Kalian hobi bernyanyi dan memiliki potensi di sana? Tak ada salahnya mengasahnya di berbagai pertunjukan musik atau membaginya di media sosial. Siapa tahu, suara emas kalian bakal dilirik oleh musisi terkenal bahkan label perusahaan rekaman, seperti yang dialami oleh Adikara Fardy, remaja berusia 18 tahun ini.

Gemar Bernyanyi Sejak Kecil

Nama Adikara Fardy sendiri sudah cukup dikenal di industri musik tanah air. Suara empuk-nya mengisi soundtrack film “Eifeel I’m in Love 2” tahun 2017 lalu, berduet bersama penyanyi Melly Goeslaw. Sejak itu, kehadirannya sudah menarik perhatian para remaja. Setahun berikutnya yakni 2018, ia mendapat kesempatan mengisi acara musik jazz tahunan terbesar di Indonesia, Java Jazz Festival. Adikara juga menjadi salah satu pengisi di acara Candra Darusman Live in Concert serta tampil pada Chaseiro All Stars pada pertengahan Februari 2019 lalu.

Baca juga: Adikara Fardy Tebar Pesona Cinta Lewat Musik Jazz

Ikut Les Vokal

Dika, demikian ia biasa disapa, sudah senang bernyanyi sejak kecil. Titik awalnya adalah saat di kelas 5 SD, ia tampil di sebuah pertunjukan sekolah. Menyanyikan lagu “I’ll be There” nya Michael Jackson, Dika kecil kaget mendapat gemuruh tepuk tangan penonton yang menyukai penampilannya.

Saat SMP, gitar Dika pernah dihancurin, loh, sama Ayahnya. Pasalnya, Dika yang saat itu sedang menghadapi ujian, malah sibuk bikin lagu dan main gitar. Sempat galau tak mendapat restu, Dika pun akhirnya membuat sebuah album berisi lagu-lagu Jazz favorit sang Ayah yang ia nyanyikan sendiri, seperti lagu Quando-Quando – Michael Buble, sebagai permintaan maaf. Sang Ayah memaafkan dan sejak itu mendukung sepenuhnya hobi Dika. Keren, ya!

Setelah itu, salah satu ibu temannya, yang tak lain komposer dan penyanyi terkenal Melly Goeslaw, mendekatinya dan menganjurkannya untuk ikut les vokal.

“Pas baru kenal dengan Teh Melly, direkomendasiin dan disuruh les vokal sama Tante Otti Jamalus (dari OJ Music House). Waktu itu harus diaudisi dulu. Pas masuk di ruangannya, Tante Otti bilang, ‘Oh, ini yang direkomendasiin sama Melly’. Wih, deg-degan banget,” kenang Dika sambil tertawa.

Sejak kelas 5 SD itulah, Dika belajar di bawah bimbingan Otti Jamalus, dan masih berlanjut hingga sekarang.

Sering Dicekokin Lagu Jazz

Kenapa memilih Jazz? “Sebenarnya saya nyobain segala macam genre, mulai dari pop, R&B,dan sebagainya. Tapi semakin tua, suara semakin berat. Rasanya asyik aja kalau nyanyiin jazz, lebih pede. Nggak tahu kenapa, saya ngerasa jazz itu lebih nyaman aja,” katanya.

Apalagi ternyata, sejak kecil sang Ayah sering menyetel lagu jazz, entah di mobil, meja makan, ruang tamu. Mau tak mau, kuping Dika terbiasa dengan musik jazz. “Bokap (Ayah) fans berat Michael Buble, akhirnya nurun ke anaknya, hehe…” ujar remaja berkacamata ini.

Bisa dibilang, perjalanan musik Dika berjalan mulus hingga akhirnya ia dilirik label rekaman ternama, Trinity Optima Production. “Dika sudah kami incar sejak 1,5 tahun lalu. Waktu itu kita lagi buka Instagram, terus lihat dia. Keren, ada anak muda meng-cover lagu (menyanyikan lagu karya orang lain) bagus banget,” urai Simhala Avadana, selaku A&R dari Trinity Optima Production.

Malang Melintang di Musik Digital

‘Proses ‘meminang’ Dika untuk bergabung, itu yang rada lama. Sebab, saat itu Dika masih duduk di bangku SMA dan sedang fokus dengan ujian UN. “Waktu itu tahun 2016, lagi mau ujian. Jadi dipending (ditunda) dulu. Selesaikan sekolah dulu,” katanya.

“Dika butuh waktu agak lama juga untuk memutuskan. Apalagi dia juga banyak didekati label lain. Tapi akhirnya memilih bergabung dengan Trinity,” ujar Simhala.

Nama besar Trinity dan track record (rekam jejak) yang bagus, rupanya menjadi salah satu alasan Dika akhirnya menandatangani kontrak.

Adikara Fardy didampingi oleh Ibu, Ayah dan adiknya melakukan upacara potong tumpeng sebagai syukuran atas dirilisnya single perdana bertajuk “Pesona Cinta” di Hard Rock Cafe, Jakarta, Jumat (06/03/19)

Ya, sejak dulu, Dika suka meng-cover penyanyi luar dan dalam negeri lalu mengunggahnya di SoundCloud, wadah sharing musik. Lagu pertama yang ia upload adalah “Heartbreaker” dari Justin Bieber saat ia berusia 13 tahun. Dan menyusul lagu-lagu lain, seperti Rude – Magic, Jonas Brothers, dan sebagainya.

Saat duduk di bangku SMP itu pula, ia dan teman-temannya sempat membentuk sebuah band. Mereka bahkan beberapa kali memenangkan kompetisi band. Namun, band tersebut tak bertahan lama dan akhirnya bubar.

Rilis Single Perdana

Hingga akhirnya 4 tahun lalu, Dika merambah media sosial Instagram. “Dulu ada selebgram ngetop pada masanya. Saya ajakin cover bareng di SoundCloud. Kata dia, jadul banget, kenapa nggak di IG aja. Akhirnya, sejak itu main di IG,” terang Dika.

Kebiasaannya meng-cover lagu dan mengunggah di media sosial tersebut ternyata berbuntut manis. Jumlah pengikutnya kian hari kian bertambah, mulai dari remaja awal usia SD hingga anak kuliahan dan kini mencapai hampir 100 ribu pengikut.

Dari IG pula, Dika kemudian dilirik oleh Trinity Optima Production, salah satu perusahaan label rekaman dan artis management terbesar di Indonesia. Trinity Optima Production saat ini menaungi beberapa artis seperti Afgan, Rossa, Sherina, Maudy Ayunda, Angela Nazar, Setia Band, Gamma 1 Band, Lyla Band, serta penyanyi cilik Naura dan Neona.

“Senang bisa bergabung dengan Trinity, saya langsung disambut dengan baik bagaikan keluarga besar saja,” ungkap Dika. Bersama Trinity pula, Dika kemudian merilis single perdana-nya berjudul “Pesona Cinta” bergenre jazz ringan pada tanggal 6 Maret 2019 lalu.

Semoga sukses dengan single baru-nya, ya, Dika. (Foto: Efa, Istimewa)

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *