Siapa sih yang tak mau punya rumah sendiri? Daripada membayar sejumlah uang tiap bulan/tahun untuk mengontrak rumah tanpa bisa dimiliki, banyak orang akhirnya terpikir untuk membeli rumah sendiri. Selain untuk ditempati, orang juga membeli rumah untuk tujuan investasi.

Masalahnya, harga properti termasuk rumah tinggal, dari tahun ke tahun merangkak naik alias makin mahal. Harganya di kota-kota besar seperti Jakarta, mencapai ratusan juta hingga miliaran. Tentu saja, dalam memilih properti khususnya rumah yang tepat, banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Bagaimana tidak, uang yang bakal dikeluarkan bukanlah uang receh!

Secara garis besar, ada 4 (empat) tantangan dalam membeli rumah. Hal ini dijelaskan oleh Verlita Panca Satria, Head of Agent Account Management Pinhome dalam acara workshop edukasi Property Academy untuk jurnalis bertajuk “Yuk, Mulai Berinvestasi Properti! Mengenal Serba-serbi Properti” yang digelar Pinhome pada Rabu (18/5).

Dalam webinar yang diikuti oleh puluhan jurnalis dari seluruh Indonesia, Panca menjelaskan mengenai tahapan pencarian properti, tantangan dalam membeli rumah, menentukan tujuan membeli properti, menentukan prioritas preferensi dalam memilih properti jika budget terbatas, tipe-tipe properti dan karakteristiknya, kelebihan dan kekurangan investasi properti, serta menentukan budget properti berdasarkan kemampuan.

Tantangan Membeli Rumah

Menurut Panca, setidaknya ada empat tantangan dalam membeli rumah yakni pekerjaan tetap dan pendapatan tetap, lokasi, gaya hidup, dan mindset.

Verlita Panca Satria, Head of Agent Account Management Pinhome

“Saya suka ngobrol dengan para pegiat properti. Properti itu supaya laku tuh gimana, sih? Pasti lokasi. Biasanya kalau lokasinya udah cocok, udah cozy, dekat akses transportasi, harga tuh biasanya jadi nomor dua. Tapi kalau lokasinya udah bagus, harganya juga udah tinggi. Nah, dengan berbagai listing-an yang ada di dalam Pinhome, bisa dilihat maunya preferensi yang mana dan lokasinya di mana,” terang Panca.

“Selanjutnya gaya hidup. Pendapatan banyak difungsikan untuk memenuhi gaya hidup dibanding menabung. Tapi kaum milenial sekarang mindset-nya sudah berbeda, apalagi bagi kita yang sudah bekerja. Karena properti dalam satu tahun, kenaikan gaji kita maksimal adalah dua kali,” tambahnya.

“Sedangkan investasi properti atau kita mau investasi rumah, tahun depan harganya pasti sudah 10 persen atau 15 persen dibanding tahun lalu. sedangkan gaji kita, berapa sih naiknya setiap tahun? Jadi harus nabung. Karena instrument investasi paling aman adalah properti,” jelas Panca.

Tentukan Tujuan Membeli Properti

Lebih lanjut, Panca menuturkan penting untuk menentukan tujuan membeli properti. Setidaknya ada tiga tujuan berbeda yaitu sebagai tempat tinggal atau untuk investasi, untuk tempat tinggal sendiri atau dengan keluarga, dan hunian sementara atau hunian permanen.

Kemudian, Panca juga menjelaskan pentingnya menentukan prioritas preferensi dalam memilih properti jika budget terbatas. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi keputusan pemilihan properti dan seringkali calon pembeli properti harus memilih salah satu dan mengorbankan aspek lainnya.

“Pertama yang dilihat adalah lokasi, lebih mementingkan kedekatan properti dengan tempat-tempat yang sering dituju. Bukan berarti kita punya budget terbatas, kita mau pergaulan kita juga nggak kecil. Jadi di daerah tersebut ada beberapa meeting point untuk bertemu relasi, kolega dan lain-lain,” ujar Panca.

“Lalu luas tanah atau bangunan. Jika budget terbatas, prioritaskan luas tanah atau bangunan untuk mengakomodasi kebutuhan ruang yang lebih besar,” lanjutnya.

“Lalu fasilitas, menganggap keberadaan dan kelengkapan fasilitas umum yang berada di area properti sangat penting seperti fasilitas yang menunjang kebersihan, keamanan, dan apakah ada fasilitas penunjang untuk anak-anak seperti playground atau play house? Nah ini perlu diperhatikan juga,” imbuhnya.

“Kemudian aksesibilitas. Ini balik lagi, transportasi umumnya menunjang nggak sih dengan jarak tempuh kantor. Tidak masalah dengan lokasi asalkan terdapat akses transportasi umum atau jalan tol menuju area yang sering dikunjungi. Terakhir, preferensi selanjutnya adalah lingkungan. Faktor ini cukup penting, pilihlah hunian di lingkungan yang baik, tak hanya lingkungan sosial tapi juga ada ruang terbuka hijau, komunitasnya bagus, dan tetangga yang guyub,” kata Panca.

Menurut Panca, preferensi-preferensi tersebut bisa didapatkan dalam sebuah hunian dengan budget terbatas, dengan catatan diperlukan beberapa pertimbangan dan riset terhadap hunian yang dipilih atau diinginkan.

Program #CicilDiPinhome

Selain Panca, workshop juga diisi oleh Project Manager Pinhome, Aliananda Lubis yang memaparkan mengenai program #CicilDiPinhome. Program #CicilDiPinhome adalah sebuah alternatif skema pembelian rumah yang bertujuan untuk membantu konsumen membeli rumah dengan cara dicicil selama 1-20 tahun yang tidak diperlukan komitmen untuk menghuni. Program ini hadir untuk mengatasi persoalan pembelian rumah dengan cara KPR yang seringkali menghambat calon konsumen untuk memiliki rumah yang terjangkau dan mudah.

Project Manager Pinhome, Aliananda Lubis sedang menjelaskan mengenai program #CicildiPinhome

“Program Cicil di Pinhome ini didukung dengan proses anti ribet dan fleksibel. Kami mau konsumen untuk pembelian rumah kami bikin se-simple mungkin dan mudah. Pertama, konsumen menentukan rumah idaman yang ingin dimilikinya. Nah, listing-nya tersedia di website dan aplikasi Pinhome,” kata Aliananda.

“Setelah konsumen menentukan rumah yang ingin dibeli, rumah di listing Pinhome sudah terkurasi dengan baik. Jadi sudah pasti legalitas, kondisi, dan lokasi sudah terjamin oleh Pinhome. Khususnya di program ini, rumah-rumah ini adalah rumah-rumah yang dimiliki oleh Pinhome. Dari dari awal pun properti ini sudah atas nama PT Pinhome, sudah pasti legalitasnya jelas,” jelas Aliananda.

“Jika konsumen sudah pasti ingin membeli rumah, konsumen bisa menghubungi tim sales kami untuk bertanya lebih lanjut. Setelah itu, konsumen bisa mengirimkan dokumen persyaratan seperti KTP, NPWP, bukti penghasilan, serta membayar booking fee. Nantinya proses ini akan dibantu juga melalui aplikasi oleh agen. Setelah booking fee, kami juga memberi jangka waktu kepada konsumen untuk membayar first payment, bentuknya sama seperti DP,” jelasnya.

“Setelah konsumen sudah membayar first payment, kami akan bantu jadwalkan penandatanganan program cicilan, lalu rumah bisa ditempati dan konsumen akan membayar cicilan setiap bulan sampai lunas,” tambah Aliananda.

Sebagai informasi, Property Academy by Pinhome rutin menggelar kelas webinar yang membawa tema seputar Property, Finance, & Lifestyle dengan menghadirkan property expert dan pembicara-pembicara berkompeten di bidangnya.

Selain webinar rutin, Property Academy juga menyediakan komunitas di mana anggotanya dapat berdiskusi dan berkonsultasi langsung dengan property expert Pinhome. Moms dan Dads bisa bergabung di Telegram Komunitas Property Academy: https://t.me/pinhomeacademygroup atau kunjungi situs https://click.pinhome.id/GabungPropertyAcademy.

Foto: Efa, Ist

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *