AUSTRALIA, majalahjustforkids.com – Kakak beradik, Emily (9 tahun) dan Thomas (6 tahun) asal Australia ini patut diacungi jempol! Sebab, mereka sudah ikut andil dalam penelitian tentang sakit tenggorokan pada anak-anak, dalam upaya untuk membantu mengembangkan vaksin Strep A.

Siblings Emily (9) and Thomas (6) from Australia deserves two thumbs up! They are involved in sore throat in children research, in an effort to develop Strep A vaccine.

Ibu Barbara Cross, orangtua Emily dan Thomas mengaku termotivasi mendaftarkan Emily dan Thomas untuk penelitian ini, setelah beberapa teman mereka dirawat di rumah sakit karena komplikasi Strep A.

Mrs. Barbara Cross, Emily and Thomas admit she is motivated to enroll Emily and Thomas for this research, after several of their friends are admitted to the hospital because of Strep A complications.

“Mereka menjadi sangat sakit dan membutuhkan waktu yang lama di rumah sakit. Saya merasa sangat beruntung setiap hari bahwa, pada saat ini, anak-anak saya sehat. Ikut serta dalam penelitian ini adalah cara kecil kita dapat membantu orang lain menghindari trauma yang kita lihat dialami teman-teman kita,” tutur Ibu Barbara Cross.

“They became severely ill and need a long time in staying in the hospital. I feel very lucky every day that this time my children are healthy. Joining this research is our way of helping other people to avoid this trauma our friends have experienced,” says Barbara Cross.

Apa yang dilakukan Emily dan Thomas sangat mulia, ya, Kids? Sumbangsih mereka terhadap dunia kesehatan ini, suatu hari kelak sangat berguna karena bisa menyelamatkan ratusan ribu nyawa. Keren!

What Emily and Thomas are very noble, right, Kids? Their contribution in the world of medicine one day will be useful because they can save thousands of lives. Cool!

Para peneliti ingin, ada lebih dari 1000 anak Melbourne dan Perth menjadi sukarelawan, sehingga mereka dapat mempelajari lebih lanjut tentang infeksi radang tenggorokan yang telah menyebabkan 500.000 kematian di seluruh dunia setiap tahun.

The researchers want more than 1000 children from Melbourne and Perth to be volunteers, so that they can study further about sore throat infection that has caused more than 500,000 deaths around the world every year.

Pemimpin proyek Murdoch Children’s Research Institute, Andrew Steer mengatakan, akan “luar biasa” jika suatu hari nanti bisa memroduksi vaksin radang tenggorokan, dibantu dengan informasi yang diperoleh dalam penelitian ini.

The project leader of Murdoch Children’s Research Institure, Andrew Steer, said, it would be wonderful if one day they can produce sore throat vaccine, helped with the information received from this research.

“Memahami sakit tenggorokan di Victoria dan Perth akan menjadi langkah pertama yang sangat penting dalam upaya kami untuk akhirnya mengembangkan vaksin,” kata Prof. Steer. “Vaksin untuk Strep A akan menyelamatkan ratusan ribu nyawa setiap tahun dan mencegah jutaan infeksi yang mengirim anak-anak dan orang dewasa ke rumah sakit atau dokter,” tandasnya.

“Understanding sore throat in Victoria and Perth will be the first important step in our effort to develop the vaccine,” said Prof. Steer. “The Strep A vaccine will save thousands of lives every year and prevent millions of infection that would send children and adults to hospitals or doctors,” he mentioned.

Prof. Steer mengatakan bahwa Strep A adalah bakteri yang paling umum menyebabkan sakit tenggorokan, dengan hampir setiap anak terinfeksi, dan dapat diobati dengan antibiotik.

Prof. Steer said that Strep A is the most common bacteria that can cause sore throat, with almost every child infected and can be cured with antibiotics.

“Tetapi, jika tidak diobati, bisa mengancam jiwa jika bakteri menyerang aliran darah, otot, atau paru-paru tubuh,” ujarnya. “Strep A menyebabkan beban penyakit yang besar di seluruh dunia,” tambah Prof. Steer.

“But, if not medicated, it can endanger the life if the bacteria attacks blood flow, muscle or lung,” he said. “Strep A causes a big pressure of disease in the world,” added Prof. Steer.

Prof. Steer mengatakan, dengan adanya vaksin akan membantu mengurangi komplikasi penyakit dan juga membantu memerangi resistensi atau kebal terhadap antibiotik.

Prof. Steer concluded that with the arrival of the vaccine, it will help lessen disease complications and also help fight antibiotic resistance.

Foto: Ist; Translator: Listya

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *