Bagi Moms yang memiliki bayi berusia 6 bulan, masa-masa si kecil memasuki MPASI (makanan pendamping ASI) adalah yang ditunggu-tunggu. Saat itu, anak dianggap sudah siap untuk mengasup makanan padat pertamanya. Fase ini bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan maupun sebaliknya, tergantung bagaimana para orangtua menerapkan aturan makan terhadap sang buah hati.

Diuraikan oleh dr. Reza Abdussalam, Sp.A, Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya Antasari, ada beberapa tanda dimana bayi sudah siap diberikan MPASI. Antara lain:

– Anak dapat duduk dengan leher tegak dan mengangkat kepalanya sendiri tanpa memerlukan bantuan.

– Anak menunjukkan ketertarikan terhadap makanan, misalnya mencoba meraih makanan yang ada di hadapannya.

– Anak menjadi lebih lapar dan tetap menunjukkan tanda lapar, seperti gelisah dan tidak tenang walaupun ibu sudah memberikan ASI secara rutin.

“Strategi pemberian MPASI dimulai dari tepat waktu, yaitu sejak usia 6 bulan atau bisa lebih awal (tapi dengan indikasi), wajib adekuat atau pemenuhan energi, protein serta mikronutrien sesuai anjuran, aman dan higienis mulai dari proses pembuatan hingga alat masak dan makan yang digunakan, dan diberikan kepada anak secara responsif atau konsisten, memahami sinyal lapar dan kenyang anak,” urai dr. Reza dalam acara Mothercare Kreasi MPASI Bersama BEABA, baru-baru ini di Jakarta.

Demo masak menggunakan BEABA bersama Mamma Kanin

Setelah memahami adanya strategi dalam pemberian MPASI, orangtua juga perlu menciptakan suasana yang nyaman bagi anak atau tidak memaksa, ini berkaitan dengan pemberian secara responsif. “Sebab, masa MPASI merupakan masa anak belajar untuk makan, sehingga jangan sampai meninggalkan rasa trauma pada anak saat pemberian makannya. Biarkan anak tahu bahwa makan merupakan kebutuhannya, bukan milik orang tuanya, jadi ajarkan secara pelan-pelan, serta tak lupa biarkan anak eksplorasi proses makannya dengan menyajikan tekstur MPASI sesuai dengan usia dan perkembangan masing-masing anak,” tegas dr. Reza.

Terkait hal itu, Mothercare sebagai merek ritel ibu dan anak terbesar di Indonesia, mendukung penuh berjalannya masa MPASI dengan pengalaman menyenangkan sedari awal hingga anak dewasa.

Berkolaborasi dengan salah satu brand spesialis peralatan pendamping MPASI BEABA, Mothercare menghadirkan panduan dan menu kreasi MPASI Nusantara dalam bentuk electronic book melalui blog Modernparent.

“Memahami kesibukkan orang tua yang diiringi perkembangan zaman dalam mendidik anak, membuat Mothercare bekerja sama dengan BEABA membuat panduan MPASI guna tumbuh kembang anak yang optimal. Panduan MPASI ini tak lepas dari acuan yang diterapkan oleh IDAI. Harapannya, Mothercare dapat mempermudah para orang tua dalam memberikan pilihan menu MPASI, serta membangun suasana yang menyenangkan saat anak pertama kali makan”, tutur Vasudev Kataria, Senior Vice President for Baby, Kids & Toy Brands in Kanmo Group.

Kreasi MPASI, hadir dalam bentuk buku digital yang dapat dilihat atau diunduh melalui blog Modernparent https://bit.ly/MPASImenu . Bekerja sama dengan BEABA, menu MPASI yang dihadirkan bertema dengan menu nusantara atau pilihan menu yang berasal dari Indonesia.

Produk BEABA Babycook Neo

Ini merupakan langkah awal yang baik bagi orangtua dalam mengenalkan cita rasa asli menu Indonesia kepada sang buah hati sejak pertama kali makan dan mengenalkan MPASI yang mudah bersama BEABA. Pembuatan MPASI juga akan lebih mudah, apabila para orangtua menggunakan BEABA Babycook Neo, yang merupakan satu-satunya pembuat makanan bayi dengan mangkuk kaca dan keranjang uap stainless steel. Dirancang secara cerdas dengan empat pengaturan: memasak kukus, memblender, memanaskan ulang, atau mencairkan es. Waduk yang mudah diakses, pengoperasian dengan satu tangan yang unik. Fitur campuran unik untuk mengontrol konsistensi, serta sistem memasak uap yang dipatenkan.

BEABA Babycook Neo aman untuk digunakan, karena bebas BPA, Timbal dan Phthalate. Inta Heruwanto, atau biasa dikenal dengan sebutan Mamma Kanin, Super Mom yang juga memiliki bisnis katering MPASi turut menambahkan, “Sang buah hati merupakan sosok yang masih terus tumbuh dengan memperhatikan sekelilingnya, termasuk gerak-gerik ibu. Termasuk saat pertama kali belajar makan, sebaiknya ibu harus sama-sama makan dengan si kecil untuk memberikan contoh makan yang baik. Pada masa pertama kali dikenalkan makan, ibu bisa mengajaknya ke dapur untuk memperlihatkan proses membuat MPASI. Keterlibatan sederhana tersebut membuatnya jadi tertarik untuk makan, karena sang buah hati melihat benda atau bentuk baru yang nantinya akan ia makan atau jumpai setiap waktunya hingga dewasa kelak. Aku pribadi tidak mau membatasi dalam mengenalkan bumbu pada makanan bayi, namun aku tetap mengikuti panduan MPASI yang diberikan IDAI agar aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak setiap kali makan”.

“Panduan MPASI ini merupakan bentuk support kami kepada tumbuh kembang anak serta membantu orangtua mendapatkan kemudahan setiap harinya saat akan menyajikan makanan kepada si kecil. Mothercare tak cukup hanya menjadi pemimpin ritel, namun juga berkontribusi secara nyata terhadap kebutuhan para ibu dan anak setiap harinya. Semoga kami dapat terus memberikan yang terbaik, dan mendampingi anak-anak Indonesia hingga mencapai pertumbuhannya yang optimal,” tutup Vasu.

Foto: Efa, Ist

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *