Bila Kartini dulu berjuang agar perempuan bisa mengecap pendidikan yang sama dengan laki-laki, maka Kartini masa kini berjuang agar bisa menselaraskan profesi dan keluarga. Apakah Moms adalah wanita pekerja? Jika iya, Moms tentu tahu bagaimana beratnya harus menanggung multiperan, sebagai istri, ibu, pekerja, maupun guru bagi anak-anak, serta peran-peran lain yang tak kalah pentingnya.

Nah, dalam rangka merayakan Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April, PT Olympic Bangun Persada menggelar talkshow bertajuk “Kartini dalam Usaha dan Keluarga” yang dilakukan di Marketing Gallery OCBD (One Central Business District), Bogor, Kamis  (22/4).

Memotivasi Perempuan Indonesia

Perusahaan yang bergerak di bidang properti ini menghadirkan tokoh-tokoh pembicara wanita inspiratif sebagai narasumber, yakni Hj. Yane Ardian (Founder Yayasan Cinta Keluarga Indonesia), Imelda Fransisca (Chief Marketing Officer PT. Olympic Bangun Persada), Monique Hardjoko (Founder Rasa Wastra Indonesia) dan Ratna Handayani (Founder Handayani Geulis Batik Bogor).

Acara yang berlangsung penuh keseruan tersebut dibuka dengan fashion show dengan tema Batik Bogor x Kebaya Encim untuk membangkitkan semangat Kartini kini yang cinta budaya Indonesia. Selain itu, digelar pula Pop Up Bazar yang memamerkan aneka kerajinan, fashion, maupun kuliner karya perempuan-perempuan wirausaha. Tamu undangan yang sebagian besar pelaku UMKM daerah Bogor dan sekitarnya juga hadir dengan mengenakan busana khas Kartini yang mencerminkan wanita anggun Indonesia, yakni kebaya.

Imelda Fransisca, Chief Marketing Officer PT. Olympic Bangun Persada dan Miss Indonesia 2005

Sebagai salah satu pemimpin wanita dan berkarir di perusahaan properti yang umumnya digeluti laki-laki, Imelda Fransisca menegaskan bahwa Hari Kartini merupakan peringatan akan kesetaraan gender antara pria dan wanita. Kartini kini bukan hanya wanita yang melakukan pekerjaan rumah tangga tetapi juga dapat berprestasi dan bersaing dengan para pria dalam dunia kerja.

“Tujuan acara ini adalah untuk berbagi, memotivasi perempuan Indonesia khususnya di daerah Bogor untuk terus bangkit dan meraih cita-cita. Kita ingin menularkan semangat kepada perempuan untuk terus belajar dan berkembang agar semakin maju, bahwa mereka tidak sendiri, banyak juga yang berjuang di luar sana,” ujar wanita cantik yang pernah menyandang gelar Miss Indonesia tahun 2005 ini.

Tentukan Skala Prioritas

Sebagai ibu dari tiga orang anak, dimana salah satunya masih bayi, Imelda merasakan sendiri sulitnya membagi waktu antara peran di rumah maupun pekerjaan. Meskipun dari luar tampak berat, ia mengaku menjalankan sepenuh hati dengan perasaan senang sehingga semua itu tidak menjadi beban. “Menjadi ibu rumah tangga sekaligus bekerja butuh upaya ekstra. Bayi saya masih berusia 10 bulan. Saya masih menyusui full ASI. Lalu anak-anak saya yang lain sekolah dari rumah, saya harus jadi guru juga. Terus, mengurus pekerjaan kantor juga, lalu tak boleh melupakan pula peran sebagai istri,” katanya.

Di tengah aneka peran tersebut, Imelda sebisa mungkin menentukan prioritas mana yang paling penting agar satu sama lain tidak bertubrukan dan menimbulkan masalah baru. “Perempuan itu pada dasarnya seorang care taker, ia diberi anugerah untuk bisa menjaga orang terkasih. Nah, saya punya 3 prioritas yang terpenting dalam hidup yakni hubungan saya sama Tuhan, hubungan saya dengan keluarga dan terakhir adalah pekerjaan,” katanya.

Ia memberikan tips untuk perempuan yang mengalami hal serupa, “Ketika dihadapkan pada situasi mendesak, tentukan skala prioritas mana yang paling penting, sehingga kita akan lebih mudah mengambil keputusan,” katanya.

Jalani Multiperan dengan Bersyukur

Tentu saja, multiperan yang ditanggung perempuan tak jarang menyisakan kejenuhan bahkan stres. Untuk itu, Imelda membagi tiga kiat yang ia coba jalani hingga sekarang. “Saya mempelajari hal ini dari Ayah saya (Au Bintoro, pendiri Olympic Grup_red), yaitu bersyukur, apapun tantangannya, awali dan tutup hari dengan bersyukur. Lalu, terus belajar dan pantang menyerah,” katanya.

(tengah) Hj. Yane Ardian, Founder Yayasan Cinta Keluarga Indonesia tengah mengamati produk kuliner yang dipamerkan dalam pop up bazaar yang digelar bersamaan dengan talkshow bertajuk “Kartini dalam Usaha dan Keluarga” yang digelar di OCBD Kota Bogor , Kamis (22/4)

Ditambahkan oleh Hj. Yane Ardian, Founder Yayasan Cinta Keluarga Indonesia, terkadang  yang menjadi penghambat adalah karena perempuan lebih banyak fokus kepada orang lain, bukan diri sendiri sehingga lupa meningkatkan kualitas diri. “Tak usah berkaca kepada orang lain, karena setiap individu berbeda. Ketika kita memberikan yang terbaik versi diri kita sendiri, maka hidup kita akan lebih nyaman,” katanya.

Tak lupa, istri dari Walikota Bogor Bima Arya ini menyampaikan agar para ibu tidak melupakan perannya sebagai istri. Bahasa kasih antara perempuan dan lelaki itu, katanya, sedikit berbeda. “Kalau laki-laki itu lebih kepada pujian dan pelayanan, sementara perempuan bahasa kasihnya lebih kepada rewards (penghargaan) dan sentuhan. Jadi, ibu-ibu jangan lupa memuji suami ya, pencapaian sekecil apapun yang dicapai suami, jangan lupa berikan pujian, itu sangat berarti bagi mereka,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Mengusung tema “Kartini dalam Usaha dan Keluarga”, talkshow yang digelar OCBD ini ingin menyampaikan pesan bahwa Kartini kini harus dapat menjadi wanita mandiri, tangguh, dapat diandalkan dan dapat menginspirasi sekitarnya. “Jadilah wanita yang luar biasa dan gapai semua impian dibarengi dengan usaha dan kerja keras” tutup Imelda.

Monique Hardjoko, Founder Rasa Wastra Indonesia menambahkan bahwa acara ini dapat memberikan inspirasi positif terhadap kartini kini. Kartini kini harus bahagia dengan apapun pillihan dan percaya diri, kreatif dan berani berinovasi dalam usaha dan keluarga, menjaga akar nilai-nilai budaya, tetap bangga memakai produk lokal dan menjadi penggerak ekonomi keluarga.

Saat acara berlangsung OCBD tetap melaksanakan aturan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Foto: Istimewa

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *