Dalam rangka memeringati hari ulang tahun ASEAN yang ke 54, ASEAN Youth Organization (AYO) mengadakan forum digital pemuda terbesar di Asia Tenggara, yakni ASEAN Youth Digital Forum (AYDF) yang diikuti oleh lebih dari 5,500 anak muda dari negara-negara anggota ASEAN dan beberapa negara lainnya di dunia.

Forum ini diadakan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting dan ditayangkan secara live melalui laman Facebook ASEAN Youth Organization. ASEAN Youth Digital Forum mengangkat tema Youth and Digital Transformation: A Step Towards Digital Community mempersembahkan rangkaian webinar dan workshop mengenai topik Literasi Digital, Keamanan Siber, Program Magang Virtual antar Negara ASEAN, dan GIG Economy.

Acara ini turut melibatkan para ahli dan profesional sebagai pembicara yang berasal dari UNICEF Vietnam, Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada, ASEAN Chief Information Officer Association (ACIOA), Akamai Technologies Inc., SiberKreasi Indonesia, ASEAN Human Development Organization, ASEAN Foundation, Grab Indonesia, dan beberapa mitra lainnya yang juga turut mendukung kesuksesan acara ini.

Rangkaian AYDF diawali dan dibuka oleh Duta Besar Artauli RMP Tobing, Perwakilan Indonesia untuk ASEAN-IPR Governing Council pada sesi webinar Literasi Digital. Beliau menekankan
pentingnya literasi digital dan bagaimana anak muda dapat berpikir kritis, terutama untuk memiliki kesadaran diri dan selalu melihat konten atau pesan yang dibagikan di media sosial. “Anak muda merupakan generasi yang sangat dekat dengan dan memahami informasi dan teknologi dan telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya. Beliau juga berpesan kepada para pemuda untuk selalu mendukung kesadaran literasi digital di masyarakat pada semua golongan, termasuk dalam membantu generasi yang lebih tua.

Pada sesi selanjutnya yaitu workshop mengenai Keamanan Siber, Direktur Eksekutif ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (IPR), Bapak I Gusti Agung Wesaka Puja dalam pidatonya
menekankan peran anak muda ASEAN dalam memanfaatkan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) sebagai instrumen perdamaian. Beliau menyebutkan bahwa anak muda harus mampu menjadi pelopor dan membawa komunitas ASEAN menuju perdamaian yang berkelanjutan terutama pada era digital saat ini.

Hari kedua ASEAN Youth Digital Forum membawakan webinar mengenai Program Magang Virtual Antar Negara ASEAN dan workshop terkait GIG Economy, dimana para pemuda diajak untuk memiliki kesadaran tentang pentingnya kesempatan-kesempatan yang ada pada kedua topik tersebut dan bagaimana mereka dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan karir di dunia digital. Ibu Agatha Lydia, Direktur Eksekutif ASEAN Youth Organization dalam pidato pembukaannya menyebutkan bahwa para pemuda merupakan generasi yang cekatan dan dapat beradaptasi dengan mudah terhadap perubahan menuju dunia digital. Namun demikian, disamping kesempatan yang tersedia, dunia digital juga memiliki banyak tantangan yang harus dapat dihadapi kedepannya oleh para pemuda di ASEAN.

Selanjutnya Bapak Senjaya Mulia, Founder dari ASEAN Youth Organization juga menyampaikan pidato pembukaan di sesi terakhir acara AYDF yakni pada workshop mengenai GIG Economy. Bapak Senjaya menyampaikan bahwa literasi digital dan keahlian digital menjadi kemampuan yang sangat penting bagi semua anak muda, terutama di era new normal saat ini, dimana banyak aspek yang mulai bertransisi menuju digital.

Bapak Senjaya juga menekankan bahwa acara AYDF ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda ASEAN terhadap perkembangan digital yang sedang terjadi di kawasan Asia Tenggara, membagikan pengetahuan dan pengaplikasian tentang bagaimana anak muda dapat menyelesaikan masalah-masalah digital, dan menginspirasi generasi muda untuk mulai berpikir bagaimana mereka bisa mendapatkan keuntungan dari perkembangan digital di ASEAN terutama pada bidang pendidikan, keamanan, dan ekonomi. Sebagai organisasi kepemudaan terbesar di Asia Tenggara, AYO selalu menjaga komitmennya untuk melayani masyarakat melalui program dan aktivitas yang akan terus membangun generasi muda di kawasan ASEAN.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *