Earth Hour, kegiatan global tahunan yang diadakan World Wide Fund for Nature setiap Sabtu terakhir bulan Maret. Sebuah gerakan global untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, serta pemerintah di berbagai belahan dunia dalam menunjukkan kepedulian dan juga kontribusinya terhadap upaya penanggulangan perubahan iklim secara simbolis.

Earth Hour 2022 yang diikuti lebih dari 190 negara dan wilayah serta miliaran orang di dunia, kembali akan menyatukan jutaan orang di seluruh dunia untuk menunjukkan solidaritas bagi manusia dan Bumi.

Dari Sydney Opera House di mana Earth Hour dimulai pada tahun 2007, beberapa ikon nasional seperti Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Islamic Centre di Mataram, Monumen Jayandaru Sidoarjo akan mengambil bagian dalam momen mematikan lampu secara simbolis tahun ini dan berupaya mengomunikasikan masa depan yang lebih aman, adil, dan  berkelanjutan bagi semua orang.

Bapak Marco Lambertini, Direktur Jenderal WWF International mengatakan, “Earth Hour 2022 menyerukan kepada dunia untuk bersatu dalam momen solidaritas untuk manusia dan Bumi. Kami memahami banyaknya tantangan yang kita hadapi, terutama dimasa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, namun 2022 tetap menjadi tahun yang kritis bagi Bumi, rumah kita bersama. Tahun ini dunia akan bersatu untuk menyepakati perjanjian Paris untuk pelestarian alam, dan memberikan kesempatan sekali untuk satu dekade kedepan bagi para pemimpin untuk menyepakati rencana dalam mengembalikan hilangnya keanekaragaman hayati pada tahun 2030 dan membangun masa depan yang lebih baik terhadap alam.”

“Kami juga memahami bahwa untuk membangun masa depan yang selaras dengan alam, dibutuhkan adanya kedamaian antara manusia. Itulah sebabnya Earth Hour tahun ini merupakan momen solidaritas bagi seluruh pihak yang terdampak akibat perang dan konflik di seluruh dunia; ini adalah kesempatan bagi komunitas di seluruh dunia untuk mengungkapkan aspirasinya, untuk mengambil tindakan positif dan menyerukan kepada dunia dimana manusia dan bumi dapat berkembang bersama,” ucapnya.

Di Indonesia sejak pertama diinisiasi tahun 2009 sampai dengan tahun 2021, Earth Hour di Indonesia telah didukung oleh pemerintah daerah di 200 kota, dan digerakkan oleh 1068 volunter aktif yang tersebar di 30 kota, serta didukung oleh 2 juta pendukung melalui aktivasi digital. Sejak tahun 2014 sampai dengan 2021, Komunitas Earth Hour terlibat aktif dalam menginisiasi program konservasi dan telah melakukan transplantasi terumbu karang sebanyak 1460 pada 5 titik lokasi di Bali dan pembibitan serta penanaman mangrove sebanyak 13.110 bibit di 6 wilayah yaitu: Bali, Surabaya, Balikpapan, Aceh, Tangerang, dan Serang.

Kak Aditya Bayunanda, Act. CEO Yayasan WWF Indonesia mengatakan, “Anak muda dengan ide-ide kreatifnya dapat menjadi penggerak untuk perlindungan alam, contohnya komunitas Earth Hour. Anak muda merupakan ujung tombak penentu masa depan alam Indonesia yang lebih baik, untuk itu sangat penting bagi kita dalam mendorong lebih banyak lagi gerakan anak muda khususnya yang memperhatikan kondisi lingkungan.”

Lebih lanjut Kak Aditya mengatakan, “Bagaimanapun Bumi kita tengah terancam kelestariannya, penurunan keragaman hayati dunia dan krisis iklim terjadi akibat aktivitas manusia, dan dampaknya sudah sangat dirasakan saat ini, seperti cuaca ekstrim, banjir bandang, bahkan pandemi Covid-19. Bersama-sama kita berharap bahwa akan ada gerakan-gerakan positif lain dalam mendorong perubahan perilaku manusia dan bagaimana setiap individu dapat berperan dalam menyelamatkan Bumi kita.”

Tahun 2022 ini, dukungan dari berbagai pihak, seperti duta Earth Hour 2022, Kafin Sulthan musisi dan pemain flim, dan komunitas, lembaga dan koorporasi seperti Earth Hour Indonesia MING, BCA, AISEC Indonesia, Panda Lestari, Gerakan Pramuka, Saya Pejalan Bijak, Saya Pilih Bumi, B2W Indonesia, The Climate Reality Project Indonesia, Sekolah Murid Merdeka, King of Borneo Band, Journey to Zero dan Indonesia Sketcher.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *