Seperti Moms dan Dads ketahui, sektor pariwisata Bali sempat terpuruk sangat jauh sejak pandemi Covid-19 bergejolak. Tertutupnya akses masuk bagi wisatawan telah menyebabkan terhentinya banyak usaha di bidang pariswisata, seperti hotel, restoran, jasa transportasi dan sebagainya.

Namun, belakangan keadaan sudah mulai membaik. Kini Bali sudah terbuka untuk wisatawan mancanegara maupun domestik. Banyak pihak menunjukkan dukungannya pada pemerintah Bali untuk memulihkan perekonomian lewat pariwisata. Salah satunya adalah NIVEA Sun. Sebagai sun care brand terkemuka, Nivea Sun mengajak masyarakat Bali untuk menerapkan wisata taat protokol kesehatan (prokes) demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Program yang dinamakan “Bali Bangkit” ini digencarkan dengan cara membagikan produk Nivea Sun secara gratis kepada para wisatawan. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa wisata mereka selalu terlindungi dari efek buruk sinar matahari. Selain itu, Nivea Sun juga menyediakan fasilitas cuci tangan di 50 titik destinasi wisata guna menyebarkan edukasi mengenai pentingnya kedisiplinan dan ketertiban dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Ketaatan terhadap prokes melalui penerapan PHBS, diutarakan oleh Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK(K) selaku Koordinator Udayana One Health Collaborating Center (Udayana OHCC), merupakan langkah penting dalam pemulihan perekonomian Bali yang memerlukan komitmen semua pihak termasuk wisatawan dan masyarakat Bali.  “Hal ini sejalan dengan pedoman Tri Hita Karana yang salah satunya menekankan pentingnya hidup dalam keharmonisan antara manusia dengan manusia lainnya (pawongan),” katanya pada saat konferensi pers virtual, Kamis (18/11).

Untuk diketahui, sebelum pandemi tepatnya tahun 2019, wisatawan mancanegara yang berwisata di Bali mencapai 6,3 juta orang atau sekitar 39% dari total kunjungan nasional. Ini artinya, pariwisata Bali menyumbang sekitar 29% terhadap devisa nasional atau 50% terhadap produk domestik regional bruto (PDRB). Hal ini diungkapkan oleh Tjok Bagus Pemayun, A.Par.,MM (PLT Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali).

“Memahami pentingnya peran strategis Bali bagi industri pariwisata Tanah Air, sinergi yang baik dari seluruh pihak sangat diperlukan untuk membangun Bali yang lebih kuat. Kami sangat mengapresiasi dukungan dari NIVEA Sun dan juga Udayana OHCC terhadap program Bali Bangkit ini,” pungkasnya.

Menurut sejumlah penelitian, kebiasaan mencuci tangan mengalami penurunan dibanding masa awal pandemi. Komitmen bersama untuk disiplin dalam menerapkan PHBS sangat diperlukan. Mengerti akan pentingnya peran strategis Bali bagi industri pariwisata Tanah Air, NIVEA Sun pun mengajak masyarakat khususnya wisatawan untuk menjalani liburan dengan cara yang lebih sehat. Selain menghadirkan fasilitas cuci tangan di 50 titik destinasi wisata, NIVEA melalui NIVEA Sun juga akan menyebarkan edukasi melalui Public Service Announcement mengenai wisata aman dan taat prokes sekaligus membagikan informasi tempat wisata yang aman dan taat prokes di Bali.

Tak hanya itu, NIVEA Sun juga berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat akan pentingnya menggunakan sun protection dengan membagikan produk NIVEA SUN secara gratis kepada para wisatawan. “Melalui keterlibatan NIVEA dalam program ini, NIVEA mengajak semua pihak untuk saling jaga, menjadi guard atau pelindung bagi Bali tercinta. Kami berharap Bali bisa menjadi destinasi wisata yang lebih aman dan nyaman bagi wisatawan sekaligus lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat bagi masyarakatnya,” tutup Yulias Rachmatika selaku Marketing Director NIVEA Indonesia.

Foto: Efa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *