Kolaborasi SOS Children's Villages Indonesia dan Merck Family Foundation Menyelamatkan Masa Depan Anak Indonesia

SOS Children’s Villages Indonesia (SOS), organisasi sosial non profit yang fokus pada kesejahteraan anak-anak yang kehilangan pengasuhan orangtua, baru-baru ini mengumumkan kerja samanya dengan Merck Family Foundation (MFF), sebuah Yayasan filantrofi yang didanai penuh oleh keluarga Merck.

MFF memberikan bantuan pendidikan bagi anak-anak SOS senilai 105,600 Euro atau Rp 1,8 miliar Rupiah. Bantuan dana ini diberikan selama dua tahun untuk memenuhi kebutuhan dasar, pemenuhan gizi dan kesehatan serta pengadaan sanitasi yang layak bagi anak-anak dan keluarga SOS di 8 lokasi di Indonesia. Dalam hal ini, nantinya karyawan Merck Indonesia akan terlibat sepenuhnya dalam kegiatan amal yang digelar secara sukarela.

Di Indonesia, saat ini setidaknya ada 26,42 juta orang termasuk pada kategori prasejahtera, di mana angka ini terus meningkat setelah pandemi COVID-19 dan terus bertumbuh sebesar 1,63 juta orang dalam setahun. Dampak yang signifikan juga terjadi pada anak-anak yang telah atau berisiko kehilangan pengasuhan orangtua.

(kiri – kanan) Skolastika Sylvia (Host), Gregor Hadi Nitihardjo – National Director SOS Children’s Villages Indonesia, Christopher Thomas – Presiden Direktur PT Merck Chemicals dan Life Sciences dan Walter Huber – Managing Director Merck Family Foundation

Tantangan yang dialami anak-anak ini, dituturkan oleh Bapak Gregor Hadi Nitihardjo, National Director SOS Children’s Villages Indonesia, semakin beragam dan berat. Misalnya saja terancam kehilangan pengasuhan orangtua, akses terhadap pendidikan, dan juga jaminan kesehatan.  “Bersyukur kami dipertemukan dengan mitra korporasi yang mendukung nilai-nilai yang sama untuk kemajuan generasi bangsa kita. Komitmen yang dilakukan oleh Merck Family Foundation untuk anak-anak SOS Children’s Villages tidak hanya membantu anak bertahan melewati pandemi, tetapi juga mempersiapkan masa depan yang lebih cerah untuk mereka,” katanya.

“Kami memahami seberapa besar dampak dan tantangan yang dihadapi masyarakat global akibat pandemi COVID-19. Ini mendorong urgensi dunia dalam bahu membahu membentuk solidaritas untuk membantu komunitas di seluruh dunia. Oleh karena itu, Dewan Pembina Merck Family Foundation setuju untuk mendukung program SOS di Indonesia sebagai bentuk inisiatif yang mempromosikan kesejahteraan anak dan keluarga di Indonesia, yang sejalan dengan aspirasi kami untuk memberikan hal baik dan berkontribusi kembali kepada masyarakat. Kami juga senang dengan keterlibatan karyawan Merck Indonesia dalam membantu kegiatan amal ini bersama SOS,” ujar Bapak Walter Huber, Managing Director Merck Family Foundation.

Lusiana Udjaja, PR and Communication Manager SOS Children’s Villages Indonesia menjelaskan mengenai gambaran lingkungan tinggal anak-anak SOS di Banda Aceh

Jalinan kerja sama kedua pihak ini berawal dari kegelisahan para ayah yang tak lain adalah karyawan Merck Indonesia sendiri. Itulah yang mendasari Bapak Iyano Sumardiyanto dan rekannya mengajukan proposal kepada Merck Family Foundation. “Kita sebagai Ayah mengerti bagaimana susahnya anak-anak yang berjuang tanpa orangtua di masa pandemi ini. Jadi begitu melihat anak-anak di SOS Children’s Villages Indonesia, sangat menyentuh hati kami berdua. Syukurlah pengajuan disetujui,  mengingat misi Merck Family Foundation sendiri adalah untuk membuat kehidupan di dunia sedikit lebih baik. Jadi kalau dilakukan sedikit demi sedikit tentu nanti pada akhirnya akan banyak. Bantuan dari MFF ini adalah salah satu pendekatan paling tepat untuk anak-anak yang kurang mendapat pengasuhan atau tidak memiliki kedua orangtua,” katanya. Ia sendiri, nanti juga akan terlibat menjadi sukarelawan.

Ya, karyawan Merck Indonesia secara sukarela terlibat dalam mempromosikan kegiatan untuk meningkatkan kapasitas pendidikan anak-anak di Indonesia. Salah satu contoh kegiatan sukarela ini termasuk program pendidikan kesehatan untuk keluarga dan program ‘SPARK’ yang bertujuan untuk menyulut semangat anak muda terhadap sains. Salah satu kegiatan SPARK adalah ‘Lab in the Box’ yang memungkinkan anak-anak di SOS Children’s Villages Indonesia untuk mencoba eksperimen sains secara langsung di rumah.

Lab in the box, salah satu program dalam kegiatan SPARK yang melibatkan sukarelawan dari Merck Indonesia

“Di Merck, berpartisipasi dalam kegiatan sukarelawan adalah salah satu bagian dari komitmen sosial dan budaya perusahaan. Kami senang melihat karyawan terlibat dan memberikan kontribusi di lingkungan sekitar. Sebagai perusahaan sains dan teknologi, Merck Indonesia akan mendorong karyawan untuk turut berbagi ilmu dan semangat mereka terhadap sains kepada anak-anak SOS,” ucap Bapak Christopher Thomas, Presiden Direktur PT Merck Chemicals dan Life Sciences.

Proyek bantuan dan kolaborasi dengan SOS Children’s Villages Indonesia sendiri bukanlah yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Total ada 9 proyek yang sedang didanai oleh MFF saat ini.

Dampak Psikologis Anak-anak SOS

Pandemi yang menghantam Indonesia sejak 2020 lalu turut berpengaruh kepada anak-anak di SOS. Bapak Hadi mengatakan, di masa pandemi ini SOS Children’s Villages Indonesia terus berupaya untuk memberikan lingkungan yang aman bagi anak-anak asuh sehingga mereka terus merasa dihargai dan mendapatkan kasih sayang. “Persoalan terbesar dari pandemi Covid-19 yang dialami anak-anak ini, jujur saja, adalah rasa aman. Mulai dari ketidak mengertian mengapa diharuskan diam di rumah. Dari yang semula bisa bebas bermain di kebun misalnya, tiba-tiba dilarang. Yang awalnya bisa bebas pergi ke sekolah, harus menjalani sekolah online. Lalu, ada beberapa sekolah yang gurunya hanya bisa memberikan tugas saja, membuat anak-anak ini jadi stres,” imbuhnya.

Perubahan kebiasaan dari sekolah tatap muka menjadi sekolah online turut memengaruhi kondisi psikologis anak-anak SOS

Lalu ia melanjutkan, “Bagaimana caranya memunculkan kegembiraan anak-anak di masa pandemi, itulah  yang memberikan tantangan terbesar terbesar bagi kami,” katanya.  Di sisi lain, selama ini anak-anak tersebut memiliki ibu-ibu asuh yang mendampingi mereka. Namun, setahun belakangan, para ibu asuh tersebut juga harus menjadi guru akibat pandemi. Ini bisa memunculkan masalah baru bila tidak siap mental.

“Tapi syukurlah kami selalu melakukan pendampingan juga terhadap orangtua asuh ini, sehingga mereka juga bisa lebih siap, kalau tidak akan menimbulkan masalah baru yang berujung pada situasi yang tidak sehat untuk psikologi anak-anak.  Dan syukurlah semua baik-baik saja, banyak kegiatan yang bisa tetap dilakukan sehingga anak-anak bisa tetap ceria. Anak-anak juga tidak ada yang  terpapar Covid-19. Ini semua tak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Merck,” tutup Bapak Hadi.

Foto: Efa, Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *