Di sebuah pulau bernama Barga, ada keluarga elang yang dihormati. Dulu, seekor elang dari keluarga itu pernah menyelamatkan singa si raja hutan. Sang singa lalu memerintahkan agar semua binatang menghormati keluarga si elang.

Gela si elang lahir di keluarga tersebut dan bangga dengan sejarah keluarganya. Semua binatang kagum dan takut pada kemampuan berburu Gela yang hebat. Hal itu membuat Gela menjadi sombong dan angkuh.

Gela mempunyai adik bernama Bala yang sakit-sakitan. “Bala, orang tua kita sudah tiada. Aku tak mau kehilangan kau juga. Kuatkanlah dirimu,“ kata Gela. “Baik, Kakak. Aku akan berusaha untuk kuat,” jawab Bala.

Suatu malam, Gela terbangun mendengar suara tawa. “Asalnya dari gua,” ucap Gela. Dia pun terbang ke gua yang sudah dianggap sebagai miliknya sendiri. Tidak ada binatang yang berani tinggal di gua tersebut.

Sesampainya di sana, Gela terkejut melihat kawanan kelelawar terbang sambil tertawa riang. “Selamat malam. Namaku Dudo, kelelawar buah. Aku dan teman-temanku baru saja pindah ke sini,” sapa seekor kelelawar. “Pantas kalian bersikap seenaknya. Aku Gela dan di pulau ini semua binatang hormat padaku. Kalian juga harus menghormatiku. Kalian kuijinkan tinggal di gua ini, tapi jangan ganggu tidurku,” seru Gela. “Maaf, Gela. Aku akan menasehati teman-temanku,” tutur Dudo malu. “Bagus,” jawab Gela, lalu dengan angkuh mengepakkan sayapnya dan terbang pergi.

Keesokan harinya, Gela membawa hasil buruan untuk Bala. “Makanlah, Bala,” perintah Gela. Bala makan, tapi dia tidak menghabiskannya sehingga Gela marah. “Pantas kau sakit-sakitan. Kalau begini terus, kau tidak bisa jadi kuat dan terhormat. Jangan membuat malu keluarga kita!” seru Gela. Bala menangis kesal dan berseru, “Kakak selalu bicara soal kehormatan, tapi tidak pernah berbuat sesuatu yang membuatmu dihormati!” Bala pun terbang meninggalkan Gela. “Bala!” panggil Gela.

Gela mencari Bala, tapi, tidak menemukannya. Malam sudah tiba dan Gela terpaksa pulang ke rumah. Sampai di rumah, Dudo sudah menunggunya. “Gela, Bala ada di dalam gua,” kabar Dudo. “Syukurlah!” seru Gela lega.

Di gua, Gela melihat Bala yang makan buah dengan lahap. “Bala, kau makan buah-buahan?” tanya Gela bingung. “Ya, Kakak. Aku elang aneh yang tidak suka makan daging. Aku selalu menyembunyikan hal ini darimu sehingga jadi sakit-sakitan. Dudo menolongku yang jatuh dari pohon karena  makan buah dengan cara salah. Dia lalu membawaku ke sini dan mengajariku makan buah dengan cara yang benar,” cerita Bala. Mendengar hal itu, Gela sadar selama ini dia angkuh dan sombong. “Maafkan aku Bala, Dudo. Aku akan mengubah sifatku. Bala, kau tidak aneh. Kau adalah adikku yang berharga. Hiduplah sesuai keinginanmu. Dudo, kaulah yang pantas disebut terhormat karena menolong adikku,” ujar Gela. Sejak saat itu, Gela menjadi rendah hati dan suka menolong. Membuatnya dicintai oleh semua penghuni pulau.

 

Cerita: Seruni   Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *