Teng…teng…teng…

Terdengar bunyi bel tanda istirahat, siswa-siswi SD Mutiara pun berhamburan keluar kelas. Kantin menjadi tujuan mereka, tak terkecuali Nina dan Afika. Mereka sudah tahu apa yang akan dibeli untuk mengisi perut yang sudah keroncongan sejak di kelas.

Setiba di kantin, mereka melihat kerumunan siswa di sudut kantin. Rasa penasaran membuat keduanya menghampiri kerumunan tersebut. “Teman-teman, hari Minggu ini datang ke ulang tahunku, ya!” seru seorang anak perempuan yang berdiri di tengah kerumunan sambil membagikan undangan. Dira namanya, salah satu anak kelas 5 di SD Mutiara. Ia dikenal sebagai anak orang kaya yang baik dan tidak sombong.

“Hai, Nina. Hari Minggu datang ke ulang tahunku, ya! Ini undangannya,” ajak Dira sambil memberikan undangan. “Kamu juga ya, Fik!” tambahnya. Nina dan Afika hanya tersenyum dan mengangguk. Setelah Dira selesai memberikan undangan, teman-temannya pun membubarkan diri. Nina dan Afika juga kembali mencari tukang siomay sambil mencari meja kosong untuk melahap makanannya.

“Fik, kira-kira kamu datang nggak ke pesta ulang tahun Dira?” tanya Nina. “Ya, datang lah, kan diundang. Lagipula pasti banyak makanan enak, hehehe,” jawab Afika jahil. “Hmm, tapi aku nggak punya baju bagus untuk ke sana,” gumam Nina cemas. Perbincangan mereka terhenti ketika bel masuk berbunyi dan mereka kembali ke kelas.

Ketika pulang ke rumah, Nina segera memberi tahu Ibunya tentang undangan ulang tahun Dira. “Wah, Dira ulang tahun, nak? Kamu mau beli kado apa?” tanya Ibu. “Sepertinya aku nggak datang deh, Bu,” jawab Nina singkat.”Lho, kenapa?” tanya Ibu penasaran. “Aku nggak punya baju bagus. Aku malu kalau datang dengan baju jelek,” ucap Nina. Ibu hanya tersenyum sambil mengelus lembut rambut Nina.

Ibu yang sering menerima pesanan jahitan, tidak tinggal diam mendengar pengakuan Nina. Ibu ingat bahwa ada beberapa bahan sisa yang cukup untuk membuat gaun kecil untuk Nina.

Malam itu, Ibu mulai membuat pola baju untuk Nina yang ukurannya  sudah di luar kepalanya. “Bu, tidur, yuk!” ajak Nina. “Kamu tidur duluan saja, Nin. Ibu masih ada pekerjaan,” jawab Ibu sambil menggaris kertas pola. “Lho, ada pesanan jahitan lagi?” tanya Nina. “Ya sudah, Nina tidur duluan, ya. Ibu jangan tidur terlalu malam,” ucap Nina.

Di sekolah, teman-teman Nina terus membicarakan acara ulang tahun Dira. “Nin, nanti kita berangkat bareng, yuk!” ajak Afika.”Hmm, kayaknya aku nggak datang, deh, Fik,” sahut Nina lesu. “Kenapa? Kamu kan diundang. Semua anak di sekolah datang, lho, Nin,” kata Afika. “Aku nggak punya baju bagus untuk ke acara ulang tahun, Fik,” jawab Nina. “Lalu, nanti aku datang sama siapa, dong?”  ujar Afika kecewa.

Sepulang sekolah, Nina melihat bungkusan kado dan gaun cantik berwarna merah dengan pita putih, berjejer rapih di atas kasurnya. “Ibu, ini punya siapa?” tanya Nina sambil membawa bungkusan kado dan gaun tersebut. Ibu tersenyum melihat Nina kebingungan. “Jadi besok ke rumah Dira sama siapa, Nin?” Ibu malah balik bertanya. “Wah, gaun ini untukku, Bu?” mata Nina berbinar-binar. “Terima kasih ya, Bu!” seru Nina sambil memeluk dan mencium kedua pipi Ibu.

 

Cerita: JFK    Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

1 Comment

  1. Bahagianya masa anak-anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *