DPLK, Solusi Finansial Cerdas di Masa Menantang dari Avrist

Di tengah pandemi Covid-19 ini, banyak sekali tantangan dalam kehidupan yang menuntut kita untuk berubah ya, Moms. Sebut saja tantangan dalam hal kesehatan, keterbatasan interaksi fisik antara manusia, limitasi bisnis, dan akhirnya berimbas pula pada finansial.  Nah, tantangan finansial inilah yang banyak dihadapi di masa pandemi ini, yang membuat segala sesuatu menjadi jauh lebih sulit.

Ya, kesulitan finansial ini umumnya dialami dulu oleh perusahaan-perusahaan. Dan, mau tak mau akhirnya berujung pula pada penggerak perusahaan yakni para karyawan. Sudah sering kita dengar berita di mana-mana terjadi PHK besar-besaran ataupun pensiun dini. Di Indonesia, berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan melalui Dirjen Pembinan Pelatihan dan Produktivitas, jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai 2,8 juta jiwa.

Waspadai Pensiun Dini!

Pensiun dini, diungkapkan oleh Aliyah Natasha CFP MSc, Financial Planner dan Educator sekaligus Co-Founder dari Investashe, terjadi ketika tiba-tiba kita memutuskan untuk pensiun lebih cepat 5-10 tahun daripada waktu yang ditentukan perusahaan. Atau, tiba-tiba kita kehilangan pekerjaan karena sesuatu hal (misalnya di masa pandemi Covid-19 ini).

“Selain pensiun dini, ada pula istilahnya pensiun mini, yakni saat seseorang memilih untuk resign (mengundurkan diri) dari pekerjaannya untuk sementara waktu. Misalnya dia sedang menjalani program hamil, atau baru melahirkan jadi ingin merawat anak dulu, dan sebagainya,” ujar Aliyah pada acara konferensi pers virtual yang digelar oleh Avrist, baru-baru ini.

Aliyah Natasha CFP MSc, Financial Planner dan Educator

Nah, di saat sekarang ini, di mana Covid-19 mengacaukan hampir semua lini, tentunya kehilangan pekerjaan adalah sesuatu yang tak kita harapkan. Jika perusahaan tempat kita bekerja memberikan hak-hak kita sebagai karyawan, termasuk dana pensiun, tentu akan sedikit membantu. Namun, bagaimana jika tidak? Yang ada, kesulitan finansial akan terasa mencekik, di saat kita tak mendapatkan penghasilan apapun.

Ya, bila mengacu pada data dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk kepesertaan dana pensiun pekerja, di Indonesia masih banyak perusahaan yang tidak/belum mempersiapkan program dana pensiun bagi karyawannya. Ini mengakibatkan sebuah permasalahan saat mereka tidak memiliki modal lagi dan harus merumahkan karyawannya. Sehingga mereka menghadapi kesulitan untuk dapat membayar nilai total pesangon yang tidak rendah kepada karyawan yang telah bekerja belasan hingga puluhan tahun.

Menurut data OJK 2018, peserta dana pensiun baru mencapai 6,01% dari total pekerja Indonesia. PT Avrist Assurance melihat peluang besar untuk mengedukasi mengenai program dana pensiun bagi masyarakat Indonesia guna menjamin hari tua yang lebih sejahtera.

Pentingnya DPLK

Diungkapkan oleh Firmansyah, ASAI, VP, Head of Pension Department, PT Avrist Assurance, sangat penting bagi sebuah perusahaan berpartisipasi dalam program dana pensiun, seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan), agar tidak mengganggu arus kas (cash flow) perusahaan. “Program dana pensiun pun dapat memberikan jaminan kepada karyawan untuk memperoleh penghargaan selayaknya melalui total dana pensiun yang telah terkumpul. Pada saat kondisi finansial menantang seperti sekarang ini, program dana pensiun dapat membantu pihak penyedia lapangan kerja (perusahaan) dan pihak pekerja (karyawan) untuk bersama-sama bertemu di satu titik solusi mutual, yaitu dimana PHK harus dilakukan untuk menurunkan beban operasional perusahaan dan karyawan menerima dana pensiun sesuai lama bekerja di perusahaan tersebut. Dengan begitu, pekerja dapat mempertahankan kesejahteraan keuangan sembari mencari pekerjaan lain,” ujarnya.

(kiri – kanan) Ernest Febrianto, Head of Corporate Marketing Communications PT Avrist Assurance dan Firmansyah, Head of Pension PT Avrist Assurance

Avrist Assurance melihat peluang sangat besar untuk bisnis DPLK dan program imbalan kerja bagi karyawan dan tentu masyarakat umum dimana mereka dapat memaksimalkan persiapan mereka untuk sejahtera di masa pensiunnya. Iuran pensiun yang disetorkan ke DPLK bisa dikategorikan sebagai penghasilan tidak kena pajak, baik bagi penerima gaji (PTKP) atau dicatat sebagai biaya oleh perusahaan tersebut. Sehingga bagi perusahaan, DPLK ini bisa dijadikan perencanaan pajak (tax planning).

Saat ini, DPLK Avrist Assurance memiliki 2 program unggulan, yaitu: DPLK Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) yang dikelola secara individu (individual account), serta DPLK Program Pensiun Untuk Kompensasi Pesangon (PPUKP) yang dikelola secara kumpulan (pooled fund) yang baru diperkenalkan pada tahun 2013.

“DPLK Avrist Assurance memiliki pengalaman mendampingi perusahaan berbagai ukuran dalam merancang program pensiun, meninjau, dan membantu dalam implementasi program yang tepat. Tim kami memberikan layanan optimal kepada nasabah dan calon nasabah dengan pendekatan konsultasi (consultation approach) untuk berikan solusi tepat terkait program pensiun bagi setiap nasabah,” tambah Firmansyah.

Lindungi Finansial Anda Sebelum Terlambat!

Avrist Assurance menyadari betapa pentingnya proteksi finansial untuk menjamin masa depan yang tidak pasti. Oleh karena itu, Avrist Assurance menganjurkan kepada masyarakat untuk mempersiapkan finansial masa depannya dari sedini mungkin didalam usia produktif.  Ini untuk menghindari kendala dimana saat seorang individu memasuki usia non-produktif dan tabungan tidak menjamin kesejahteraan usia lanjut, sehingga ia bergantung pada anak-cucunya. Hal-hal yang ingin dihindari agar individu tersebut bisa menikmati usia senja dengan maksimal.

Semua orang, seperti pekerja lepas, karyawan, dan wiraswasta, dapat mengikuti program DPLK secara mandiri, selama berusia di atas 18 tahun, dan sanggup melunasi iuran setiap bulan.

Menurut Aliyah Natasha, ada 3 poin pembelajaran sederhana akan pentingnya melakukan perubahan kecil yang dapat berdampak besar pada penghematan uang untuk menabung dana pensiun. Misalnya, mulai membuat perencanaan sederhana. Rencana tersebut harus dapat menjawab pertanyaan seperti nilai total kebutuhan hidup masa pensiun. Ia juga menambahkan pentingnya perilaku yang memiliki peran kunci dalam kesuksesan perencanaan dana pensiun tersebut. “Disiplin untuk meng-edit dan mengaudit gaya hidup dengan mengutamakan gaya hidup sehat, membangun tujuan hidup yang baru, belajar hidup sederhana, dan proaktif dalam mencari berita, informasi, serta informasi agar melek investasi, menjadi kunci pemahaman guna membangun kelangsungan kesejahteraan hidup kita dan keluarga,” katanya.

Ia menegaskan ada empat langkah konkrit yang dapat segera direalisasikan saat ini juga; yakni mempersiapkan dana darurat, melek investasi, keterampilan mendapatkan penghasilan tambahan. “Serta yang paling penting adalah proteksi, baik proteksi jiwa, kesehatan, diri, maupun kesejahteraan secara maksimal,” tutup Aliyah.

(Ilustrasi: Freepik, Foto: Istimewa)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *