Pernahkah kalian mendengar Efek Rumah Kaca? Yup, Efek Rumah Kaca merupakan salah satu penyebab pemanasan global. Bahkan, menurut wikipedia, Efek Rumah Kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1 hingga 5 derajat Celcius. Wow… sebenarnya apa sih Efek Rumah Kaca itu? Yuk kita bahas!

Efek Rumah Kaca, pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824. Merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.

Istilah Efek Rumah Kaca atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Green House Effect ini dulu berasal dari pengalaman para petani yang tinggal di daerah beriklim sedang yang memanfaatkan rumah kaca untuk menanam sayur mayur dan juga bunga bungaan.

Mengapa para petani menanam sayuran di dalam rumah kaca? Karena di dalam rumah kaca suhunya lebih tinggi dari pada di luar rumah kaca.

Eits, namun teman-teman jangan membayangkan kalau Efek Rumah Kaca adalah akibat yang ditimbulkan oleh bangunan-bangunan yang memiliki banyak kaca. Bukan lho!

Perhatikan ketika kita memarkir mobil di tempat parkir terbuka pada siang hari. Ketika kita kembali ke mobil di sore hari, biasanya suhu di dalam mobil lebih panas dibandingkan suhu di luar. Karena sebagian energi panas dari matahari telah diserap oleh kursi, dashboard, dan karpet mobil.

Ketika benda-benda tersebut melepaskan energi panas tersebut, tidak semuanya dapat keluar melalui jendela tetapi sebagian dipantulkan kembali. Penyebabnya adalah perbedaan panjang gelombang sinar matahari yang memasuki mobil dan energi panas yang dilepaskan kembali oleh kursi. Sehingga jumlah energi yang masuk lebih banyak dibandingkan energi yang dapat keluar. Akibatnya kenaikan bertahap pada suhu di dalam mobil.

Diperlukan
Sebenarnya dalam keadaan normal, Efek Rumah Kaca diperlukan, untuk mempertahankan panas di bumi. Tanpa adanya Efek Rumah Kaca sama sekali, mungkin kondisi Bumi akan seperti Mars, dimana kondisi di sana sangat dingin dan tidak memungkinkan adanya kehidupan.

Namun, akibat dari ulah manusia, menyebabkan naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara, dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsi (menghisap)-nya.

Untuk itu, kita cegah yuk pemanasan global, agar Efek Rumah Kaca tidak semakin panas.

 

Teks & Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *