Tahukah kalian tentang flashdisk? Tahukah kalian siapa penemunya? Sekarang ini, benda kecil bernama flashdisk memang sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Hampir sama layaknya pulpen di masa lalu. Hampir semua orang memiliki flashdisk. Apalagi sekarang ini, hampir semua tugas sekolah memakai komputer, pasti kalian sangat membutuhkan flashdisk. Bagaimana, sih, sejarah mengenai flashdisk? Yuk, kita bahas!

Flashdisk atau yang biasa disebut USB flash drive adalah alat penyimpanan data memori flash tipe NAND yang memiliki alat penghubung USB yang terintegrasi. Pada tahun 1984, Dr. Fujio Masuoka menemukan Flash Memory (NOR dan NAND) ketika bekerja di Toshiba. Sedangkan nama flash sendiri diberikan oleh koleganya Mr. Shoji Ariizumi. Flash drive ini biasanya kecil, ringan, serta bisa dibaca dan ditulis.

Selain itu, USB flash drive juga memiliki banyak kelebihan dibandingkan alat penyimpanan data lainnya, terutama disket. Meskipun kecil, namun alat ini mempunyai kapasitas penyimpanan yang lebih besar dan dapat lebih diandalkan.

Perkembangan Flashdisk

Belum dapat dipastikan siapa yang mengembangkan flash drive pertama kali. Karena ada perusahaan M-Systems, Netac, dan Trk 2000 yang memperselisihkan. Flash drive mulai dipasarkan di Amerika oleh IBM tahun 2001. Ukuran data yang dapat disimpan pada waktu itu adalah 8 MB. Namun, data terakhir sudah mencapai 64 GB pada November 2006.

Tidak hanya ukuran saja yang berkembang, tetapi bentuk dan fungsinya juga mengalami perubahan. Ada flash drive yang memakai rotary design sehingga kita tidak perlu khawatir kehilangan penutupnya. Tersedia juga flash drive yang dilapisi karet supaya tahan air atau dilengkapi dengan clip carabineer sehingga mudah digantungkan. Bahkan telah dibuat flash drive berbentuk model kartu kredit. Namanya wallet-friendly USB. Ukurannya hanya 86 x 54 x 1,9 mm. Jadi, dapat disimpan dengan aman di dalam dompet.

Sistem Keamanan Flashdisk

Untuk masalah keamanan, saat ini flash drive hanya sebatas melindungi data yang ada. Supaya tidak terakses oleh orang yang bukan pemiliknya. Cara kerja yang dipakai saat ini antara lain menggunakan full disk encryption atau physical authentication tokens. Sistem terbaru yang diperkenalkan pertengahan tahun 2005 lalu adalah biometric fingerprinting. Akan tetapi, metode sekuritas ini sangat mahal karena menggunakan teknologi tinggi.

Ilustrasi: Just For Kids

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *