Gerbong Kereta Misterius

Waktu menunjukkan pukul 10 malam, saat Alex masuk ke dalam stasiun Kota. Suasana terlihat sepi. Hanya ada beberapa orang yang duduk menunggu kereta datang. “Pak, kereta ke Depok yang mana, ya?” tanya Alex kepada petugas stasiun. “Keretanya belum ada, Dek. Tapi, nanti muncul di jalur 3, ya,” jawab si petugas dengan ramah.

Alex baru saja selesai menonton konser musik band kesukaannya di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Alex memilih naik kereta supaya tak terjebak macet dan lebih cepat sampai ke rumah. Alex melangkahkan kakinya menuju jalur 3. Ia lalu duduk di kursi tunggu. Di sebelahnya, ada kakek tua duduk seorang diri.

“Dek, kamu mau kemana?” tanya kakek tua itu. “Aku mau pulang ke Depok, Kek,” jawab Alex sembari tersenyum. “Hati-hati pilih kereta, ya, Dek,” ujar sang kakek tak dikenal. “Lho, memangnya kenapa, Kek?” tanya Alex penasaran sambil menoleh ke arah si kakek. Alangkah terkejutnya Alex, saat melihat tak ada siapa-siapa di sebelahnya. “Lah, kakek tadi kemana, ya?” gumam Alex.

Dari kejauhan, kereta di jalur 3 mulai terlihat. Kereta itu berhenti tepat di depan Alex. Bocah kelas 5 SD ini pun bersiap-siap masuk ke dalam kereta. Anehnya, tak ada satu pun calon penumpang di stasiun yang naik ke dalam kereta jurusan Depok tersebut. Hanya Alex yang naik seorang diri.

Di dalam gerbong kereta nampak sepi. Persis di depan Alex duduk, ada seorang perempuan berambut panjang duduk sendirian. Perempuan itu mengenakan baju berwarna merah. Ia hanya tertunduk melihat ke bawah. Entah apa yang dilihatnya.

Di ujung gerbong, nampak laki-laki duduk membaca koran. Wajahnya tak terlihat sama sekali, karena tertutup koran yang sedang dibacanya. Jadi, hanya ada 3 orang di dalam gerbong itu, termasuk Alex sendiri.

Kriiiing…Handphone Alex berbunyi. “Halo, Ayah,” Alex menjawab telepon. “Alex, kamu dimana?” tanya Ayah di ujung telepon. “Aku baru naik kereta,” jawab Alex. “Ayah tunggu di stasiun Depok, ya,” timpal Ayah dengan nada khawatir. “Iya, Yah,” ucap Alex sambil menutup telepon.

Ha..ha..ha..” Tiba-tiba, terdengar anak kecil tertawa. Dari gerbong sebelah, seorang anak cowok tertawa sambil berlarian di dalam gerbong kereta. Anak cowok itu lalu menghampiri Alex. “Hei, kamu! Yuk, ikutan main denganku,” ajak anak cowok itu kepada Alex. “Tidak, ah,” Alex menjawab sambil menggelengkan kepala. Anak cowok tak dikenal itu pun kembali berlari ke gerbong berikutnya. Suasana jadi hening kembali.

Hmm.. Sampah botol minum siapa ini?” Alex berbisik saat menemukan botol minum kosong di sebelahnya. Botol minum itu lalu dipegang Alex. Rencananya, ia akan membuang botol minum tersebut ke tempat sampah di stasiun.

Setengah jam berlalu, sampailah kereta di stasiun Depok. Alex bersiap turun dari kereta. Saat pintu terbuka, Alex buru-buru turun. Namun, ia tersandung dan jatuh ke lantai stasiun.

“Alex, bangun! Bangun, Nak,” sayup-sayup terdengar suara Ayah. Alex berusaha membuka mata. Wajah Ayah terlihat di depannya. “Kamu tidak apa-apa?” tanya Ayah. “Lho, aku dimana?” kata Alex kebingungan. “Kamu ada di stasiun Depok, tadi Ayah lihat kamu berjalan di rel saat kereta akan lewat,” cerita Ayah. “Ayah langsung menyelamatkan kamu, sepertinya tadi kamu pingsan sebentar,” lanjut Ayah.

“Lho, kenapa aku berjalan di rel, tadi aku kan naik kereta!” Alex bersikukuh. “Naik kereta bagaimana, sih? Ayah dan petugas di sini melihat kamu justru sedang berjalan di rel kereta,” Ayah mencoba menyadarkan Alex. Alex masih kebingungan, botol minum bekas yang tadi ditemukan di dalam gerbong kereta, masih ada di genggamannya. Lalu, tadi kereta apa yang dinaiki Alex?

(Cerita: Just For Kids/ Ilustrasi: Just For Kids)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *