dan suka membantu. Kurasa kau butuh bantuanku. Kau ingin kembali ke kehidupanmu yang nyaman bukan? Nah, yang harus kau lakukan hanya melihat ke dalam guci ini,” kata si nenek.

Ruru yang sangat menginginkan hidup nyaman, tidak ragu melihat ke dalam guci. Sesuatu yang aneh dan menakjubkan terjadi. Tiba-tiba, Ruru sudah berada di rumah lamanya. Makanan lezat sudah menantinya. Dia sangat gembira! Hari demi hari berlalu dengan menyenangkan.

Tapi kemudian, dia menyadari sesuatu. Dimana Kiki, si peternak, dan hewan-hewan lain? Apa mereka sedang pergi? Seminggu berlalu dan tiba-tiba Ruru menyadari sesuatu. Dia hanya sendirian di sini! Ruru menangis kesepian dan ketakuatn.

“Buat apa ada makanan lezat dan hidup nyaman jika aku sendirian?! Aku tidak mau!” seru Ruru. Dan tiba-tiba, Ruru sudah berada di hutan lagi, dengan si Nenek yang tersenyum.

“Rupanya, kau sudah belajar banyak,” kata si Nenek. “Iya, Nek…karena guci ajaibmu aku sadar bahwa yang paling berharga bukan hidup nyaman dan enak, tapi teman-teman yang kusayangi, yang selalu sabar membantuku dan memberiku semangat!” kata Ruru.

Si Nenek membantu Ruru mencari jalan keluar dari hutan dan bertemu dengan teman-temannya lagi.

Setelah kejadian itu, Ruru berubah. Seperti Kiki, dia rajin dan bersemangat. Dia tidak berhenti berharap bahwa sesuatu yang baik akan terjadi setelah berhasil melalui semua halangan yang ada di kehidupan.

 

 

 

Cerita: Seruni     Ilustrasi: Agung

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *