Negara Datara sangat unik karena memiliki ratusan kincir angin. Seorang turis dari negara lain bertanya pada Elisa, “Negara Datara  indah, tapi ada satu hal yang paling kusukai dari negara Datara, yaitu kincir-kincir angin. Apa kegunaan kincir angin?” Tapi Elisa tidak bisa menjawabnya. Kebanyakan orang yang lahir di Datara, tidak peduli pada kincir-kincir angin yang sudah ada sejak lama.

Suatu hari, Elisa pergi ke daerah pegunungan tertinggi di negara Datara, pegunungan Tara. Di sana juga ada dataran tinggi Tara  tempat berdirinya  kincir angin terbesar di negara Datara yaitu kincir angin Max. Elisa duduk dan menggambar pegunungan Tara. Lalu dia melihat sosok yang pernah dilihatnya, si turis asing! “Wah, Anda datang lagi!” seru Elisa senang. “Sekarang aku sudah menetap di negaramu. Namaku Dela,” si turis asing menjabat tangan Elisa. Elisa memperkenalkan juga dirinya. “Anda menetap karena menyukai kincir-kincir angin Datara?” tanya Elisa. “Kau benar, aku menjadi teknisi kincir angin. Nah, aku yakin kau sudah tahu apa kegunaan kincir angin Datara,” kata Dela. Elisa menggeleng, dia malu. “Ayo ikut aku, kau akan tahu,” ajak Dela.

Untuk pergi ke kincir angin Max, Elisa dan Dela harus melewati danau Tara yang berbahaya. “Aku pernah mendengar bahwa disini ada ikan purba yang sangat besar!” seru Elisa panik. “Tenang saja, jangan takut,” kata Dela, lalu dia menyanyi. Dela terus menyanyi sampai ke tepi danau. Ketika Elisa dan Dela sudah di daratan, tiba-tiba dari tengah danau muncul ikan besar yang sangat menakutkan! Elisa menjerit ngeri. Rupanya, ikan purba itu takut dengan nyanyian! Oleh sebab itu, dia tidak berani mendekati perahu yang dinaiki Elisa dan Dela.

Akhirnya, Elisa dan Dela masuk ke dalam kincir angin Max. Di dalam kincir angin itu ada sebuah lukisan besar yang melukiskan kegunaan dari kincir angin. “Ternyata, nasi yang kumakan berasal dari sawah  yang diairi oleh kincir angin! Dan lampu-lampu yang memberikan penerangan juga dibantu oleh kincir angin!” seru Elisa kagum. “Dan masih ada juga kegunaan lainnya,” kata Dela. “Kalau begitu, kenapa tidak banyak orang yang tahu tentang kincir angin?” tanya Elisa bingung.

Tiba-tiba, terdengar suara desisan keras. Seekor ular mendesis pada Elisa dan Dela. Dela meminta Elisa untuk diam tak bergerak, kemudian ular itu pergi. “Kincir angin di negara Datara unik dan berbahaya. Kincir-kincir angin di negara ini selalu dibangun di daerah yang susah dijangkau oleh orang-orang. Daerah-daerah ini selalu dihuni oleh binatang-binatang buas. Lalu, ada juga cuaca yang tidak pasti,” jawab Dela.

Tak lama kemudian, Elisa melihat awan hitam mulai berkumpul. Mendung di dataran tinggi sangat menyeramkan. Apalagi melihat cahaya petir! Jika tidak hati-hati, besar kemungkinan petir itu akan menyambar Elisa dan Dela. “Lihat!” ucap Dela menunjuk pada kincir angin yang berputar kencang. “Itulah yang memberikan tenaga angin dan mengubahnya menjadi tenaga listrik yang bisa berguna bagi  kehidupan banyak orang!” kata Dela. Saat itu juga, Elisa bertekad untuk mengikuti jejak Dela. “Apakah kau bersedia mengajariku cara bekerja bersama kincir angin Datara?” tanya Elisa pada Dela. “Tentu saja!” jawab Dela tersenyum bahagia.

 

 

 

Cerita: Seruni       Ilustrasi: Agung

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *